
dikamar pun menjadi sunyi------mencekam di saat dolken sudah menatap mantan pacarnya itu..
dan dina pun sangat kesal dan geregetan sembari mengempalkan tangannya yang sudah gemetar menatap jila dengan wajah tak sukanya
"jila putri! dasar kau pembohong! bukankah kau bilang kalau kau sudah tidak ada apa-apa nya dengan dolken? tapi , apa yang kalian lakukan barusan sehingga dolken pun begitu berantakan.. jila putri, kau yang memaksaku ! jangan salahkan aku bila aku bertindak kejam padamu! .. (batin dina) yang sudah menahan amarahnya di depan dolken saat ini
"siapa yang yang mengizinkanmu masuk?.. " tanya dolken pada dina dengan tatapan dinginnya
yang membuat jila pun yang merasa tak enak hati langsung mengalah untuk sahabatnya itu yang sudah terbangun dari tidurnya
"sebaiknya, aku.. pergi dulu!.. " ujar jila dengan wajah diamnya langsung berjalan cepat melewati sahabatnya itu yang sudah melirik dirinya dengan tatapan tak sukanya dan meninggal mereka berdua
dan rena pun yang masih disana hanya bisa melihatnya dan mengikuti langkah sahabatnya itu yang sudah berjalan keluar dengan wajah diamnya
__ADS_1
tlak.. (suara korek api)
"dolken aku...
" katakan saja berapa duwit yang kau mau? aku akan memberikannya langsung padamu?.. " tanya dolken pada dina dengan wajah dinginnya sembari menikmati rokonya di dalam mulunya dan mengisapnya beberapa kali..
yang membuat dina pun terkejut dengan wajah bengongnya mendengar perkataan dolken padanya dengan sikap dinginnya
"jila putri itu emang bodoh, tapi bukan berarti aku juga bodoh, aku sudah tahu dan sangat jelas dengan trikmu itu, kau menggunakan sahabatmu lagi untuk menjadikan kambing hitam untuk mendekati ku dan bahkan aku tau itu ! hanya jila putri lah yang tidak tahu dan mengenal begitu dalam tentang sahabatnya sendiri!?.. " ujar dolken dengan santainya berbicara pada mantanya itu yang masih berdiri terdiam di depan pintu yang seperti patung
"dolken kau...
" apa dia sudah tahu? apa yang aku rencanakan pada si jila bodoh itu.."(batin dina)
__ADS_1
"dina, ohh bukan, wiwi !apa itu namamu sejak bersama jila dulu, semenjak kita punya hubungan dulu, aku terus membiarkanmu sesukamu . .. tapi, kesabaranku ada batasnya! . . " ujar dolken yang sudah menatapnya tajam pada mantan pacarnya itu
"bukankah kau terus berteriak kalau ada hal dan kesempatan yang ingin kau bicarakan padaku? kau tidak perlu mengulangi perkataan yang sebelumnya! jika tidak ada kata-kata yang baru , makan sebaiknya kau boleh menyingkir dan pergi dari hadapanku sekarang juga!.. " ujar dolken dengan suara tegasnya menatap wanita itu yang sudah tersimpuh dikakinya
brukkk...
"dolken ,kau tidak boleh memperlakukanku seperti ini! bagaimana pun kita pernah saling mencitai ! kau pernah bilang padaku kalau cinta mu hanya untukku seorang!
" dan kau menghianatinya dikira aku tidak tahu selama ini! aku terlalu baik karena kau dulu pernah memberiku sebuah hadiah besar, sebab itu aku membiarkanmu terus hidup sampai sekarang ini ! .. " ujar dolken dengan rasa kesalnya langsung beranjak bangun dari duduknya
yang membuat Dina pun terkejut melihat tatapan dolken padanya yang begitu sangat membenci dirinya..
"dolken..
__ADS_1