sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
Rena dan Maria


__ADS_3

"Cih!..Kaka yang benar-benar sungguh menjengkelkan !..(batin Rena) menatap dengan muaknya sama halnya dengan jila yang tak mau kalah debat didalam hatinya


"tunggu!kenapa sekarang Maria malah mengejar Rena ,apa dia ingin lakukan?..(batin jila) yang mulai sedikit curiga menatap Maria dengan tak sukanya,tak berselang lama Rena pun yang sedikit muak Melihat mereka berdua dirinya pun beranjak bangun dari duduknya


"maaf ,aku pergi ke toilet sebentar ,kalian makanlah lebih dulu tak usah perdulikan aku !" ijin Rena yang langsung beranjak bangun dari duduknya dan berdiri menoleh melihat mereka semua yang ada dimeja makan


"kebetulan sekali,aku juga tiba-tiba ingin pergi ke toilet ,lagian ini pertama kalinya aku datang kesini ,tidak salahnya kalau kita berbarengan aku tidak tahu arah ,CEO Rena aku akan pergi bersama mu 'yah ?" saut Maria dengan wajah palsunya tersenyum manis menoleh melihat Rena


"terserah!.." cetus Rena yang tak perduli dirinya pun membalikan tubuhnya dan berjalan pergi menuju toilet


"dasar wanita sialan ,aku ingin lihat trik apa yang kau lakukan padaku !..(batin Rena ) dengan diamnya terus berjalan tanpa menoleh melihat Maria yang sudah berjalan mengikuti dirinya dari belakang

__ADS_1


Tak..tak..tak..


Dan jila pun yang mulai khawatir pada sahabatnya dengan cepat dirinya pun menghentikan sarapannya dan beranjak bangun dari duduknya


"ah..gawat !aku juga harus mengikuti mereka berdua!..(batin jila)


"maaf , sepertinya aku juga ingin ke toilet,aku terlalu banyak minum pagi hari ini sehingga aku tak tahan lagi heheh.." pamit jila yang sedikit berbohong pada mereka semua yang tersisa dimeja makan dan Renata yang sudah tahu hal itu juga yang dari tadi memperhatikan Rena dengan Maria membuat dirinya pun sedikit kepo


"aku juga ikut ,aku tak mau jila berjalan seorang diri tanpa ditemani wanita secantik aku bukan hahaha..!" saut Renata yang cepat dirinya pun beranjak bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri jila ,dan tak lupa Renata pun meraih dan bergandeng tangan jila yang seakan tidak ada hal terjadi sesuatu yang membuat hati mereka sedikit curiga


Tak..tak..tak..

__ADS_1


"CEO Rena ,kau jangan berjalan begitu cepat !"protes Maria dengan sombongnya ,dan tak lupa jila dan Renata pun sudah berdiri tidak jauh dari mereka yang sedang menguntit dan mendengar kan mereka berdua yang sudah saling memanas


"sepertinya nona Maria ingin bicara sesuatu pada CEO Rena ?" bisik Renata dengan wajah keponya ,dan jila pun yang mendengar itu semakin serius menatap mereka berdua dengan diamnya


"katakan saja apa yang kau ingin katakan,aku tidak punya waktu untuk bersadiwara denganmu !" cetus Rena dengan juteknya tanpa menoleh melihat Maria yang masih berdiri dibelakangnya


"CEO Rena,kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal seperti itu ,apakah karena nona jila yang tidak menyukai ku sama sekali, jadi dia mengatakan hal buruk padamu , sehingga kau salah paham padaku ?CEO Rena,ku harap kau tidak salah paham hubunganku dengan pangeran , karena pangeran begitu sangat menyayangiku dan mencintaiku disaat masih kecil dulu ,dan pangeran juga pernah berkata padaku....dia akan melindungiku seumur hidupnya ?jadi kau jangan marah dengannya..?.."saut Maria dengan wajah melasnya memulai menghasut jalan pikiran Rena pada pangeran ,dan Rena pun yang mendengar itu amatlah kesal


"dia benar-benar menyebalkan !..(batin Rena) menggertakan giginya yang amat geregetan bersembunyi dibalik Maria yang masih bicara dengan aktingnya


"terserah !mau bagaimana pun kau berhubungan dengan pangeran,aku tidak perduli ,dan itu juga urusan kalian berdua tidak ada hubungannya denganku !" cetus Rena yang mencoba sabar dan tenang dengan kejutkan didepan Maria saat ini

__ADS_1


"tenang! tenang!..Rena kau harus tenang!..(batin Rena) yang mulai menahan rasa emosinya didepan musuhnya ,namun hal itu tidak membuat Maria puas akan jawaban dari Rena padanya


"tentu saja itu bukan urusanmu ,aku hanya ingin memberitahumu tentang hubungan ku dengan pangeran yang begitu akrab! Apa kau tahu didalam hati pangeran ,aku lah yang lebih penting dari pada wanita lain !" ujar Maria dengan pDnya memulai memprovokasi Rena dengan tatapan angkuhnya ,dan jila pun yang mendengar itu amatlah terkejut diluar nalurinya


__ADS_2