sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
memakai gaun baru


__ADS_3

"apa kapten kapal ini sungguh sangat mengenal ku?atau mungkin ini hanya tambahan hadiah dari undian itu?tapi kenapa dia memberinya atas namaku seorang ?...(batin jila ) terdiam termenung dengan hati penuh bertanya-tanya,namun berbeda dengan Rena dan Renata dengan wajah keponya mereka berdua pun dengan liciknya diam-diam ingin merebut bingkisan dari dikedua tangan sahabatnya yang masih terdiam seperti orang kebingungan


"sebaiknya aku kembalikan saja ya...eh!! Apa yang kalian lakukan ?" triak jila dengan kagetnya langsung menoleh melihat kedua sahabatnya yang sudah merebut kado bingkisan dari kedua tangannya begitu saja


"ayo , sebaiknya kita cepat membukanya hahahha!!..


"bener aku juga gak sabar isinya apa xixixixii!" saut Renata yang penuh semangat dan tak sabaran ingin melihat isi kado didalamnya yang sudah direbut oleh Rena dengan paksa dan mereka berdua pun yang tak sabaran nya langsung merobek kertas kado itu tanpa tersisa sedikit pun membuat jila pun hanya bisa pasrah menangis melihat tingkah kedua sahabatnya


"apa yang kalian lakukan,itu tidak bisa dikembalikan lagi !" triak jila dengan kesalnya berjalan menghampiri kedua sahabatnya,namun dalam sekejap Rena dan Renata pun langsung terdiam terpaku disaat membuka tutup kado ,dengan kedua mata mereka yang terbinar-binar terang melihat isi kado didalamnya


"wahh~~! ternyata kapten kapal ini bermurah hati juga ya!!!..

__ADS_1


"bukankah gaun ini adalah karya desainer yang terkenal dunia !" tanya rena dengan takjubnya menatap gaun berwarna putih yang penuh butiran berlian dimana-mana, justru sebaliknya jila yang melihat isi kado itu membuat dirinya tak enak hati


"ya ,ampun ini terlalu berharga banget ,aku tak sanggup bila 1 butir hilang dari gaunnya , sebaiknya aku cepat kembalikan lagi dari pada nanti dia minta rugi, itu cukup mahal ,aku tidak sanggup membayar ataupun membayangkan hal seperti ini! " ujar jila yang mulai sedikit cemas melihat isi kado didalamnya,dan Rena pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat sahabatnya


"bukankah kau sudah mendata'tangani surat penerima ,kenapa kau tak terima saja ,lalu kau coba siapa tahu saja baju ini banyak keberuntungan untuk kita semua, bagaimana?" saran Rena tersenyum semangat memujuk sahabatnya sembari memainkan halisnya naik turun beberapa kali dan tentunya Renata pun tak mau kalah memujuk jila untuk memakai gaun yang mereka kagumi , membuat jila pun dengan pasrah tanpa menolak ,dengan cepat dirinya pun Menganti baju dengan apa yang mereka inginkan meskipun didalam hatinya sedikit berat hati namun dengan nalurinya akhirnya jila pun mau memakai gaun berwarna putih yang berkilau dimana-mana


Beberapa menit kemudian..


"tunggu! rasanya masih kurang sesuatu ...." tanya Renata yang mulai melihat dan memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki sahabatnya yang begitu detail


"benar ,aku juga sama berpikir seperti itu .." saut Rena terdiam sejenak memperhatikan raut wajah sahabatnya yang sedikit polesan ,sembari memegang dagunya yang berpikir keras ,namun dalam bersamaan mereka berdua pun saling menoleh satu sama yang lainnya dengan tatapan liciknya , membuat jila pun sedikit terkejut melihat ekspresi wajah mereka berdua yang cukup sangat menyeramkan

__ADS_1


"ayo nona manis ,sini biar aku membantumu xixixixi!....


" benar ,jangan takut kakak juga akan memperbaiki wajahmu itu hahahah!...


"tapi ,kenapa ekspresi wajah kalian mendadak begitu sangat menyeramkan!apa kalian ingin memakanku!" triak jila yang mulai panik melihat kedua sahabatnya yang sudah membawa alat Mike up dikedua tangan mereka yang begitu amat geregetan


"shutttttt!... diamlah gak usah berteriak begitu duduklah dengan tenang .." bujuk rena yang mulai memegang bahu jila agar duduk dikursi yang sudah mereka siapkan ,dan tentunya mereka berdua pun memulai mempermak wajah dan rambut jila dengan hati-hati dan sedikit bercanda dikala Rena ingin menempelkan bulu mata palusnya kepada sahabatnya yang tak mau diam itu


"jila!!....


"sorry...

__ADS_1


__ADS_2