
beberapa jam kemudian..
mereka pun sudah sampai dikediaman gosto yang sudah disambut oleh beberapa bodygaur yang sudah berjajar rapih menyambut tamu istimewanya yang sudah melangkah turun dari mobilnya, yang membuat jila pun tercengang melihat pemandangan diluar sana yang sudah turun dari mobilnya sembari memegang tangan suaminya Itu yang sudah membantunya melangkah berjalan dengan hati-hati ..
Dan gosto pun dengan cepat berjalan dengan senangnya menyambut temannya Itu yang sudah saling berpelukan dengan penuh kerinduan, yang membuat jila pun terdiam sejenak memperhatikan kedua laki-laki Itu
"dolken!kau akhirnya datang juga digubukku yang murahan ini! " ujar gosto yang suka merendahakan dirinya sendiri didepan sahabatnya Itu sembari menepuk punggung sahabatnya Itu beberapa kali sama halnya dengan dolken yang juga sama-sama menepuk punggung sahabatnya Itu yang Tak mau kalah, dan mereka pun melepaskan pelukannya yang Tak sengaja gosto pun melihat wanita yang sudah tersenyum padanya dengan ramahnya
"hai! selamat.. " sapa jila dengan canggungnya menyodorkan tangannya yang ingin berjabat tangannya kepada laki-laki Itu yang sudah berdiri menatapnya
"wah! ternyata kau adalah adik ipar!orang yang dapat membuat dolken menikah dengan senang hatinya!memang bukanlah orang yang biasa! " ujar gosto yang sudah menyambut jabatan tangannya yang begitu hangat
"ppfffttt... tidak, ko , justru aku mendengar kalau kaka ipar lebih punya banyak cara untuk menaklukan seorang para gadis bukan? " saut jila yang sudah senyum ramahnya menatap gosto yang sudah menampakan wajah terkejutnya sembari melirik sahabatnya Itu yang sudah berdiri disampingnya
"dasar bocah! apakah kau membicarakan semua rahasiaku kepada istrimu Itu? " bisik gosto dengan suara pelanya menatap sahabatnya Itu dengan wajah kesalnya
"tidak Ada rahasia diantara kami! " saut dolken dengan santainya , yang membuat gosto pun sedikit kecewa menatap sahabatnya Itu
"bagus, ternyata kau sangat kejam, lalu mana hadiah pernikahanku? " ujar gosto dengan wajah juteknya mengadahkan tangannya kearah sãhabatnya Itu yang meminta hadiah pernikahanya, yang membuat dolken pun langsung melambaikan tangannya kearah seketarisnya Itu yang Tak jauh darinya, yang membuat rajá pun sudah paham dengan isarat tangan tuannya Itu
__ADS_1
"baik, bawa keluar sekarang! " pinta rajá pada anak buahnya Itu
Tak berselang lama..
hadiah pun datang sebuah mobil sport edisi terbaru yang sudah berjalan menghampiri tuannya yang sudah berdiri menunggunya yang sudah terparkir yang berbagai warna dan model
grungg... grungg...(suara mobil)
"pilihlah Salah satu, aku tahu kau sudah lama mendambakan ketiga mobil ini bukan? tapi Hari ini aku hanya bisa memberikan satu mobil saja! sisanya tunggu sampai kau punya anak perempuan! " ujar dolken yang sudah memberitahukan pada sahabatnya Itu dengan senyum liciknya, yang membuat gosto pun langsung terdiam dengan wajah bengongnya
"kenapa anak perempuan? "tanya gosto dengan wajah binggungnya yang membuat dolken pun melirik perut istrinya Itu yang membuat gosto pun terkejut bukan main yang langsung merangkul sahabatnya Itu yang amat senangnya
"bocah ini kau sungguh hebat! aku Tak menyangkan kau begitu cepat mencari calon anakmu Itu yang belom terlihat sama sekali! " saut gosto yang sudah amat senang dan bahagianya menatap sahabatnya Itu, yang membuat jila pun tersenyum senang melihat tingkah kedua laki-laki Itu yang begitu koyol
"kemari sebentar! dolken, aku ingin bicara sesuatu padamu, kau harus siapkan mentalmu lebih dulu . . "pinta gosto yang sudah menarik sahabatnya Itu dengan suara pelanya
"memangnya Ada masalah apa ?begitu serius sekali? " tanya dolken yang sudah menatap sahabatnya Itu dengan wajah sedikit penasaranya
"jangan bilang padaku kalau semua mantan pacarmu Akan datang ! " ledek dolken yang sudah menatap sahabatnya Itu yang membuat gosto pun semakin kesal dibuatnya
__ADS_1
"bukan aku tapi kau! 💢tidak disangka dia mengenal calon istriku, kali ini dia Akan jadi pengiring pengantin wanitaku! " bentak gosto yang sudah menampakan wajah kesalnya sembari menujuk sahabatnya dengan jarinya yang membuat dolken pun terdiam sejenak
"siapa yang kau maksudkan itu? " tatap dolken mengkerutkan halisnya yang membuat gosto menghelang nafas beratnya
" uhuMaria Braga dia sudah kembali!" saut gosto dengan kesalnya melipat kedua tangannya didadanya yang membuat dolken pun langsung terkejut dengan mata melotot
"apa!! Maria Braga sudah kembali?
"jika jila tahu masa lalu ku dengan Maria.. apakah jila Akan... apakah aku harus menjelaskannya padanya? . . (batin dolken) terdiam sejenak dengan pikiranya
"kau ternyata masih belom bisa melupakanya? . . Maria sudah banyak berubah beberapa waktu ini, masalah waktu Itu...
"masa lalu adalah masa lalu, tidak Ada jalan untuk kembali, kau tahu sendiri aku sudah menikah dan Akan menjadi seorang ayah , semua ini, tidak perlu diungkit lagi kembali! . . " ujar dolken yang sudah memotong pembicaraan sahabatnya Itu dengan keputusannya yang sedikit amat Berat tapi apalah daya dirinya sudah memulai jatuh cinta pada istrinya Itu
"baiklah, apapun keputusanmu aku Akan selalu mendukungmu ! tapi apakah kau berencana ingin menjelaskan ini pada istrimu ? " tanya gosto yang sudah menatap sahabatnya Itu dengan seriusnya sembari menepuk pundaknya beberapa kali
"Itu tidak perlu, karena memang tidak Ada apa-apa diantara Kita ! " saut dolken dengan wajah santainya, yang membuat jila pun merasa kesal dan curiga pada kedua laki-laki yang bicara begitu lama menjauhi dirinya, dengan insiatifnya jila pun berjalan menghampiri mereka dengan wajah penasaranya
"apa yang sedang kalian bicarakan begitu lama? " triak jila dengan suara kerasnya menatap punggung kedua laki-laki Itu yang sudah berjalan menghampirinya, yang membuat dolken dan gosto pun terkejut dengan wajah bersalahnya mendengar suara Itu
__ADS_1
"aiyy.... bukan apa-apa, hanya pembicaraan antara laki-laki, ayo, cepat aku Akan membawa kalian kerumahku, ayo, ayo... hehehe... "saut gosto yang sudah tersenyum bersalahnya yang sudah menggaruk kepala belakangnya yang Tak gatal Itu beberapa kali sembari menggiring mereka berjalan masuk kediamannya, yang membuat jila pun merasa curiga pada suaminya Itu dengan wajah kesalnya
"aku merasa Ada sesuatu yang disembunyikan dariku?.. (batin jila) yang begitu tajam dengan perasaanya saat ini