
"kalian silahkan duduk , ohh.. iya apa nona jila adalah orang lokal? dan sekarang kerja dibidang apa? .. " ucap rangga pada jila dengan wajah penasaranya
"apa orang ini sedang sensu ?.. (batin jila) yang terdiam sesaat yang membuat Dina pun yang mendengar itu langsung menjawabnya
"jila berkerja di kantor cabang group keluarga batara di kota ini !.. " ucap dina dengan semangatnya yang membuat jila pun merasa tak senang dengan wajah bengongnya
"dina, kenapa kamu..
"aku dan jila bukanlah orang lokal,tapi sekarang sudah termasuk orang lokal, karena sudah menetap disini.. " ucap dina yang panjang lebar dan menghiraukan apa yang jila katakan padanya dengan wajah Ramah nya
"selama aku tahu siapa namanya dan dimana dia berkerja, maka akan mudah aku selidiki.. (batin rangga) yang cukup senang di dalam hatinya
"ahh, maaf! aku pergi ke toilet sebentar .. " ucap dina yang sudah beranjak bangun dari duduknya yang membuat jila pun langsung melihat sahabatnya itu yang sudah berdiri di belakang dirinya
"apakah aku perlu menemanimu? . . " tanya jila pada sahabatnya itu
"tidak perlu , aku bisa pergi sendiri! kalian makanlah dulu, aku hanya pergi sebentar tak usah menghiraukan aku.. " ucap dina yang sudah berjalan menuju pintu keluar dengan wajah senangnya
krakk... (suara pintu di tutup)
__ADS_1
"CEO rangga memerintahkan agar kalian tidak perlu berdiri disini untuk menunggu, supaya mudah bagi orang untuk keluar masuk . . " ucap dina yang sudah memerintahkan beberapa bodyguard nya untuk pergi dari sini dan mereka pun tanpa ada curiga langsung berjalan pergi dari tempat itu dan dirinya pun ingin memotret kedua orang yang ada di dalam sana dengan diam-diam yang sudah mengeluarkan henponenya dan memotretnya dari balik pintu yang tidak terlalu rapat itu
ckrek.. ckrek.. (suara photo)
"jila putri, kamu telah mengalami banyak hal, tapi kamu masih tidak punya otak! kamu begitu bodoh dan sangat mudah tertipu, bila aku tidak membohongimu, maka aku harus membohongi siapa? . . " ucap dina dengan suara kecilnya sembari menatap photo dengan wajah liciknya di balik pintu itu yang sudah dia tutup lagi secara perlahan
beberapa jam kemudian..
mereka pun yang sudah selesai berjalan keluar restoran menuju parkiran mobil
"ahh, rupanya kamu adalah rangga Samuel Johnson dari group keluarga Johnson ! aku benar-benar minta maaf pada hari itu.. " ucap jila pada laki-laki itu dengan wajah bersalahnya yang membuat dina pun merasa terejut mendengar itu yang sudah ada di sampingnya
"hari itu? hari yang mana? apa mereka sudah saling bertemu sebelumnya? tidak di sangka ternyata jila putri sangat beruntung! belom lama di kota ini, tapi sudah memiliki hubungan dengan dua laki-laki idaman.. (batin dina) yang sudah memperhatikan mereka berdua
"ahh? latar belakang apa? bukankah dia adalah CEO Group keluarga Johnson? .. " tanya jila pada sahabatnya sembari melihat laki-laki itu yang sudah terseyum padanya
"aku tidak memiliki latar belakang yang hebat, kali ini aku datang ke kota ini juga termasuk pemula! kedepanya jika aku memperlukan bantuan dari kalian berdua, kau harap kalian tidak keberatan untuk memberikan pencerahan!.. " ucap rangga dengan rendah hatinya yang membuat dina pun langsung terdiam menatap laki-laki itu yang sudah terseyum pada sahabatnya itu
"kami memberikan pencerahan! tampaknya laki-laki ini benar-benar tertarik kepada jila bagus sekali!.. (batin dina) yang sudah terseyum penuh senang
__ADS_1
"baiklah, penghargaan CEO rangga sungguh tidak mudah di dapatkan !
"ohh.. iya bagaimana kalian berdua pulang? apakah ingin aku mengantar kalian berdua pulang?.. " tanya rangga pada mereka berdua
"kebetulan sekali! jila tidak bisa mengemudi kebetulan dapat meminta bantuan dari CEO rangga untuk mengantarkan pulang itu juga kalau tidak keberatan. . " ucap dina yang sudah terseyum ramah pada laki-laki itu yang membuat jila pun merasa terkejut mendengar itu dengan wajahnya yang sudah berbalik menatap sahabatnya itu dengan wajah bengongnya
"!?!?
"nanti aku akan pergi ke rumah sakit untuk di suntik, jadi tidak bisa mengantarmu, maafkan aku jila, tapi CEO rangga ini sangat dapat di andalkan . . " ucap dina yang sudah membisikan kearah telinga sahabatnya itu yang hanya terdiam dari tadi dengan sontak dina pun langsung mendorong pundak jila kearah laki-laki itu dengan tiba-tiba sehingga jila pun kaget dan tersandung menabrak dada bidang yang kokoh itu
"hah!!..
"jila, kamu jangan keras kepala , aku tidak tenang membiarkanmu pulang sendirian meski menurutmu itu dekat tapi aku sangat kuwatir, jadi lebih baik membiarkan CEO rangga untuk mengantarmu pulang iya'kan CEO rangga!
"emm..apa kamu tidak apa-apa'kan?.. " ucap rangga yang sudah menatap jila yang sudah ada di pelukanya yang membuat jila pun sontak menghindar dan berdiri dengan benar dari laki-laki itu
"maaf kan aku! kalau begitu aku akan menyusahkanmu ! .. " ucap jila dengan wajah gugupnya
"tidak apa, justru ini adalah kehormatan untuk ku ! ..
__ADS_1
" dina kau ini, benar-benar deh, dia juga tidak perlu mendorongku 'kan? . . (batin jila) yang sudah sendikit malunya dengan wajahnya yang sudah merah merona yang terjadi barusan
dan dina pun dengan seyuman liciknya dan tak lupa mengabadikan momen itu yang diam-diam memotretnya lagi dengan henpone miliknya