
"perutku sangat lapar ,Aku ingin melahap daging pahaku yang montok ! " protes jila dengan wajah laparnya dengan cepat mengambil daging ayam diatas piringnya dengan lahap dan tak perdulikan dolken yang sudah tersenyum bahagia , dengan insiatifnya dirinya pun perlahan menghampiri istrinya yang sedang makan dan jila pun yang sadar langsung menoleh menatap suaminya yang sudah memegang kedua pipi kearahnya , yang membuat dolken pun yang tak sabarannya ingin mencium jila yang masih mengunyah makanan didalam mulutnya yang penuh , dan jila pun yang melihat itu dengan cepat mengalihkan wajahnya kearah lain
"kenapa Kau ingin...
"karena aku merindukanmu... aku sudah seminggu tidak melihatmu .. " saut dolken dengan kejujurannya memotong kalimat istrinya dengan tatapan lekatnya yang penuh kerinduan dikedua sorot matanya yang sayup, yang membuat jila pun yang mendengar itu terdiam sejenak dengan tatapan wajahnya yang sedikit bersalah
"aku tahu bagaimana perasaanya padaku tapi... meskipun aku ingin bersamanya , lalu memangnya kenapa? dengan apa, aku bisa bersaing dengan ibunya dolken ya tuhan? saat dolken masih kecil dulu , seluruh keluarganya yang berisikan tiga orang mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang, ayahnya dolken juga tidak diketahui keberadaanya dimana dulu hingga sekarang ini, Demi melindungi dolken , kedua kaki ibunya dipatahkan oleh mobil yang menimpa dirinya yang begitu tragis disaat kecelakaan tunggal terjadi, karena pengorbanan ibunya . . membuat dolken pun tidak bisa menolak permintaa ibunya yang sudah menekan anaknya sendiri , karena itu dolken sangat dilema dan bingung , jadi lebih baik aku mengorbankan cintaku dan diriku sendiri ! maaf aku begini juga untuk kebaikan Kita berdua .. (batin jila) tertunduk lesu dengan keputusan yang dibuat olehnya kepada dolken dengan hati beratnya, namun dengan tiba-tiba dolken pun dengan cepat menyodorkan sebuah kotak berwarna hijau muda diatas paha istrinya yang sudah disiapkan sebelomnya, dan jila pun yang melihat kotak diatas pahanya sedikit kaget yang langsung mengadahkan wajahnya menatap dolken dengan sedikit penasaran
__ADS_1
"bukalah, semua ini sudah aku siapkan untukmu! " Pinta dolken dengan suara pelannya dan tak berani menatap jila dengan wajah sedikit malunya dikedua pipinya yang merah merona dan jila pun yang memperhatikan wajah suaminya sedikit curiga
"hei.. hei!.. kenapa wajahnya memerah begitu? Ada apa ini sebenaranya? semakin penasaran saja!.. (batin jila) dengan wajah penasaran dengan cepat dirinya pun mengelap mulutnya dengan tangannya dan membuka kado yang membuat dirinya sedikit bingung dengan Mata bulat tidak percaya melihat baju berwarna pink muda yang terpangpang nyata
" apa maksudnya ini? dia memberikan Ku baju lingerie?.. (batin jila) yang terdiam cangung dengan wajah merah dipipinya memandangi baju yang sudah dipegang kedua tangannya
"ehhh? ?!!!!!.....
__ADS_1
"malam ini, tinggallah disini, Kau jangan khawatir , malam ini aku tidak akan melakukan apa-apa , aku hanya ingin . .. tidur sambil memelukmu ! " Pinta dolken sekali lagi dengan wajah berharapnya tapi tak berani saling tatap satu sama lainnya dengan wajah cangung dan gugupanya dikedua belah pihak yang masih duduk diam-diaman
"meskipun alasanya sangat kaku.. tapi, ini terlalu tiba-tiba.. (batin jila) terdiam sejenak dengan pikiranya, dan dolken pun dengan insiatifnya beranjak bangun dari duduknya
"aku akan membantumu menyiapkan air hangat !agar Kau juga bisa membersihkan tubuhmu! " ujar dolken dengan Rasa bahagianya dengan cepat berjalan pergi menuju kamar Mandi, yang membuat jila pun langsung menempuk jidatnya dengan hati was-wasnya
"bodoh! kenapa aku malah tak dapat menolaknya!!!! tapi, aku bahkan sedikit merasa senang !!! jila !!! Kau tegaslah sedikit kenapa Kau luluh begitu!! . . (batin jila) yang meronta tak karuan dengan perasaan yang campur aduk yang tak bisa dikendalikan
__ADS_1