sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
perasaan senang satu sama lainnya


__ADS_3

"dolken, tuan mahesa itu adalah seorang konfusianisme yang hebat, kau jangan memperlakukan tuan mahesa seperti ini, itu sangatlah tidak sopan! " bentak jila dengan suara kerasnya memarahi dolken didepan mahesa yang membuat dolken pun dengan rasa kagetnya menoleh melihat jila dengan diamnya


"kau itu terlalu gegabah! "ujar jila yang menurunkan nada suaranya sedikit sembari menatap suaminya dengan kesalnya dan menoleh lagi melihat mahesa yang ada dihadapanya dengan rasa bersalahnya


"maaf tuan mahesa, dia adalah suamiku, barusan dia salah paham dan mengira kalian ingin mempersulitkannya , sebab itu... Aku sekali lagi minta maaf atas nama suamiku! " ujar jila dengan suara lembutnya tersenyum ramahnya menatap mahesa dengan sopannya, dan dolken pun yang mendengar itu hanya bisa membuang muka kearah lain dengan juteknya yang sudah melipat kedua tangannya didadanya


"hmph!!..


dan jila pun langsung melirik dolken dengan kode matanya yang amat marah melihat suaminya itu dengan rasa tak bersalahnya


" ekkhhh... apa? "tanya dolken dengan cueknya melihat istrinya yang sudah membalikan tubuhnya sembari meraih dan memegang tangan dolken berjalan menyeret suaminya dengan cepat

__ADS_1


" ooh iya,maaf kami pergi duluan, nanti biar tuan rangga yang memperjelaskan masalah ini kepada kalian semua! dah... sampai jumpa! "triak jila dengan suara sedikit kerasnya memberitahukan kepada mereka dengan wajah terburu-burunya berjalan sembari menyeret dolken dari hadapan mereka , dan dolken pun hanya bisa terdiam dengan kesalnya mengikuti langkah jila dari belakangnya, dan dirinya pun langsung meronggoh ponselnya dari dalam saku jasnya


tak... tak... tak...


" halo, dengarkan aku! selidiki keluarga mahesa dengan detailnya ! karena kedepanya kita ingin mendapatkan pijakan dikota k, maka kita akan melakukan operasi terhadap keluarga mahesa lebih dulu! "pinta dolken kepada seketarisnya disebrang Sana namun dengan cepat jila yang mendengar itu langsung merebut ponselnya dari genggaman dolken dengan wajah kesalnya


"tunggu! kau tidak boleh melakukan hal itu! raja, apakah kau ingin lembur lagi tanpa henti? "protes jila dengan suara tegasnya kepada raja disebrang Sana


"eh? nyonya muda , rupanya anda ada disampingnya.. " tanya raja dengan wajah bingungnya disebrang Sana


"ckk.. ternyata tikus tanah ini berani sekali menentangku!.. (batin dolken) yang sudah menoleh menatap jila dengan dinginya

__ADS_1


" beri aku alasan ! "tanya dolken singkat


"aku ingin lihat bagaimana kau menyakinkan diriku jila! .. (batin dolken) dengan diamnya menatap istrinya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit ragu ingin mengatakannya


" ah?anggap Saja sebagai mengasihani! orang tua yang kehilangan putri kesayangannya , bukankah kita juga berstatus orang tua sekarang, jadi kita harus mengumpulkan kebaikan untuk anak kita . . " saut jila dengan suara khasnya menyakinkan dolken dengan rasa berharapnya sembari mengusap perut buncitnya dengan perlahan, yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat Terkejut


"apa dia bilang.. kita! . . (batin dolken) yang sudah menampakan wajah tersenyum senangnya didalam hatinya menatap jila


"baiklah, karena mu , aku tidak akan perhitungan untuk sementara ! tapi, jika mereka masih menjodohkanmu dengan rangga lagi, jangan salahkan aku bila aku bertidak lebih cepat! "ujar dolken dengan suara khasnya memberitahukan kepada istrinya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan mata melototnya


"apa? jangan-jangan dia marah karena ini?.. (batin jila) yang sudah merasakan detak jantungnya lebih kencang didalam Sana, namun tak sengaja melihat cincin pernikahan dijari manis suaminya dengan wajah bengongnya

__ADS_1


"tunggu! bukannya dia sudah kembali bersama Maria ? tapi, kenapa dia masih menggunakan cincin ini? . . (batin jila) yang sudah merasakan hatinya yang masih ada harapan untuk suaminya dengan wajah senangnya didalam hatinya menatap dolken dengan diamnya, namun seseorang dipojokan Sana sangat marah dan cemburu melihat mereka berdua yang begitu romantic yang tak lain adalah Maria dengan cepat perjalan menghampiri mereka berdua dengan gayanya


tak... tak... tak...


__ADS_2