
" baiklah, karena CEO rangga sudah berkata seperti itu, maka untuk sementara aku akan percaya, tapi, aku tidak akan membiarkan jila dibohongi lagi oleh orang lain ! "ujar rena dengan suara tegasnya menatap rangga dengan seriusnya yang membuat rangga pun tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya sedikit, namun tak berselang lama alea dan mahesa pun berjalan masuk sembari membawa sesuatu dari tangannya menghampiri mereka
klik... (suara pintu)
"ini ambilah,obatnya sudah aku buat , setelah jila sadar berikanlah suruh dia meminunnya sampai habis! " pinta alea dengan suara lembutnya menyodorkan obat ramuannya kearah rena dan rena pun dengan cepat mengambilnya dari tangan alea dengan penuh hati-hati
" baik dan terimakasih nyonya alea kami sudah merepotkan kalian sekali lagi.. " saut rena yang sedikit tidak enak hati tersenyum ramah menatap mereka berdua, namun dalam sekejap alea dan mahesa pun saling padang satu sama lainnya dengan perasaan sedikit ragu
"tidak perlu sungkan, ohh iya nona rena, ada satu hal yang ingin aku mohon padamu, kau adalah teman baiknya jila putri , jadi mungkin lebih baik kau yang membantuku untuk melakukannya ! " pinta alea yang penuh sedikit hati-hati menatap rena dengan wajah sedikit memohonnya
__ADS_1
"katakan saja, nyonya alea apa yang harus aku bantu untuk kalian? " saut rena dengan sedikit rasa penasaran menatap alea dengan seriusnya, dan tak lupa rangga dan renata yang sudah tahu dan paham dengan cepat berpamitan kepada mereka dan beranjak pergi dari ruangan , yang membuat alea pun dengan leluasanya memberitahukan dengan detailnya kepada rena dengan wajah berharapnya
beberapa menit kemudian..
jila pun yang sudah sadar perlahan membuka matanya sedikit demi sedikit dengan dikepalanya yang masih amat berat
"jila, kau sudah sadar , kita ada dirumah kediaman mahesa apa kau lupa sebelomnya kau yang pinta ingin pergi kerumah ini? " saut rena dengan wajah sedikit cemasnya menatap sahabatnya yang duduk disamping ranjangnya
"hmm.. maafkan aku membuatmu khawatir lagi! " ujar jila yang sedikit rasa bersalahnya menatap sahabatnya yang sudah ada disampingnya
__ADS_1
"tidak usah dipikirkan itu sudah hal biasa bagiku , oh iya , barusan saat kau pingsan, nyonya alea sudah memeriksa nadimu, dia bilang tubuhmu baik-baik saja, dan anakmu juga tidak apa-apa! " saut rena dengan singgap beranjak bangun dari duduknya dan tak lupa membantu jila yang ingin memposisikan tubuhnya bersandar duduk ditepi ranjang dengan perlahan
"anakku, baguslah kau baik-baik saja nak, maaf ini salah ibu , kedepannya ibu tidak akan berbuat seperti ini lagi ! " ujar jila dengan sedikit rasa bersalahnya menatap perutnya dan mengelusnya secara perlahan berulang kali dan rena pun dengan tatapan sedikit ragunya duduk disamping sahabatnya
"jila, sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan, barusan nyonya alea bilang kalau dia ingin bertanya padamu tapi,dia sedikit gugup ,jadi aku menyampaikan pesan ini, apakah kau bersedia menjadi anak angkat keluarga mahesa ? aku tidak akan memaksamu itu terserah padamu!" bujuk rena dengan suara sedikit pelannya menatap jila dengan seriusnya yang membuat jila pun langsung terdiam sejenak menatap sahabatnya
"sebenarnya aku juga punya pikiran seperti itu, tidak tahu kenapa , keluarga mahesa selalu memberiku rasa nyaman dan tenang.. walaupun suatu saat aku akan bercerai dengan dolken , mungkin keluarga mahesa dapat menjadi tempat terakhir untuk memulihkan diriku, rena, menurutmu apakah aku merasa sedikit keterlaluan? mengandalkan mukaku yang mirip dengan almarhum yuri katy, dan tidak ingin pergi dari keluarga mahesa! .. "ujar jila dengan kejujurannya didalam hatinya namun dirinya sedikit ragu akan hal yang dia miliki , dan alea pun yang sudah mendengar dibalik pintu yang berdiri dari tadi dengan cepat berjalan masuk menghampiri jila dengan tatapan rasa harunya
brakk... (suara pintu)
__ADS_1