
"bagaimana mungkin?bahkan dia juga belom pernah melihat kita sekali pun , bagaimana mungkin mereka bisa menyukai kita ? mungkin karena mereka tahu indentitas kita bertiga , makanya mereka memperlakukan kita dengan special? kemungkinan ini lebih masuk akal bukan ?"ujar jila yang membenarkan pikiran kedua sahabatnya dengan nalurinya
"hahaha..memang benar , justru aku sangat setuju pendapat jila ,jadi kau jangan terlalu kePDan hahaha..." saut Renata tersenyum puas meledek sahabatnya yang sedikit kecewa diraut wajahnya ,Namun lagi-lagi Pendi pun datang membawa stik daging rusa yang special diatas nampannya
"selamat menikmati dan selamat makan nona-nona .." ujar Pendi tersenyum ramah meletakan makanan nya diatas meja , membuat mereka bertiga pun terkejut dengan wajah bengongnya melihat menu diatas meja,yang membuat jila pun memberanikan dirinya dengan tatapan tak sukanya
"tunggu! Apa itu dari kapten mu lagi yang menyurumu datang membawa makanan ini?"tanya jila dengan suara tegasnya beranjak bangun dari duduknya dan berjalan melangkah menghampiri Pendi yang tak jauh dari dirinya membuat Pendi pun langsung terdiam gugup yang tak berani melihat jila dihadapannya
"aku tanya sekali lagi,siapa kapten kapal ini?atau , jangan-jangan kalian tahu siapa kami?dan keuntungan gratis ini sebenarnya hanya ingin menargetkan kami bukan?atau mungkin...kapten kapal kalian ingin meminta bantuan dari keluarga grup Batara atau mungkin keluarga Jhonson ?jawab aku kenapa kau diam begitu?..uhulangsung keintinya saja ... sebenarnya apa yang diinginkan kapten kapal kalian?.." ujar jila yang terus menekan Pendi dengan tatapan tajamnya , dan Pendi pun semakin kikuk tak bernapas disaat jila menekan dirinya dengan pertanyaan yang membuat dirinya semakin ketakutan dengan wajah gugup mengeluarkan keringat yang begitu banyak diatas dahinya
"aku tidak tahu ..aku hanya petugas mengantar barang dan makanan aku tidak tahu apa-apa yang nona maksudkan!" triak pendi dengan wajah nerpesnya memejamkan matanya disaat jila memadang kedua matanya yang begitu tajam
__ADS_1
"sepertinya dia tidak akan mengatakannya..(batin jila) dengan pasrahnya langsung memundurkan tubuhnya dengan wajah sedikit kecewa
"sudahlah,kau pergilah , dan jangan terus berdiri didepan kami bertiga lagi !" pinta jila dengan nada tegasnya membuat Pendi pun menghelang nafas leganya
"uhubaik nona !" pamit Pendi mengelus dadanya dan berjalan pergi dengan cepatnya meninggalkan mereka bertiga , namun berbeda dengan Rena dan Renata yang hanya bisa terdiam kagum melihat sikap jila yang tak biasa
"hei!apa kau sadar , semenjak kembali liburan dari kampung desa bunga beberapa hari yang lalu ,jila putri jadi terlihat lebih berwibawa ?"bisik Rena dengan suara pelannya menyodorkan bibirnya kearah telinga Renata dengan wajah sedikit heran tak biasa ,dan jila pun yang tak ambil pusing lagi dirinya pun duduk kembali dan melahap kue kedalam mulutnya yang penuh
"ahh!! ternyata dia tidak boleh dipuji sama sekali !" sindir Rena dengan wajah merah malunya, dan Renata pun yang mendengar dan melihat itu hanya bisa tersenyum kecil menutup mulutnya yang menahan tawanya
"xixixixi....
__ADS_1
beberapa menit kemudian..
jila pun yang sudah selesai dengan makanannya bergegas beranjak bangun dari duduknya yang sedikit tergesa -gesa
"ampun deh ! sorry, kalian berdua makan duluan saja ,aku kebelet ingin ke toilet sebentar !" ujar jila dengan wajah entengnya
"apa perlu aku temani ?" tanya rena
"tidak usah kau makan saja ,aku bisa sendiri lagian Deket gak jauh dari sini ko!" tolak jila dengan santainya membalikan tubuhnya berjalan pergi dengan hati-hati
"oke , kalau begitu cepat kembali!" triak Rena yang masih nanggung dengan makanan nya yang belom abis
__ADS_1
"EMmm...