sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
jila yang marah


__ADS_3

"beberapa jam kemudian..


mereka pun akhirnya pulang dan berjalan masuk kedalam villa termasuk mereka bertiga, namun dengan tiba-tiba , dolken pun langsung menahan rena dengan tangannya didepan pintunya yang membuat rena pun sedikit terkejut


"CEO rena, aku sudah bilang pada gosto untuk membersihkan kamar sebelah untukmu , sekarang kau pindah kesana , tubuh jila semakin tidak nyaman sekarang, lebih baik aku yang menjaganya disini! " pinta dolken dengan suara khasnya kepada rena, yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut diruangan lain yang sedang mengganti pakaian nya


"apa yang dia katakan? dia ingin menjaga ku dikamarku? .. (batin jila) dengan diamnya sembari mengganti baju santainya


"baiklah tidak masalah, aku akan pindah kesebelah , asalkan jangan suruh aku pindah bersebelahan dengan bosku itu! .. " cetus rena dengan suara juteknya langsung membalikan tubuhnya dan berjalan pergi sebelah kamarnya, dan dolken yang tak sabaranya langsung berjalan menemui istrinya yang sedang mengganti bajunya


"aku sungguh tidak mengerti apa yang dia pikirkan? . ." dumel jila yang masih sedikit kesalnya kepada suaminya, yang membuat dolken pun yang mendengar itu langsung memeluknya dari belakang

__ADS_1


"uuhh.. begitu terburu-buru apa kau ingin melemparkan diri dari pelukanku ? ayolah, marahmu seharusnya sudah reda 'kan? " ujar dolken dengan senyum ledeknya memeluk istrinya dari belakang yang begitu erat


"omong kosong , tentu saja tidak.. (batin jila) yang sudah menampakan wajah cemberutnya


"malam itu, Maria benar-benar sakit, aku bukannya sengaja ingin membantalkan janji! " ujar dolken yang memberitahukan kepada istrinya malam itu dengan suara lembutnya, dan jila pun yang mendengar itu terdiam dengan wajah marahnya


"baik, aku tanya sebuah pertanyaan untukmu , siapa aku didalam hatimu ? apakah kau pernah benar-benar menganggapku sebagai istrimu ? "bentak jila dengan rasa keberaniannya bertanya kepada suaminya itu dengan marahnya yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat terkejut bukan main dengan mata melototnya , namun dalam sekejap dolken pun tersenyum kecil sembari mendekatkan bibirnya kearah telingan istrinya


"dolken, kau sudah bilang! ahh.. maaf , aku tidak mengganggu kalian 'kan? " ujar Maria yang datang tiba-tiba memotong kalimat dolken dengan Sengajanya yang inging mencari dirinya,yang membuat dolken pun berhenti sejenak dan menoleh melihat Maria yang sudah ada dibelakangnya


"bagus, tampaknya , aku tepat waktu! . . (batin Maria) yang tersenyum liciknya melihat mereka berdua

__ADS_1


" ada apa? " tanya dolken dengan suara khasnya menoleh melihat Maria dengan kesalnya


"gosto barusan ada urusan mencarimu , sepertinya dia ada urusan penting! " saut Maria dengan suara lembutnya, yang membuat dolken pun langsung menoleh melihat istrinya lagi dengan rasa sedikit kesalnya


"jila, bisakah tunggu sebentar aku akan datang kembali lagi! " pamit dolken dengan suara lembutnya kepada istrinya dan langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi meninggalkan jila dan Maria yang masih berdiri ditempatnya masing-masing, dan jila pun yang masih terdiam berdiri merasakan kecewanya yang sudah salah paham kepada suaminya dengan perkataannya barusan


"apa! dia barusan bilang tidak!.. apakah maksudnya dia, tidak akan mencintaiku? lagi-lagi kenapa aku gede rasa kepadanya , ya tuhan kenapa hatiku sangat sakit sekali!.. (batin jila) yang terdiam sejenak dengan perasaannya yang begitu marah, kesal, dan kecewa kepada suaminya itu


"jila, jangan salahkan aku bila aku banyak bicara,kau sedang hamil sekarang , jangan pergi sembarangan , bisakah kau jangan membuat orang khawatir ? kau begitu egois , itu akan mudah mengalihkan perhatian dolken! " sindir Maria dengan suara khasnya sembari melipat kedua tangannya didadanya dengan wajah palsunya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat amat kesal dan marah


"nona Maria, meskipun kau menyukai dolken , aku mohon tunggulah sampai kami bercerai sebelom bicara " dolken kalian " oke? setidaknya sekarang dia adalah suamiku yang sah dimata hukum , dan ini juga adalah masalah kami sendiri, harap kau yang bukan siapa-siapa jangan ikut campur urusan kami oke ? " bentak jila yang sangat marahnya mengeluarkan unek-uneknya dengan keberaniannya yang membuat Maria yang mendengarnya sangat terkejut dengan mata melototnya

__ADS_1


__ADS_2