
beberapa jam kemudian..
dikediaman mahesa, yang saat ini jila pun sudah dibaringkan diatas ranjang yang sudah tertidur pulasnya karena kecapean akibat tragedi ditempat kantornya tadi
"bagaimana keadaan jila apa dia baik-baik saja? " tanya rena dengan wajah sedikit cemasnya
" syukurlah dia tidak apa-apa, tapi detak jantungnya tidak stabil karena suka dan duka yang tiba-tiba yang dialaminya saat ini! tapi, untungnya tubuh jila dalam Kondisi baik-baik saja! calon anaknya pun juga sama dia baik-baik saja ! " saut alea yang tersenyum ramahnya memeriksa tubuh jila yang begitu detailnya
"uhu~~ syukurlah kalau mereka berdua baik-baik saja aku ikut senang mendengarnya! " ujar rena menghelang nafas lega menatap sahabatnya yang sudah terbaring lemas diatas ranjangnya
__ADS_1
"ohh iya, tinggalkanlah beberapa hari disini, kalian bisa melakukan apapun , aku juga akan membuatkan resep untuk jila agar tubuhnya tetap pit! " pinta alea tersenyum senang menatap rena dengan wajah berharapnya yang membuat rena pun langsung menganggukan kepalanya
" terimakasih nyonya alea ! pasti kami akan merepotkan tuan rumah! " saut rena yang tersenyum senangnya
"tidak perlu sungkan kami juga amat senang bila kau dan jila berada disini! " ujar alea tersenyum senangnya dengan apa yang diharapkan selama ini , dan rangga pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam berdiri menatap jila dengan pikirannya, yang tak lupa rena yang sudah berdiri disampingnya melirik dan memperhatikan rangga dengan tatapan sedikit mencurigakan
" helo! CEO rangga, kau kenapa menatap jila seperti itu? kau tidak menganggap jila itu yuri katy kan? " sindir rena dengan suara khasnya menatap rangga dengan seriusnya , yang membuat rangga pun tersadar dan menoleh melihat rena dengan tatapan datarnya
" apa maksudmu CEO rena? " tanya rangga balik yang sedikit tidak terima termasuk renata yang sudah berdiri disamping kakanya dengan wajah sedikit terkejut menoleh menatap rena
__ADS_1
"apa maksudku ? justru hatimu sendiri yang tahu dengan jelas , aku tidak berharap CEO rangga dan nona renata memaksakan pikiran sendiri terhadap jila saat ini! sejak kecil hingga sampai sekarang , jila terus hidup untuk orang lain , kali ini aku harap dia bisa hidup untuk dirinya sendiri! " saut rena dengan suara tegasnya memperingatkan kepada mereka berdua dengan tatapan juteknya , yang membuat renata yang mendengar itu pun tersenyum dengan bangganya
"ternyata ceo rena begitu baik kepada jila! benar-benar seorang sahabat sejati!.. (batin renata) dengan wajah diamnya berdiri memperhatikan rena dan kakanya
"CEO rena, terimakasih atas peringatanmu , aku bisa menjawabmu dengan tanggung jawab , aku tidak pernah mencampur adukkan jila putri dengan almarhum yuri katy , aku suka pada jila , aku juga rela untuk menunggunya , dan aku juga bersedia menunggu jila meninggalkan dolken untuk selama-lamanya , dan satu hal lagi aku juga akan menunggu jila untuk bersedia menikah denganku suatu hari nanti , aku tahu mungkin kau tidak akan percaya dengan ketulusanku ! aku juga akan menggunakan sikapku untuk membutikan segalanya! " ujar rangga dengan suara tegasnya menatap dengan seriusnya yang membuat rena dan renata pun sedikit terkejut mendengarnya
"kak , kau... terlalu to the point sekali.. (batin renata) yang sedikit malunya menempuk jidatnya dengan pasrahnya dan rena pun yang mendengar itu terdiam sejenak menatap rangga dengan seriusnya
"melihat dari ekspresi kedua sorot matanya sepertinya sedikit benar tapi, meskipun begitu aku juga harus berhati-hati , aku tidak tahu kedepannya akan seperti apa!.. (batin rena) dengan keputusannya
__ADS_1