
beberapa jam kemudian..
sssRRrrkkk... sssRRrrkkk... (suara helikopter🚁)
"jika kalian punya kesempatan untuk pergi ke Korea kedepannya, kalian harus membiarkan kami menujukkan keramahan sebagai tuan tanah!.. " ucap presiden itu yang sudah tersenyum pada mereka berdua yang sudah berdiri di hadapannya
"asalkan presiden dan nyonya dapat bersenang-senang dan maaf yang terakhir aku tak bisa menemani kalian thur!?.. " ucap dolken sembari mengulurkan tangannya ke arah presiden yang membuat presiden pun langsung menerimanya dengan hangat
"tidak masalah bagiku itu sudah cukup senang, ohh ..iya ceo dolken , bersamamu selama beberapa hari ini membuatku mengetahui secara baik orang seperti apa dirimu , dan aku sangat puas .. " ucap presiden itu yang sudah berjabat tangan yang begitu erat dan penuh keyakinan di antara mereka , yang tak kalah istri presiden itu pun dengan cepat memeluk jila yang sudah ada di sampingnya
"sayang, kamu harus datang menemuiku yah , jangan lupa itu?.. " ucap istri presiden itu dengan wajah bahagia nya yang membuat jila pun langsung melepaskan pelukanya secara perlahan dan tersenyum manis padanya
"pasti, semoga di saat itu nyonya tidak merasa aku merepotkan! presiden dan nyonya harus tetap sehat dan menunggu kami yah! . . " ucap jila yang penuh semangat dan bahagia dengan tawa renyahnya kepada mereka berdua yang membuat dolken pun melirik jila dengan penuh kepuasan
"tikus tanah ini cukup hebat juga membangun hubungan dengan orang . . (batin dolken) yang sudah tersenyum senang sembari melambaikan kepada mereka berdua yang sedang berjalan dan masuk kedalam helikopter yang tak jauh dari pandangannya dengan hati-hati
ngungggg... ngunggg... (suara baling-baling helikopter)
"sampai jumpa, kamu dan ceo dolken harus bahagia yah! . . " ucap istri presiden itu yang sudah berteriak di dalam sana sembari melambaikan tangganya beberapa kali kepada jila yang membuat jila pun membalas lambainyan itu dengan suara kerasnya
"pasti! kami pasti akan bahagia.. " ucap jila yang berteriak melihat helikopter itu yang sudah terbang jauh yang membuat dirinya pun terdiam sejenak dengan wajah bengongnya
"bahagia.. apakah benar-benar ada hal seperti itu? tapi tugasku sebagai istri kontrak akhirnya selesai satu! huuh... (batin jila) sembari menghembuskan nafas beratnya yang membuat dolken pun perpalingkan wajahnya melihat jila yang sudah ada di sampingnya
"kenapa bengong? cepat kemari, apakah kau tidak ingin pulang ke kampung halaman mu ? . . " tanya dolken pada jila yang sudah mengadahkan wajahnya
"ahh! pulang kerumah ! akhirnya aku bisa pulang ke rumah dan bertemu dengan ibuku! (batin jila) yang amat senang sembari melihat dolken yang sudah berjalan lebih dulu dan cepat meninggalkan dirinya
"dolken batara, kau jangan jalan terlalu cepat! aku ini ibu hamil! dolken berhenti tunggu aku!apa kau tak mendengarkanku! " ucap jila yang sudah berteriaki dolken yang sudah mengabaikannya sembari berjalan cepat menyusul dari belakangnya
beberapa menit kemudian..
tingg... (suara lift terbuka)
__ADS_1
yang membuat raja pun yang sudah di lantai dasar dengan cepat menghampiri tuannya yang sudah keluar bersama istrinya
"tuan! ceo rena ada di depan pintu , sepertinya sedang menunggu kalian.. " ucap raja yang sudah melihat tuannya yang sudah berubah raut wajahnya dengan tatapan tak sukanya
"rena! kenapa dia kesini? . . " ucap dolken dengan herannya melihat sekretaris itu yang membuat jila yang mendengar itu langsung
"dimana dia? dimana rena? . ." tanya jila pada raja dengan wajah senangnya
tap... tap.. tap..
"aku disini, lamanya kita tidak bertemu, halo tuan dolken, Hai jila . . " ucap rena yang sudah berjalan di hadapan mereka dengan wajah ramahnya
"apakah kamu tidak perlu kembali ke kantor? kenapa masih ada di kota ini? . . " tanya dolken pada rena yang sudah ada di hadapannya
"aku akan pergi hari ini, melihatku begitu menjaga istrimu , bisakah kamu memberiku tumpangan ?.. " ucap rena dengan wajah melasnya yang membuat jila pun langsung menggadeng lengan rena yang begitu erat
"baiklah, ayo kita akan pergi bersama !.. " sontak jila yang sudah tersenyum pada rena
"karena nyonya batara sudah bicara, maka aku tidak akan sungkan lagi.. " ucap rena yang sudah melihat jila dan merangkulnya dengan tangannya yang sudah mencubit gemas pada daku jila dengan wajah senangnya..
"baik, ceo rena ! .. " ucap salah satu bodyguard itu yang sudah tahu dan berjalan menghampiri mobil taksi yang tak jauh dari mereka dan rena pun mengulurkan tangannya ke arah jila yang sudah memegang tas yang berisi kado yang sudah terbungkus rapih
" ah! apa ini?.. " tanya jila pada rena dengan wajah penasarannya
" lihatlah, ini aku belikan untuk mu !.. " jawab rena dengan senangnya
"wahh! kau baik sekali terimakasih nya!
" Sama-sama jangan di buka disini nanti saja kalau udah di rumah bersama dolken!.."pinta rena pada jila yang sudah mengedipkan 😉matanya yang penuh arti
"apa!
yang membuat dolken pun tak bisa berkata-kata lagi di saat jila sudah memutuskan semuanya
__ADS_1
"ngomong-ngomong , aku belom setuju dia ikut 'kan ? .. (batin dolken) dengan wajah suram yang sudah di abaikan oleh jila yang berjalan lebih dulu bersama rena menuju mobil miliknya yang sudah terparkir yang tak jauh darinya
brumm... brumm.. (suara mobil)
"rena, apakah kamu tidak merasa sangat aneh!? . . " tanya jila pada rena yang sudah duduk di sampingnya
"kenapa?
"sangat aneh, kenapa kantor pusat gruop keluarga batara ada di kota ini, tapi rumah keluarga batara ada di kota N.. ? .. " ucap jila dengan seriusnya melihat rena yang begitu ingin tahunya yang membuat rena pun sedikit perpikir apa yang di katakan jila barusan
"ahh? apa yang kamu maksudkan ini, apakah dolken tidak memberitahumu? . . " tanya rena pada jila dengan wajah penasarannya
"tidak, setiap kali dia hanya membodohiku terus.. " ucap jila dengan raut sedihnya
"emm, kenapa dia tidak mengatakannya, sebaiknya kamu tidak perlu mengetahui masalah ini! akun juga akan mengganggap tidak mendengar pertanyaan ini. . " ucap rena yang sudah menutup mulutnya dengan permasalahan ini yang membuat jila pun langsung merangkul dan memegang tangan rena yang begitu erat yang sudah menampakan wajah melasnya
"ahh, rena kamu bicaralah!! jika kamu tidak bilang, maka janjiku akan terganggu! cepatlah katakan padaku . . " ucap jila dengan rayuannya yang membuat rena pun terdiam sejenak dengan matanya yang sudah melirik wajah jila yang sudah seperti lambe lurah yang ingin tahu tentang suami kontrak nya
............
"aihhh!!lagi pula kamu sekarang sudah menikah dengannya, dan juga sudah punya anak , kamu tinggal jalani aja hidup dengan baik! masalah yang sudah berlalu biarlah berlalu tidak masalah bila kamu tidak tahu !.. " ucap rena yang sudah tidak berdaya lagi ingin membocorkan rahasia dolken padanya yang membuat jila pun terdiam dengan wajah penasarannya
"masalah.. yang telah lalu??
"meskipun kita belom kenal lama, akan tetapi, kamu adalah orang yang baik, sebab itu, kamu dengarkan saranku , dan jangan bertanya ! ketika saatnya tiba, kamu juga akan tahu dengan sendirinya! . . " ucap rena yang sudah mengurungkan niatnya sembari mengelus kepala jila beberapa kali yang membuat jila pun langsung menyingkirkan tangan rena dari kepalanya secara perlahan dengan raut wajah yang sedikit kecewanya
"apa sih , sebenarnya kamu juga tidak tahu'kan?.. " ucap jila dengan sengaja memprovokasi rena agar bisa tahu rahasia di balik ini semuanya yang belom jila ketahui. .
"provokasi rendahan semacam ini tidak berguna untukku, aku tidak akan bicara padamu tentang masalah ini . .
" kenapa kamu begitu?.. " ucap jila dengan rasa kecewanya pada rena
"sudahlah lain kali kita bahas lagi.." ucap rena dengan senyum kecilnya berbalikan wajahnya ke arah lain agar jila tak memaksanya lagi untuk buka mulutnya yang membuat jila pun sedikit kesal dan kecewa pada rena yang membuat nya semakin penasaran tingkat dewa..
__ADS_1
"ada apa sebenarnya? semua orang begitu merahasiakan masalah ini ! apa keluarga batara sungguh menyembunyikan rahasia yang tidak di ketahui orang lain!?!.. (batin jila)