sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
sakit sakit enak


__ADS_3

"apa magsudmu? aktingnya harus satu set lengkap? .. " tanya jila yang sedikit bingung menatap suaminya yang sedikit curiga


"apa maksudnya ini? ahh! aku mengerti ! apa mungkin laki-laki ini akan tinggal disini, dan menujukan kepada Presiden dan istrinya?tapi,meskipun dia sedang berakting, dia juga tidak perlu langsung pindah ke kamar inapku apa dia gila! (batin jila) .. dengan wajah terkejut melihat dolken semakin mendekati wajahnya yang tiba-tiba membuat dirinya pun semakin memundurkan kepalanya sedikit agar tidak terlalu menempelkan hidungnya ke arah wajahnya ,dan dolken pun yang melihat ekpresi wajah istrinya malah semakin disengaja yang membuat jila pun semakin gugup tidak karuan dengan nafas yang tak beraturan , yang sudah terasa dikedua pipinya dolken , namun dengan cepat dolken pun menarik jila agar berdiri dengan tegak dan melepaskan genggamannya dari tangannya dengan wajah nya yang sudah terseyum licik membalikkan tubuhnya


"kemarin, dan bantu aku menggosokan punggung ku?.. "pinta dolken dengan liciknya berjalan menuju kamar mandi yang membuat jila pun yang mendengar itu merasa terkejut dengan apa yang dolken katakan barusan dengan wajahnya yang tida ada rasa bersalahnya sama sekali


"apa kau bilang! yang benar saja!kenapa harus menjadi seperti ini? . . " protes jila dengan sedikit kesalnya berdiri mematung melihat laki-laki itu bicara dengan santainya


"ah! iya jangan lupa apa yang barusan aku katakan padamu, akting kita harus satu set lengkap!? aku adalah suamimu jadi sebaiknya menurut lah .. " ujar dolken tersenyum nakal membuka bajunya satu persatu didepan istrinya dengan sengaja dan melemparkan kearah wajahnya yang membuat jila pun semakin kesal dan marah


" apa!! kau..


"jebakan! pasti ini hanya jebakan saja ! .. (batin jila ) dengan rasa gegeregetanya menatap pungung suaminya yang sudah berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan pintu yang sudah terbuka lebar dengan sengajanya


" ayo cepat aku tak mau menunggu lama lagi.. "triak dolken didalam sana yang sudah telanjang bulat yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit kesal dan langsung mengambil tali ikat rambutnya diatas meja untuk mengikat rambutnya sampai tersanggul dan berjalan menuju kamar mandi dengan ocehan di bibirnya


" awas saja akan kupastikan kau mandi sampai terkelupas kulitmu .!. (batin jila) dengan wajah geregetannya


syurr... syurr.. syurr...(suara percikan air)


dan jila pun yang sudah masuk tiba-tiba malah terdiam berdiri , tercengang melihat sosok laki-laki yang begitu sempurna dengan postur tubuh yang berotot setiap lekuk tubuhnya dimana-mana berdiri di bawah air kocoran shower nya dengan posisi membelakangi nya


"ahh! garis tubuhnya sangat bagus! kulit nya juga sangat halus! apakah ini hukuman atau berkat Tuhan untuk ku? silawau sekali.. (batin jila) yang tanpa sadar menelan ludahnya sembari mengambil sepon yang sudah di campur sabun cair dengan perlahan meremasnya hingga berbusa ditangannya sembari melangkah dan berjalan menghampiri suaminya dengan hati-hati , memegang dan meraba pundak suaminya dengan matanya yang terpejam gugup dengan hatinya yang dag.. dig.. dug..tidak karuan, sembari meraba-raba punggung laki-laki itu yang begitu kekar dan padat dengan tangannya yang sudah berkerja menggosoknya sana sini yang begitu kuat dan kasar yang membuat dolken pun merasa sedikit kesakitan disaat jila sedang menggosok punggungnya beberapa kali, dan dolken pun dengan wajah sedikit curiga dengan cepat membalikkan tubuhnya , melihat jila seketika mengkerutkan halisnya dengan kesalnya


" gosoklah yang benar! lebih bawah lagi!.. " ujar dolken dengan sengajanya mengerjain jila yang telah berani menutup matanya

__ADS_1


"ahh!! ya baiklah.. " saut jila yang sudah berjongkok meski matanya terpenjam dia pun meraba dan menggosoknya sampai kuat -kuat hingga dolken pun menahan rasa perih dikulitnya yang halus


"ahh! siitt... hah..(batin dolken)yang menahan Rasa pedih diraut wajahnya yang amat geregetan ,namun tanpa disengaja jila pun menggosok junior milik dolken yang sedang tertidur begitu kencang dan kuatnya beberapa kali yang membuat dolken pun seketika terkejut dengan mata melotot menggigit bibirnya , dengan tangannya yang sudah menahan tempong dengan sekuatnya , dengan detak jantung yang sudah berdebar lebih kencang di dalam sana ,dan jila pun sedikit aneh dengan beda yang dia pegang yang sudah bergelantungan di depannya yang semakin membesar dan tegak yang membuat jila pun semakin penasaran


" benda apa ini? sejak kapan dia punya ekor??.. (batin jila) dengan pikiran polosnya yang masih menggosok burungnya yang semakin lama semakin panjang yang membuat dolken pun semakin merem melek menahan geraman dibibirnya dengan tangannya agar tidak bersuara yang semakin memuncak yang diberikan sentuhan oleh istrinya padanya , dan jila pun yang masih anteng menggosoknya sana sini sampai bawah kaki dan naik lagi hingga dia pun berhenti di tengah-tengah bagian benda yang begitu keras membuat dirinya semakin senang mempermainkannya dengan sabun di tangganya


"hei tuan.. sejak kapan kau punya ekor apa kau manusia setengah iblis?.. " tanya jila ledek yang masih terpenjam terseyum kearah dolken yang saat ini sedang menahan puncaknya


" kalau iya apa kau takut?hah...ahh.. ,sebaiknya kau gosok saja sampai kuat ,bukanya itu yang kau mau 'kan? " saut dolken dengan suara desahannya yang membuat jila pun tak merasa curiga dengan suara itu justru dia malah memperlambat gosokannya


"apa dia tau niat jahatku? aku lupa dia kan bisa baca pikiran orang lain.. (batin jila) yang tiba-tiba terdiam sejenak dan mengurangi gosokannya secara perlahan yang membuat dolken pun membuka matanya dan melihat ke arah wanita itu yang masih memejamkan matanya


" maaf tuan, apa itu sakit?" tanya jila yang sedikit bersalah dengan diamnya


"ah!ke.. kenapa pelan sekali! daki ku tak hilang bila di usap-usap begitu, kuatlah seperti tadi!.. " protes dolken dengan suara kerasnya menatap jila dengan wajahnya yang sudah sedikit prustasi


"aahhhh.... ahhh.. ahhh.. yaaahhh... hahh.... " triak dolken dengan suara kerasnya penuh kenikmatan dengan matanya yang sudah merem melek tiada tara


" syukurin pasti sangat kesakitan kan? hahah... (batin jila) yang masih melanjutkan aktivitasnya tanpa henti


beberapa jam kemudian..


"hah.. akhirnya selesai juga, ternyata cape juga memandikan dia yang begitu lama sampai-sampai tangan ku pegal-pegal, ahh! iya , aku ingin bertanya tapi takut dia marah lagi?apa benar dia punya ekor di belakangnya??? kenapa aku tak mengintipnya di saat memegangnya tadi?! bodoh, bodoh kau jila.. (batin jila) yang tanpa sengaja melihat dolken yang sedang berdiri di depan jendela yang masih menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya


" halo? apa? baiklah aku mengerti . ."ujar dolken dengan seriusnya

__ADS_1


" apakah ada masalah kantor? kelihatannya serius amat?.. (batin jila) dengan wajah bengong nya namun dengan tiba-tiba dolken pun melemparkan handuk kecilnya kearah wajahnya


syuhhhh....


"bantu aku lap rambutku sampai kering! " Pinta dolken jutek yang sudah melangkah dan duduk dikursi balkon


" apa!! ihkss...


"apa orang ini ! tidak bisa setiap apapun menyuruh orang tidak usah melempar ke wajahku! seharusnya aku yang masih marah padanya disaat di hotel tadi?.. (batin jila) dengan kesalnya menarik haduk dari wajanya dan menatap dolken yang sudah duduk di kursinya dan jila pun dengan terpaksa berjalan kearahnya dan menuruti apa yang dibilang suaminya, dan jila pun dengan sengajanya melemparkan handuk nya lagi kearah kepala dolken dengan sengajanya dan menggosoknya begitu kuat sembari mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar yang membuat dolken pun menahan kesal diraut wajahnya💢 yang tertahankan


" lap, lap, lap! aku akan senang mengeringkanmu sampai mati.. (batin jila) yang sedang mengeringkan rambut dolken dengan sekuat tenaganya


"lap baik-baik jangan sampai kepalaku pusing lagi!😏 " sindir dolken cemberut


" kalau buka karena tadi dikamar mandi, sudah aku... ihk..! (batin dolken) yang menahan amarahnya dengan diamnya


" banyak sekali permintaannya! " protes jila dengan cetusnya


beberapa menit kemudian..


"selesai, apa seginih seharusnya sudah 'kan? . . " ucap jila yang sudah merasa beres lanjut berbalik badan dan melangkah perjalan pergi namun dengan cepat dolken pun menghentikan langkahnya


"kau ingin pergi kemana? kemarilah dan duduk disini.. "Pinta dolken datar yang membuat jila pun merasa sedikit kesal Mendengarnya yang dari tadi menyuruhnya terus


"apa dia mengganggapku sebagai pembantunya ? aku tidak mau melakukannya! (batin jila) yang tak perduli apa yang dolken katakan padanya yang ingin melangkah tapi dengan tiba-tiba

__ADS_1


"duduklah baik-baik di sampingku, bila tidak, akibatnya akan berat bagimu!."ancam dolken dengan suara tegasnya yang membuat jila pun dengan sontak berhenti melangkah dengan pasrahnya membalikkan tubuhnya dengan sedikit kesalnya , dan akhirnya jila pun mau tidak mau iya pun menuruti kemauan dolken yang sudah memasang wajah cemberut dihadapannya


__ADS_2