
"apa? pernikahan kalian sudah bisa dilaksanakan.. pernikahan kalian sudah bisa dilaksanakan.... pernikahan kalian sudah bisa dilaksanakan.. aaaAaaaa... Aku seperti ingin terbang mendengar perkataan itu.. hahah... (batin rangga) yang sudah tersenyum bahagia dengan ilusinya yang membayangkan didalam benaknya yang sudah berbunga-bunga , yang membuat jila pun amat kesal melihat wajah rangga yang begitu sangat aneh
"kenapa kau malah cengar cengir, cepat kau jelaskan kepada mereka! " triak jila dengan suara kerasnya sembari melepaskan pegangan tangannya darinya, yang membuat rangga pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan mata melototnya
"aaAaa... baiklah, Ehemm.. paman, bibi , tolong ijinkan Aku untuk memperkenalkannya secara resmi ... dia sebenarnya memanglah bukan yuri katy, tapi, dia adalah jila putri dari kota N, dan dia adalah istri CEO dolken batara dari keluarga batara group! " ujar rangga dengan suara khasnya dan ramahnya memberitahukan kepada mahesa dan alea yang sudah terdiam dengan wajah bingungnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya
"bagaimana mungkin? yuri, bagaimana kau bisa menikah dengan dolken batara? "tanya alea dengan suara tegasnya menatap jila dengan kesalnya, yang membuat jila dan rangga pun yang mendengar itu amat sangat terkejut
"kau itu adalah tunangganya rangga! bagaimana mungkin kau bisa menikah dengan orang lain? tidak, bagaimana pun Aku tidak akan menyetujui pernikahan ini! " bentak mahesa dengan rasa kesalnya kepada jila yang sudah berdiri mematung dengan wajah shoknya , yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat amat marah yang langsung menggebrakan meja dihadapanya
__ADS_1
brakkk...
yang membuat Maria pun sangat terkejut dengan sikap dolken saat ini
"aaa!..dolken, apa kau baik-baik saja? ehh? " tanya Maria dengan suara rasa cemasnya menatap dolken dengan diamnya tapi matanya melihat istrinya dan rangga yang tidak jauh dari penglihatannya , yang membuat Maria pun langsung menoleh melihat kearah segerombolan orang dipinggir kolam itu
tak... tak... tak...
"dolken, mau kemana? tunggu Aku... "triak Maria dengan wajah keponya langsung beranjak bangun dari duduknya dan berjalan mengikuti dolken dari belakangnya , yang membuat rangga pun terkejut melihat dolken yang sudah berjalan menghampirinya dengan tatapan dinginya
__ADS_1
"paman, bibi lihatlah suami dari nona jila sudah datang ! " ujar rangga yang tersenyum ramahnya memberitahukan kedatangan dolken kepada kedua orang tua yuri, yang membuat mahesa pun langsung menoleh melihat dolken yang sudah berdiri dihadapanya dengan tatapan dinginya
"kau...
"wahh!! ternyata dia tinggi juga ! .. (batin mahesa) dengan rasa gugupnya langsung memundurkan tubuhnya sedikit dari pria yang lebih tinggi darinya , dan dolken pun yang tidak banyak basa basi lagi langsung bergegas meraih dan memegang tangan istrinya yang ingin beranjak pergi dari Sana , yang membuat jila pun sangat terkejut bercampur senangnya didalam hatinya menatap punggung suaminya itu sembari melangkah berjalan mengikuti dari belakangnya , namun dengan tiba-tiba mahesa pun dengan rasa ketakutan dan marahnya berjalan cepat menghadang dolken dari arah depan yang sudah merenggangkan kedua tangannya
"kau ingin membawa putriku kemana lagi sekarang? "bentak mahesa dengan rasa keberanianya membantak dolken dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat , yang membuat dolken yang melihat itu sangat amat kesal dan marah
"cepat , minggirlah ! pak tua! "saut dolken dengan suara tegasnya yang memperlihatkan aura sadisnya menatap mahesa dengan tatapan tajamnya,yang membuat mahesa pun yang mendengar itu semakin ketakutan dengan tubuhnya yang gemetar hebat tak berdaya , dan jila pun yang melihat itu merasa iba, yang langsung menoleh melihat suaminya itu
__ADS_1