sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
Maria datang lagi


__ADS_3

Dan didalam kamar saat ini Dolken pun yang sedang bersiap memakai baju khas desa bunga yang ingin ikut serta kecara api unggun dengan antusiasnya namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang berjalan masuk yang cukup sedikit berbeda yang tak lain adalah Maria Braga yang sudah bersiap membawa kelicikan , memanfaatkan status dan hati nurani seorang Dolken Batara


"Dolken..


"bukankah aku menyuruhmu pergi ke kantor pusat ?kenapa malah datang kemari?" cetus Dolken menoleh dengan juteknya


"maafkan aku tapi , pangeran bilang diperusahan bergerak bersama ,dan aku sebagai menejer pemasaran seharusnya ikut serta bukan ?" saut Maria menampakkan wajah tak bersalahnya

__ADS_1


"apa yang dilakukan pangeran?..(batin Dolken) terdiam sejenak dengan pikirannya membuang muka kearah lain ,dan Maria yang melihat ekspresi Dolken padanya dengan ektingnya dirinya pun berjalan perlahan menghampirinya dengan tatapan melasnya


"Dolken, sebenarnya aku yang salah apa segitunya kau membenciku dan tak mau menoleh melihat diriku Sekali saja ?atau jangan-jangan kau marah karena telepon dari bibi tempo hari ? Dolken, kau jangan khawatir kan itu aku juga akan memberitahu kan bibi untuk menghentikan ....


"cukup !..." bentak Dolken yang tak mau dengar lagi alasan dari mulut wanita yang selama ini amat dibencinya, membuat Maria pun sedikit kaget dan terkejut mendengar bentakan dari seorang dolken Batara yang begitu emosional


"tuan , pesta api unggun sudah dimulai, sebaiknya kita harus cepat pergi !" ujar raja yang cepat meredakan emosi majikanya ,dan Dolken pun yang mendengar itu langsung menghembuskan nafas beratnya sembari membalikan tubuhnya dan berjalan pergi melewati Maria dengan acuhnya

__ADS_1


"kartu debit? " gumam raja yang sedikit bingung dirinya pun dengan cepat menoleh melihat maria yang sudah tersenyum manis kepadanya yang penuh arti , membuat dirinya pun terdiam sejenak dengan pikirannya


"bukankah posisi maria Braga cukup menarik!..(batin raja ) tersenyum miring yang mulai menarik pikirannya,dan dirinya pun yang tak ambil pusing lagi dengan cepat menaruh kembali kedalam saku jasnya sembari berjalan dengan cepat menyusul majikanya dibelakangnya


Tak..tak..tak...


tak berselang lama ..

__ADS_1


Dolken dan raja pun berjalan masuk kepintu gerbang utama dimana pesta api unggun sudah dimulai dari tadi yang tanpa disengaja dirinya pun melihat istrinya yang sudah berdiri ditengah kerumunan menyaksikan beberapa pria menari untungnya yang begitu penuh arti , membuat Dolken pun terdiam dan sedikit cemburu melihatnya


"jila putri,apa kau tahu apa arti tarian beberapa pria kepadamu itu ?jila ,kau begitu bodoh!dan malah ketawa begitu senangnya,ini adalah tarian tradisional jaman dulu dikampung desa bunga untuk mengungkapkan cinta pada kekasihnya !..(batin Dolken) dengan raut wajah kesal dan cemburu pada istrinya dirinya pun dengan cepat mengurungkan niatnya untuk bergabung bersama yang lainnya dan malah membalikan tubuhnya berjalan pergi dengan geregetan dibalik tangannya yang sudah mengempal begitu kuat menuju kamarnya ,dan raja pun yang melihat sikap bos'nya yang angot-angotan hanya bisa menghelang nafas beratnya ,yang tanpa mengenal waktu dan situasi ,yang tak pikir panjang lagi dirinya pun berjalan masuk bergabung bersama yang lainnya untuk mewakili majikanya saat ini


__ADS_2