
"yang kau katakan itu benar ! jika punya kemampuan, maka kejarlah ceo dolken, kalian mengepung seorang ibu hamil disini, benar-benar sungguh memalukan kehilangan stasiun kalian sebagai bangsawan !.. " sindir Renata kepada kedua wanita itu dengan juteknya, yang membuat kedua wanita itu tak bisa berkata apa-apa lagi dengan wajah kesalnya yang tak rela di permalukan begitu saja
"kau!!...
"hmph~~ sebaiknya kita pergi saja!.. " ujar dela yang sudah mengajak sahabatnya itu pergi dari hadapan kedua wanita itu dengan wajah kesalnya
tak... tak... tak..
yang membuat Renata pun merasa senang dan lega melihat wanita ular itu pergi dari hadapannya
"perkataanmu barusan sangat hebat! aku suka ..sampai wanita ular itu tak bisa berkata Apa-apa lagi!... " saut Renata yang sudah menatap jila yang begitu puas
"terimakasih sudah membantuku bicara , meskipun kau sebagai tuan rumah memiliki kewajiban untuk menjaga para tamu dengan baik, tapi orang-orang itu dan aku adalah tamu keluarga jhonson, tapi kau mengagetkan mereka demi melindungiku , aku sudah menerima kebaikanmu . . " ujar jila dengan rasa tak enak hatinya segera bangun dan berdiri sembari membungkukkan badannya sedikit kearah Renata dengan rasa minta maafnya kepadanya , yang membuat Renata pun sedikit merasa canggung
"jila, tidak perlu sungkan begitu, aku melakukannya karena memang mereka salah! cepatlah jangan seperti itu!aku merasa tak enak hati! .." saut Renata yang sudah tersenyum manis kepada jila sembari melambaikan tangannya kearah jila beberapa kali untuk segera duduk kembali
dan disudut sana dolken pun sudah merencanakan sesuatu kepada kedua wanita itu yang sudah membisikkan kepada sekretarisnya yang sudah ada di sampingannya dengan tatapan dinginnya , sembari memperhatikan kedua wanita itu yang sedang asik mengobrol dengan julidnya
"apa kau tahu bagaimana harus membereskannya?.. " tanya dolken pada raja
"baik, tuan akun sudah mengerti!.. " saut raja yang sudah menampakan wajah seriusnya
beberapa menit kemudian..
dolken pun yang sudah selesai dengan rencananya, bergegas berjalan menghampiri istrinya itu yang sedang asik memakan kue kesukaanya bersama Renata , yang membuat jila pun tersadar dan menoleh melihat kedatangan suaminya itu yang tiba-tiba
tak.. tak.. tak..
"ehh!! kenapa kau kemari? . . "tanya jila pada dolken yang sudah duduk di sampingnya
__ADS_1
"aku tidak melihatmu, jadi aku rindu padamu.. " saut dolken yang sudah mengelus dan mengelap pipi dan bibir istrinya itu yang terkena kue dengan jemarinya dan menjilatnya kedalam mulutnya yang membuat jila pun terkejut dengan wajah (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) malunya
"dolken..
"apa dia ingin menggodaku lagi. . (batin jila)(⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) yang sudah semu merah
yang membuat kedua wanita itu semakin kesal dan marah ٩(╬ఠ༬ఠ)و memperhatikan mereka yang begitu romatis
" sialan! apa dia sengaja?
"sepertinya begitu!
"karena ceo dolken sudah datang, maka aku akhirnya bisa menyerahkan tugas! ceo dolken, melihat bagaimana aku dengan baik menjaga istrimu, maka berilah lebih banyak keuntungan pada kerjasama ini? .. " pinta Renata yang sudah tersenyum ramah kepada dolken
"tentu saja, aku akan mempertimbangkannya ! keuntungan kecil itu tak sebanding dengan keselamatan istriku. . " sindir dolken yang sudah melirik dua wanita itu yang sudah berdiri membeku mendengar itu
" bagaimana bisa jadi begini?
"aku juga tidak tahu!
dan dolken langsung membungkukan badannya sedikit kearah istrinya itu sembari membisikan kearah telinganya
"apa yang kau katakan sangat bagus, kedepannya harus seperti ini, istri dolken batara, tidak bisa diprovokasi oleh orang-orang rendahan , kedepannya jika bertemu masalah seperti ini, biarkan mereka langsung datang kepadaku , biarkan mereka mencari masalah denganku, itu lebih baik dari pada mencari masalah denganmu . . " ujar dolken yang sudah mentap istrinya itu yang begitu dalam sembari tangannya menyuapi buah stoberi kedalam mulut istrinya itu
"hmmnyamm~nyamm~~
yang membuat jila pun langsung mengunyahnya dengan wajah bengongnya melihat suaminya itu yang sudah beranjak berjalan pergi meninggalkan dirinya
"rupanya dia tahu kalau tidak mudah menjadi istri ceo yang ku pungut ini . . (batin dolken) yang sudah tersenyum senang
__ADS_1
"wah! tampaknya kau dan ceo dolken saling mencintai ! .. " ujar Renata yang sudah berjalan menghampiri jila yang masih terdiam dengan wajah bengongnya
"saling mencintaikah? lebih bisa dibilang begitu, tapi,sungguh orang ini susah ditebak seperti bunglon ᘛ⁐̤ᕐᐷ aku juga tidak tahu pastinya?.. (batin jila) yang sudah sedikit tersenyum senang mendengar itu
"Renata, aku sedikit lelah, apakah boleh mencari tempat untukku untuk istirahat sebentar ? .. " tanya jila pada Renata
"tentu saja boleh, bila tidak, pergilah ke kamarku untuk istirahat. . " saut Renata yang sudah memadu jila dan asistennya berjalan menuju lantai atas dengan hati-hati
tak... tak.. tak..
"keluarga jhonson benar-benar kaya raya! di kota ini, dapat memiliki villa yang begitu besar , beberapa waktu yang lalu ketika aku mendengar ada seseorang misterius yang membeli villa ini, itu benar-benar menimbulkan sensasi! tidak di sangka kalau suatu hari aku juga bisa muncul disini . . " ujar jila yang bicara panjang lebar sembari berjalan mengikuti langkah tuan rumah yang sudah ada di depannya
"haha.. kaka sejak awal sudah berencana datang ke kota ini untuk berkembang! jadi dia membuat persiapan lebih awal , nah ini dia kamarku cukup bersih , jika kau membutuhkan sesuatu, bisa minta orang untuk mencariku . . " saut Renata yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya yang tak lupa ada beberapa pelanyan yang sudah berdiri di depan pintunya untuk menjaga tamu istimewanya yang ingin beristirahat atau sewaktu-waktu membutuhkan makanan atau yang lainya
"baiklah, dan Terimakasih sudah merepotkan, kau pergilah dan pastinya kau akan sibuk melanyani tamu-tamu yang masih ada di bawah sana .. " ujar jila yang sudah menatapnya sembari memegang bahunya agar jangan khawatirkan dirinya, dan Renata pun dengan rasa leganya dengan cepat pejalan turun dengn hati-hati, dan jila pun tak pikir pajang lagi langsung masuk kedalam kamar milik Renata yang begitu besar dan apik
"uhu... akhirnya aku bisa tenang juga.. (batin jila) yang sudah berjalan perlahan sembari melihat sekeliling dekorasi setiap sudut kamar dengan wajah senangnya
"nyonya muda, kenapa kamu ingin beristirahat disini?.." tanya wawan pada majikannya dengan wajah penasarannya
"ini.. karena aku tidak mau merepotkan orang lain.. " saut jila yang sudah berjalan menuju ranjang
"ahh?
"Renata sebagai nona keluarga jhonson, juga merupakan tuan rumah hari ini, dia sebagai pendamping ceo rangga, tentu saja hari bertanggung jawab atas semua semua yang hadir, jika dia mengabaikan orang lain demi menjagaku, maka aku akan berhutang banyak budi badanya, dolken baru saja menandatangani kontrak dengan keluarga jhonson, baru saja mencapai kesepakatan, jika aku berhutang budi pada keluarga jhonson, maka akan membuat dolken pasif " ujar jila yang sudah memberitahukan kepada wawan yang masih berdiri dengan wajah bengongnya
"rupanya nyonya muda berpikir begitu banyak ! .. " saut wawan yang terdiam sejenak sembari melihat majikanya yang sudah berbaring di atas ranjangnya yang begitu nyaman
"aku merasa nyonya muda sama sekali berbeda dari yang dulu!.. (batin wawan) yang sudah terdiam duduk di kursi sudut sana sembari menunggu majikannya bangun dari istirahatnya
__ADS_1