sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
perasaan yang tak biasa


__ADS_3

"nona ,kau benar-benar sungguh cantik sekali.." ujar pria berambut pirang itu merayu jila dengan nada basnya sembari melangkah sana sini dengan santainya menikmati musik dan berdansa dengan wanita dihadapannya,namun membuat jila pun terdiam mengikuti nalurinya menemani pria yang tak dikenalnya


"eh!.. tunggu!kenapa aku tiba -tiba malah ikut menari dengannya dan bahkan tanganya pun memegang begitu erat seakan tak boleh pergi dari genggamannya, rasanya,kenapa aku tidak bisa menolaknya.. keterampilan menari pria ini benar-benar tidak begitu buruk dari Dolken dan kenapa kedua matanya ini terlihat begitu familiar sekali , sungguh membuat ku penasaran siapa dia sebenarnya?..(batin jila) yang mulai memperhatikan satu persatu anggota tubuh pria yang tak asik bagi dirinya


"tunggu... apakah kau benar-benar begitu sangat mengenalku?" tanya jila ragu ,namu pria itu pun langsung menarik kedalam dekapannya membuat jila pun amat terkejut dengan tiba-tiba


"ahh!..


"kenapa aku tidak mengenal wanita cantik seperti ini ? sebenarnya,kita sudah saling kenal ~loh ,di kehidupan sebelumnya , maupun dalam kehidupan saat ini,aku datang mengikuti jejakmu , bagaimana kau bisa melupakan mataku?" bisik pria berambut pirang itu menyodorkan bibirnya kerarah telingan wanita dihadapannya dengan tatapan genitnya ,dan jila pun yang mendengar itu langsung terdiam bengong dengan mata bulatnya dan tersenyum kecil dengan gugupnya


"apa itu perkataan cinta ?..(batin jila) yang langsung menundukkan wajahnya sedikit


"kau sungguh suka bercanda , jelas-jelas kita ini baru bertemu didepan pintu dan kau dengan paksa menyeretku kesini dan berdansa denganmu ,jadi bisakah kau memberitahuku siapa kamu ?" ujar jila yang masih tersenyum paksa dengan posisinya

__ADS_1


"bukankah kau yang memberitahu salah satu pelayan dikapal ini ,agar aku bisa langsung mencarimu ?" sindir pria berambut pirang itu tersenyum licik , membuat jila pun amat terkejut mendengarnya


"sejak kapan aku menyuruh pelayan untuk..." sontak jila yang langsung kesal mendengar Jawaban dari pria dihadapannya namun dalam sekejap dirinya pun terdiam dan teringat didalam otaknya


"tunggu!..apa jangan-jangan kau kapal kapten ini ?" tanya jila terdiam dengan wajah bengongnya menatap pria dihadapannya


"sedih amat diriku ,baru saja buat janji denganku , sekarang malah lupa begitu saja !" sindir pria berambut pirang itu yang langsung menampakkan wajah melasnya membuat jila pun sedikit tidak enak hati dan tertunduk dengan wajah malunya


"maaf ,aku hanya..


"tidak apa-apa ,kau memanggilku ,jadi aku datang secara khusus , senang sekali rasanya bisa melayanimu ,nona cantik " ujar pria berambut pirang itu tersenyum manis sembari membungkukkan tubuhnya sedikit kearah jila dengan hormat


"maaf , sekali lagi aku masih penasaran apakah kau benar-benar kapten kapal ini ?" tanya jila yang masih penasaran didalam benaknya melihat kapten tak sama dari bayangannya selama ini

__ADS_1


"apa aku tak terlihat seperti kapten ?" tanya pria itu balik dengan tatapan dalamnya yang membuat jila pun sedikit gugup menggelengkan kepalanya berulang kali


"ah!..tidak bukan begitu ..


"biasanya seorang kapten itu berkumis lebat dan jenggot yang cukup banyak ,tapi dia begitu tampan cara tersenyum pun membuat mataku sedikit salah tingkah ..(batin jila) terdiam menahan rasa malunya disaat ditatap oleh pria dihadapannya,namun dengan sontak pria itu pun meraih dan memegang tangan jila begitu saja


"ayo ,ikut denganku ..


"ah!.. tunggu! Ki, kita mau kemana ?" tanya jila dengan kagetnya melihat pria dihadapannya yang sudah menariknya lagi keluar dari ruang dansa


"jangan tanya ,dengarkan aku saja !" saut pria dengan nada basnya berjalan lurus dengan santainya,dan jila pun lagi-lagi menangis didalam hatinya yang dari tadi menahan rasa ingin buang air kecil


"aku hanya ingin ke toilet ,aku tidak datang untuk menggoda pria tampan , huhuhuhu!tapi , benar-benar kapten ini sungguh punya karisma !!..(batin jila) yang sedikit tidak munafik berjalan mengikuti langkah pria yang sudah memegang tangannya yang begitu erat menuju sesuatu tempat

__ADS_1


"


__ADS_2