sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
ditolak Rena


__ADS_3

"ehh?! Gelang itu ternyata memang diberikan untuk Nona mahesa !..(batin Baskoro) terdiam memperhatikan gelang yang berwarna hijau keemasan yang penuh banyak arti ,dan jila pun yang sadar diperhatikan Baskoro membuat dirinya pun menoleh melihat dengan herannya


"ternyata gelang itu memang sudah diberikan untuk nona mahesa !" ujar Baskoro


"apa! Kepala desa mengenal gelang ini?" tanya jila tercengang


"iya , gelang itu dulu diberikan kepada keluarga Mahesa oleh kepala desa yang tersohor didesa bunga , selama memakai gelang ini , apapun permintaanmu maka desa bunga tidak akan pernah menolak !" ujar Baskoro dengan seriusnya memberitahukan makna dan arti gelang yang bersejarah dan tentu juga berharga dari zamannya sampai sekarang ini , membuat Rangga dan Dolken pun sangat terkejut bukan main disaat mendengar kabar itu


"gelang ini hadiah dari ibu alea untukku ...tidak disangka bagi desa bunga,itu setara dengan dekrit kekaisaran atau raja dizamannya ?! apakah aku harus menggunakan gelang ini untuk meminta desa bunga berkerja sama dengan proyek yang sedang berjalan ?..(batin jila) terdiam dengan wajah shock tidak percaya dengan apa yang ada ditangannya yang begitu berharga dan amat bingung harus berbuat apa , namun Rena yang sudah tahu hal itu langsung meraih dan memegang bahu sahabatnya dengan tatapan seriusnya


"jila , gelang itu merupakan sebuah janji dari zamannya dulu , kau jangan sembarangan memakainya ataupun menggunakannya hal yang tidak penting , masalah ini dapat dibereskan oleh Dolken dan Rangga , sebab itu janji kepada desa jangan sembarangan diputuskan!" saran Rena yang menyakinkan sahabatnya yang penuh hati -hati , membuat jila pun yang mendengar itu pun langsung menganggukan kepalanya dan menyetujui saran dari sahabatnya

__ADS_1


"iya ,iya aku paham!" saut jila dengan rasa leganya tersenyum menatap sahabatnya dan sebaliknya Rena pun tersenyum puas mendengar nya ,dan Dolken pun yang memperhatikan itu amatlah senang melihat Rena yang begitu singgap


"Rena , ternyata yang ditaksir pangeran lumayan cukup baik juga ,dan tahu kondisi sahabatnya dan bisa menyakinkannya juga !..(batin Dolken) tersenyum lega ,namun tak berselang lama Baskoro pun beranjak bangun dari duduknya


"mari semua tamu , aku akan membawa kalian ketempat kamar kalian masing-masing untuk bisa beristirahat lebih dulu !" ajak Baskoro pada mereka semua yang sudah ikut beranjak bangun dari duduknya


"terimakasih kepala desa !"saut dolken sekali lagi


dan dibojokan sana Zero yang masih berdiri dibelakang Rena hanya bisa melihat dan memperhatikan dengan wajah tak sabarannya yang penuh cinta


"kenapa aku merasa ada aliran udara yang aneh dibelakangku ..(batin Rena ) dengan rasa penasaran menoleh melihat arah belakangnya Yang amat terkejut melihat Zero yang sudah menampakkan wajah manisnya seperti anjing yang sedang jatuh cinta , membuat Rena pun semakin kesal dengan paniknya

__ADS_1


"Rena ,sayangg!!...


"ahhh! Kau ikut denganku sekarang juga !" ajak Rena dengan rasa geregetan dengan cepat meraih dan menarik tangan zero begitu saja menuju taman belakang ,dan Zero pun yang melihat itu hanya bisa pasrah dengan wajah semu merah dikedua pipinya yang amat malu dengan gugupnya


Beberapa jam kemudian..


Tak..tak..tak..


jila yang sedikit suntuk berjalan -jalan ketaman belakang sembari mencari udara segar namun tanpa disengaja melihat dan memperhatikan Zero dipojokan sana yang sudah menangis tersedu-sedu bersama Rena ,dan jila pun yang sudah tahu hal itu hanya bisa tersenyum kecut


"tampaknya pria itu benar-benar sudah di tolak mentah-mentah oleh Rena !..(batin jila ) yang sudah terdiam berdiri memperhatikan pria yang sudah berjalan kearahnya ,dan Zero pun yang tidak sadar hanya bisa menangis tertunduk dengan sedihnya tanpa melihat arah didepannya ,namun tanpa disengaja dirinya pun hampir menabrak jila yang menghalangi jalannya

__ADS_1


" ahh!!..nona mahesa?! Apa kau...tidak apa-apa ?" tanya Zero yang sedikit kaget dan paniknya sembari mengusap kedua matanya yang sedikit basah bekas air matanya barusan


__ADS_2