
beberapa menit kemudian..
klik... (suara pintu)
dolken pun yang panik langsung melihat Maria yang sudah tergeletak dibawah Sana dengan wajah terkejutnya
"maria , kau kenapa? " tanya dolken dengan wajah paniknya yang langsung menggedong tubuh mantan kekasihnya itu dari dekapannya dan melangkah menuju ranjangnya, dan dibaringkan dengan hati -hati
"kau istrihatatlah dulu, Aku akan segera membelikanmu obat! Aku tadi tak sempat karena Aku khwatir! " ujar dolken dengan cemasnya ingin membalikan tubuhnya, namun dengan cepat Maria pun meraih dan memegang tangan dolken yang begitu erat
__ADS_1
"dolken! kau jangan meninggalkanku yah? Aku mohon!" pinta Maria dengan raut melasnya yang membuat dolken pun menoleh melihat mantan kekasihnya itu, sembari sedikit berontak tangannya yang masih dipegangi oleh Maria yang begitu erat
"Aku hanya ingin membelikanmu obat! " saut dolken dengan suara khasnya, yang membuat Maria pun menampakan wajah rasa sedihnya yang sudah tertuduk dengan lemahnya
"dolken... apakah kau sangat membenciku? "tanya Maria dengan suara pelannya
"omong kosong apa yang kau bicarakan? bagaimana mungkin Aku membencimu? " saut dolken dengan Rasa sedikit berbohong,namun didalam hatinya meRasa bersalah kepada dirinya yang masih memikirkan istrinya disebrang Sana
"Aku seharusnya tidak membuat permintaan yang tidak masuk akal kepadamu bukan, meskipun Aku tahu kalau kau sudah menikah dengan jila putri, tapi, Aku tidak bisa menahannya... disini, Aku tidak punya siapa-siapa untuk diandalkan, geisha! akan menikah besok Aku tak bisa menganggunya, pangeran dia mabok dan mengoceh tidak karuan, Aku tidak tahu lagi harus mencari siapa lagi . . maaf, Aku tidak bisa melibatkanmu, kalau kau ingin pergi, pergilah biarkan Aku sendiri disini.. "ujar Maria dengan suara lembutnya sembari melepaskan pegangan tangannya dari dolken yang membuat dolken membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi namun sedikit ragu
__ADS_1
" ahhh, sakit sekali!... "triak maria sembari memegang perutnya dengan kedua tangannya yang amat kesakitan itu yang membuat dolken pun menoleh dengan wajah bingungnya dan dalam sempitas mengingat perkataan rena sebelomnya
"sudah lah, lagi pula disisi mu jila pasti ada rena yang menemani, untuk sementara tidak akan terjadi apa-apa kan, Aku akan segera membawa Maria dulu kerumah sakit ! . . (batin dolken) dengan rasa terpaksaan dan pasrahnya, mau tidak mau dirinya pun membantu dan menolong Maria lebih dulu yang sudah berjalan menghampirinya
" sudah, jangan bicara omong kosong , Aku akan menemanimu kerumah sakit sekarang juga! "ujar dolken dengan keputusannya sembari menggedong tubuh mantan kekasihnya itu yang membuat Maria pun sedikit terkejut dengan diamnya menatap kekasih masa kecilnya itu , yang sudah ada di pangkuannya dan berjalan menuju keluar kamarnya dengan cepatnya
"sudah 6tahun tidak bertemu, tapi dolken lebih tenang, lebih hangat, lebih kuat , dan lebih menarik dari pada 6tahun yang lalu, andai Aku tidak melakukan hal itu 6 tahun yang lalu, maka setidaknya dia sudah menjadi milikku sepenuhnya , bagaimana pun juga Aku lebih baik 100 kali lipat dari jila putri , melihat apa yang terjadi malam ini, dolken tidak sepenuhnya tidak punya sedikit perasaanpun kepadaku , dia hanya masih tetap mengkhawatirkanku ! bila begitu juga Aku masih punya kesempatan.. mengambil hatinya bukan! . . (batin Maria) dengan rasa senangnya yang masih ada peluang untuk nya yang bersandar dibahu mantan kekasihnya itu namun dengan tiba-tiba ponsel dolken pun berbunyi didalam saku celananya berulang kali
kring.. kring.. kring....
__ADS_1
yang membuat dolken dan Maria pun sangat terkejut yang sudah menampakan wajah rasa gelisah dibalik benak mereka masing-masing