sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
berubah sikap


__ADS_3

"nyonya president? kenapa anda juga ada disini?.. " tanya dolken pada nyonya president yang sudah berdiri dengan wajah bersalahnya


"orang yang di tolong oleh nyonya jila adalah aku, aku sungguh minta maaf , karena kelalaianku , jadi ikut menyeret nyonya jila.. " jawab nyonya presiden itu dengan wajah bersalahnya


" nyonya president jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, ini juga merupakan takdir , tidak tahu apakah nyonya juga terluka? apakah mau melakukan tes ?.. " ucap dolken menatap wanita paruh baya itu dengan sungkan


"aku baik-baik saja , kalian bicaralah baik-baik , jika kalian butuh sesuatu , tinggal katakan saja kalau begitu aku undur diri dulu.. " pamit nyonya president itu yang sudah membungkukan tubuhnya sedikit kepada meraka berdua dan berjalan melangkah menuju keluar tapi dengan tiba-tiba


"nyonya president, biarkan aku mengantarmu?.. " tanya dolken pada wanita paruh baya itu yang ingin beranjak pergi


"tidak perlu, kau tinggalah disini dan temani istrimu .. " pinta nyonya president itu yang sudah melanjutkan lagi melangkah berjalan menuju keluar ruangan yang membuat rena pun baru sadar ternyata yang di tolong jila itu adalah istri seorang president


"ternyata jila mati-matian menyelamatkan wanita bangsawan paruh baya itu, ternyata dia adalah seorang yang luar biasa.. (batin rena) yang sudah melihat punggung wanita paruh baya itu berjalan keluar dan dia pun ingin segera mengikutinya dari belakang tapi dengan cepat dolken pun berteriak kepada nya yang membuat rena pun kaget

__ADS_1


"CEO rena, terima kasih banyak karena telah membantu menjaga jila hari ini.. " tanya dolken yang sudah melihat rena yang ingin beranjak pergi dengan tatapan imindasi yang membuat rena pun langsung berhenti dan berbalik badan di balik pintu


"sudahlah, kamu tidak menyalahkanku saja, aku sudah puas, aku tidak berani menerima ucapan terima kasih , kalian masih ada hal yang ingin di bicarakan, kalau begitu aku pergi dulu, jika ada sesuatu tinggal telephone aku saja dah... " ucap rena yang sudah melambaikan tangannya di balik pintu dengan cepat meninggalkan mereka berdua Di ruangan itu


tinggalah mereka berdua yang sudah saling tatap dengan suasana yang menjadi sunyi dan jila pun yang sudah sadar dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari dolken yang membuat dolken pun sedikit kesal dan kecewa padanya


"kenapa dia selalu menghindar dariku seperti itu.. (batin dolken) yang sudah menatapnya dingin


"siapa yang mengizinkanmu berbuat seperti itu?.. " tanya dolken pada jila yang sudah menatap dinginnya yang membuat jila pun seketika kaget dan melihat dolken di hadapanya


"ahhhh!?


"kenapa dia marah ? aku melakukan hal ini, walaupun sedikit mengambil resiko , tapi pada akhirnya aku membiarkan nyonya president berhutang budi padaku, selama ada bantuan dari nyonya president, maka pihak president , ahh... benar alasan mengapa begitu marah mungkin karena aku mengambil resiko dengan anak yang ada di perutku, sebab itu dia bisa menjadi marah . . (batin jila) yang sudah menundukan wajahnya sembari memegang perutnya dengan hati kecewanya kepada laki-laki yang ada di hadapanya dan tak mau melihat wajahnya yang sudah menatapnya dingin padanya saat ini

__ADS_1


" maaf . ..


"orang bodoh ini.. apakah sedang berpikir sembarangan lagi?.. (batin dolken) yang sudah beranjak bangun dari duduknya dan berdiri sembari memasukan tangannya ke dalam saku sebelah kanan dan melihat jila yang masih tertuduk tak mau melihat dirinya


"beberapa hari ini kamu jangan pergi kemana -mana dulu , tinggal baik-baiklah di rumah sakit . . " ucap dolken dengan suara tegasnya melihat wanita itu yang masih menundukan wajahnya tapi ,disaat jila mendengar itu dengan sontak mengadahkan wajahnya dengan tatapan kecewanya dan dia pun tertunduk lagi dengan hati sedihnya yang membuat dolken pun menatapnya penuh rasa kasihan di dalam hatinya ,dan mereka pun yang cukup lama saling terdiam , ruangan pun menjadi sunyi mencekam tapi dengan tiba-tiba kesunyian itu pun hilang di saat raja datang dengan tiba-tiba


tak... tak... tak...


"tuan, nyonya muda.. " ucap raja yang sudah berteriak dengan paniknya yang membuat suasana pun menjadi suram


"suasana ini seperti nya ada yang tidak beres ! apa yang terjadi sebenarnya ? .. (batin raja) yang sudah merasakan ke gugupanya di saat dolken sudah menatapnya tajam


" katakan!

__ADS_1


__ADS_2