sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
toilet


__ADS_3

" dolken.. dolken..dolken!.. "panggil Maria beberapa kali dengan Sengaja menggoyangkan lengan dolken, yang berusaha membangunkan dari tatapannya kepada jila yang Dari tadi memandanginya tanpa jeda , dan jila pun yang sadar melihat itu langsung menghelang nafas beratnya


" uhu~~ayo , sebaiknya kita pergi dan duduk disana! " ajak jila dengan wajah dinginya melangkah pergi meninggalkan mereka berdua , dan dolken yang tak mau kalah melihat sikap istrinya dirinya pun dengan cepat membalikan tubuhnya dan melangkah pergi dengan diamnya , dan tak lupa Maria pun yang tak mau ketinggalan dengan cepat melangkah pergi mengikuti dolken dari belakangnya , dan beberapa tamu yang melihat dan memperhatikan pertingkaianya mereka yang sedikit rumit membuat salah satu rekan kerjanya menatap dengan wajah sedikit rasa bersalahnya


"tampaknya masalah mereka tidak semudah apa yang aku lihat sekarang ini! " bisik salah satu tamu dengan wajah keponya


"adik, sejak kapan kau mulai mengurusi masalah orang lain? " sindir Salah satu temanya melirik adiknya dengan tatapan tak sukanya


beberapa menit kemudian..

__ADS_1


jamuan para tamu VIP pun dimulai dengan percakapan yang ringan dan tentunya sudah duduk dimeja makan dengan santainya menikmati beberapa menu makanan diatas meja yang sudah disediakan dan tentunya ditemani music klaksik yang sedang dimainkan oleh seorang aktor yang terkenal dinegara K


"hahaha... tidak disangka nona jila juga mengerti sekali tentang bisnis ! sungguh sangat mengejutkan sekali.. " puji salah satu klain tersenyum ramah


"hahah.. mana ada, mana ada, Aku hanya mengerti sedikit saja, tuan bisa aja , yang terpenting , Aku juga ingin melakukan yang terbaik untuk membantu bibiku ! " saut jila yang tersenyum anggun menoleh dan melihat laki-laki setengah baya yang sudah duduk disampingnya , yang membuat dolken pun hanya bisa melihat dan memperhatikan menatap istrinya dengan diamnya yang begitu dingin , dan jila pun yang sadar diperhatikan oleh suaminya membuat dirinya pun menoleh menatap balik dengan wajah sedikit serba salah , namun hanya dalam sekejap jila pun menurunkan wajahnya dengan perasaan yang amat bingung tidak karuan


"maaf, aku pergi ke toilet lebih dulu! " pamit jila dengan wajah tersenyum hormat beranjak bangun dari duduknya dengan hati-hati namun dengan sing'gap rangga pun langsung meraih dan memegang tangan jila dengan cepat yang sudah duduk disebelah kanannya


" biarkan asistenku pergi menemanimu ! " pinta rangga dengan wajah sedikit cemasnya , dan jila pun yang mendengar saran dari rangga sedikit berat hati

__ADS_1


"hmm.. terimakasih tapi..


"tunggu ! biar aku saja yang menemani jila ! " sontak Maria dengan insiatifnya memotong kalimat jila dengan sengajanya, dan dirinya pun beranjak bangun dari duduknya, yang tersenyum manis melihat rangga , yang membuat rena pun yang melihat dan mendengar itu dengan cepat dirinya pun menghentikan makannya dan beranjak bangun dari duduknya


" sepertinya aku juga ikut! " saut rena dengan suara khasnya berjalan pergi dengan juteknya melewati beberapa klien pria yang sudah memandanginya dengan wajah sedikit kecewanya


"nona-nona cantik pergi semuanya!! meskipun aku datang untuk membicarakan bisnis , tapi kenapa hatiku sedikit kecewa disaat mereka pergi begitu saja!.. " bisik beberapa klien pria dengan hati kecewanya melihat wanita yang dia sukai pergi pergitu saja termasuk rena yang sudah mereka incar dari tadi


beberapa menit kemudian ..

__ADS_1


didalam toilet wanita , Maria pun dengan rasa keberanianya melangakah berjalan menghampiri jila yang sedang mencuci kedua tangannya didepan westapel dan tak pernah terlewatkan rena pun sudah ada disamping sahabatnya dengan judesnya melihat Maria yang sudah berdiri dibelakangnya


__ADS_2