
"dimana pelanyan? apa yang terjadi?apakah semua perlalatan belom diperiksa? kenapa masih Ada produk yang cacat! " triak gosto yang sudah memangil pelayannya dengan wajah sedikit kesalnya , yang membuat pelanyan pun dengan cepat berlari dan menghampiri tuannya dengan wajah sedikit rasa bersalahnya
tak... tak... tak...
"tuan muda dolken, maaf sekali, kami yang lalai, aku akan segera mengganti perlalatan makanmu , dengan yang baru! "ujar pelanyan itu dengan suara gugupnya yang sudah menampakan wajah rasa ketakutanya, yang membuat, rena, pangeran , jila, dan rangga hanya bisa terdiam dengan tatapan saling cueknya melihat dirinya , yang membuat gosto dan geisha pun hanya bisa saling tatap dengan rasa canggungnya melihat situwasi seperti ini
"heheh...
"egrhhh!...
namun dengan tiba-tiba jila pun beranjak bangun dari duduknya dengan senyuman palsunya
"maaf, aku sepertinya sedikit tidak enak badan, jadi aku akan melewatkan makanannya, terimakasih atas jamuannya! "ujar jila dengan suara khasnya yang ingin pamit dari suasana yang mencekam dirinya, yang membuat gosto dan geisha pun terkejut yang sudah melihat istri sahabtanya itu
__ADS_1
"adik ipar, kau mau pergi begitu saja? "tanya gosto yang sudah menampakan wajah bengongnya , namun dengan cepat rena pun beranjak bangun dari duduknya
"biarkan, aku yang akan menemani jila , ayo jila, aku akan mengantarmu ke kamar untuk istirahat, kau jangan terlalu banyak perpikir apalagi kelelahan , ingat masih Ada nyawa yang harus kau jaga didalam perutmu itu! "ujar rena dengan suara juteknya langsung membantu sahabtanya itu berjalan pergi meninggalkan mereka semua , yang membuat rangga pun beranjak bangun dari duduknya
"baiklah, aku tidak akan mengganggu pesta lajang kalian, gosto, aku pergi dulu, dah.. semuanya sampai jumpa lagi.. "ujar rangga yang langsung membalikan tubuhnya berjalan mengikuti mereka berdua dari belakangnya dengan gayanya
tak... tak... tak..
yang membuat dolken pun dengan rasa kesalnya langsung menggebrakan mejannya yang begitu kuat sembari Beranjak bangun dari duduknya dengan wajah marahnya
yang membuat gosto, geisha, Maria dan pangeran pun sangat terkejut melihat sikap sahabtanya itu yang langsung berjalan pergi meninggalkan mereka dengan diamnya, yang membuat Maria pun menoleh melihat gosto dengan wajah bingungnya
"apakah aku mengatakan sesuatu yang salah sehingga dia marah? aku tidak sengaja ! hiksss... ihkss... " tanya Maria yang sudah menampakan wajah sedihnya kepada sahabtanya itu
__ADS_1
"sudahalah, Maria, dolken bukan marah padamu! kau jangan terlalu banyak berpikir! " saut gosto yang sudah sedikit menenangkan mantan pacar sahabtanya itu
"benar, kau juga bukannya ingin menghabiskan malam berdua dengan tuan dolken? tidak akan mungkin kalau dia marah padamu kan? " ujar geisha yang sudah menatap wanita itu dengan rasa tak enak hatinya, yang membuat Maria pun semakin mengeluarkan air matanya menatap mereka
"aku.. aku.. maaf aku! aku benar-benar tidak sengaja ! ihks...ihks..." saut Maria yang sudah beranjak bangun dari duduknya dengan rasa bersalahnya yang sudah menangis tak tertahankan
tak... tak.. tak..
yang membuat pangeran pun ikut beranjak bangun dari duduknya dengan wajah santainya sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya
"aku sebaiknya pergi melihat Maria! " ujar pangeran yang sudah membalikan tubuhnya berjalan pergi mengikuti langkah Maria dari belakangnya , yang membuat gosto dan geisha pun hanya bisa terdiam dengan wajah bengongnya seperti orang bodoh di meja makan yang besar yang sudah saling tatap satu sama lainnya dengan bingungnya , melihat sahabtanya itu yang menghilang pergi satu persatu meninggalkannya
"hanya tersisa kita berdua saja...?? "gumam gosto dengan wajah bengongnya melirik calon istrinya itu yang sudah mengangkat kedua bahunya
__ADS_1
" ehMm...