
"apa yang kau katakan sekali lagi? kau bicara yang jelas! mereka sepasang kekasih? lalu siapa jila? " tanya rena kepada bosnya itu dengan wajah sedikit terkejutnya
"rena, kau tidak perlu ikut mencampuri urusan mereka , kau seharusnya tahu kenapa jila menikah dengan dolken, dulu, kami semua masih sangat muda, Maria, dolken dan aku tumbuh bersama, sejak masih kecil , aku sudah tahu kalau dolken menyukai Maria , sebab itu , saat Maria umur 16 tahun , aku dan dolken umur 20 tahun,
mereka akhirnya bersama, tapi dua tahun kemudian, Maria tiba-tiba pergi tanpa pamit seolah-olah sesuatu telah terjadi, dolken mencarinya ke seluruh negara seperti orang gila, kemudian Maria terus saja menghindari dolken , dan dolken pun akhirnya menyerah untuk mencarinya , 6 tahun, banyak hal yang mungkin tidak bisa dilepaskan? " ujar pangeran yang sudah memberitahukan kepada anak buahnya itu dengan tatapan seriusnya, yang membuat rena pun sedikit khawatir kepada sahabatnya itu
"lalu bagaiman dengan jila? " tanya rena kepada bosnya itu yang masih berdiri dihadapanya
"awalnya mereka cuman pernikahan palsu, aku rasa, Maria tidak akan keberatan dengan anak yang masih didalam kandungan jila? bagaiman pun dulu Maria sangat mencintai dolken , tapi ngomong-ngomong kau rena adalah asistenku, apakah baik untukmu menghilang tanpa jejak? " saut pangeran yang sudah menatap dengan angkuhnya yang membuat rena pun tercengang dengan rasa sabarnya melihat tingkah bosnya itu yang menahan rasa kesalnya
"aku harus tenang, aku kan hebat dan murah hati, sabar aku harus bertahan!.. (batin rena) dengan diamnya mendengar berkataan bosnya itu
__ADS_1
"kau masih tahu kalau aku adalah asistenmu? hati nuraniku masih bersih , kapan aku diijinkan membawa pendamping pria ke acara pesta seperti ini, bukannya malah tampil sebagai pendamping wanitamu! "protes rena yang sedikit kesalnya pada bosnya itu
"banyak orang, banyak maka!" saut pangeran singkat dengan santainya
"tsckk.. alasan saja! " cetus rena dengan juteknya
dan di ruang lain yang saat ini jila pun sedang duduk menyendiri dengan diamnya yang sedang melamunkan sosok suaminya itu yang penuh kesedihan didalam hatinya
" jila? lama tidak bertemu.. "sapa rangga yang tiba-tiba datang dan menghampirinya dengan wajah sedikit khawatirnya , yang membuat jila pun langsung dengan cepat mengusap air matanya itu
"rangga? kenapa kau ada disini? apa kau juga menerima undangan? " tanya jila yang sudah menatap rangga dengan wajah sedikit terkejutnya
__ADS_1
"disini adalah kota P, ini adalah wilayah keluarga jhonson , tentu saja Aku ada disini? " saut rangga yang sudah menampakan wajah khawatiranya didepan jila
"haha... bernarkah, sungguh Aku tidak tahu itu . . " ujar jila yang sudah tersenyum kikuknya
"iya, kota p adalah ibu kota propinsi Y, dan kakeku adalah komandan, wilayah militer Y! " saut rangga dengan suara beratnya, yang ingin mengusap air mata di pipi jila yang sudah memperhatikan dari tadi
" pantesan saja tidak heran... "saut jila yang sudah terdiam mendengarkan penjelasan rangga padanya
"Aku selalu merasa bisa bertemu dengannya kemanapun Aku pergi ! .. (batin jila) dengan pikiranya
"kau kenapa? warna wajahmu begitu buruk? disini , kau bisa mengatakan apa saja padaku, selama Aku bisa membantu, semuanya bukan masalah! " bujuk rangga yang sudah memegang dan mengusap pipi jila dengan lembutnya yang membuat jila pun langsung menepisnya dengan perlahan menyingkirkan tangan rangga dari wajahnya
__ADS_1
"bukan apa-apa, hanya saja sedikit.. tidak sesusai dengan lingkungan? tidak masalah, Aku sekarang juga tidak boleh minum obat sembarangan, Aku bisa melewatinya sedikit! " saut jila yang sedikit cangungnya yang membuat rangga pun sedikit terkejut dengan diamnya sembari melepaskan tangannya dengan rasa kecewanya