
"sialan! wanita yang telah diakui oleh dolken batara sekali seumur hidup, jangan harap bisa lari dari genggamanku jila putri ! .. (batin dolken) yang amat sedikit kesal dan marahnya berdiri dengan angkuhnya dan menoleh melihat seketarisnya yang sudah menampakan wajah sedikit ketakutanya
"kalian berdua persiapkan hadiah besar,kita akan memberikan selamat kepada keluarga mahesa! karena keluarga mahesa sedang merayakan pesta mengakat anak seorang putri , bagaimana pun hal baik seperti ini kita harus mengucapkan selamat kepadanya bukan? " pinta dolken dengan suara tegasnya menatap kedua seketarisnya dengan wajah sedikit amat geregetan yang tertahankan
beberapa jam kemudian..
dikediaman keluarga mahesa yang saat ini sudah banyak tamu berkujung kerumahnya Satu persatu dan tak lupa mereka juga membawa hadiah dari tangannya masing-masing untuk calon anak angkatnya yang saat ini akan diresmikan dikeluarganya yang cukup terpandang
"tuan mahesa, selamat selamat! akhirnya kau punya putri yang sangat cantik seperti almarhum sebelumnya, aku ikut senang mendengar kabar itu hahaha... " ujar lelaki bertumbuh gempal itu dengan wajah senyum lebarnya berjabat tangan yang begitu erat kepada rekan bisnisnya
__ADS_1
"hahaha.. terimakasih CEO rudi sebelomnya sudah merepotkan anda membawa hadiah begitu banyak, ayo silahkan masuk! " saut mahesa tersenyum dengan ramahnya menyambut tamu istimewanya dengan hati senangnya namun dengan tiba-tiba pelayan pun datang berlari menghampiri majikannya yang sangat terburu-buru
tak... tak... tak..
"tuan... tuan... "triak pelayan lelaki itu memangil tuannya berulang kali dengan wajah sedikit paniknya menghampiri majikannya yang membuat mahesa pun sedikit panik menoleh melihat pelanyannya yang sudah berdiri dihadapanya
"ada apa kenapa kau begitu panik? apa ada tamu yang berulah? " tanya mahesa dengan wajah sedikit penasaranya menatap pelanyan yang masih terdiam mengatur nafasnya yang engos-engosan
" apa yang kau bicarakan! bicaralah yang benar! " tanya mahesa sekali lagi dengan suara tegasnya
__ADS_1
" itu... tuan. .. tuan dolken batara datang lagi kesini! " saut pelayan dengan wajah paniknya memberitahukan tamu tak diudang, yang membuat mahesa pun terdiam sejenak dengan wajah terkejut ,mendengar kedatangannya yang tiba-tiba
"apa?! dia datang! tapi, setahuku aku tidak memberikan undangan kepadanya? . . (batin mahesa) yang sudah terdiam berdiri melihat tamu tak diundang berjalan menghampirinya dengan gaya wibawanya dan para tamu pun sangat kaget melihat kedatangan CEO tampan yang disegani banyak orang dikota K saat ini
tak.. tak.. tak..
"hei! lihatlah itu CEO dolken, ternyata CEO dolken tampan juga yah ! " bisik beberapa tamu dengan suara pelannya berdiri tidak jauh dari pandangannya
"halo, tidak disangka ternyata CEO dolken datang tanpa diundangan! " sindir mahesa dengan suara khasnya dan dolken pun yang mendengar perkataan dari tuan rumah hanya pura-pura bodoh tak mendengar yang sudah berdiri dihadapanya dengan tatapan dinginya dengan sontak raja pun dengan cepat menghampiri mahesa dan tak lupa membawa hadiah dari tangannya
__ADS_1
"tuan mahesa, ini ada bingkisan hadiah dari CEO kami untuk tuan mahesa , silahkan tuan mahesa menerimanya dan jangan menolak kebaikan kami ! " ujar raja dengan suara khasnya menyodorkan kotak hadiah berwarna merah tua terikat pita kearah mahesa yang masih terdiam berdiri dengan wajah sedikit cemasnya
"dia pasti datang karena putriku, bagaimana bisa aku membiarkan orang yang menyakiti putriku masuk kerumahku dengan leluasanya ! ? sebagai seorang terpelajar , bagaimana bisa aku kehilangan nyaliku ? dihadapanya yang begitu arogan!? .. (batin mahesa) yang terdiam sejenak menatap dolken dengan wajah sedikit kesal dan marahnya yang ingin menolak pemberian hadiahnya dan mengusir dari kediamannya, namun dengan tiba-tiba jila pun datang tepat waktu yang sudah berdiri dibelakang ayah angkatnya