sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
masih bertanya -tanya


__ADS_3

"owh !rupanya begitu yah! Ternyata aku mendapatkan kehormatan dari keluarga Mahesa,pantas saja Dolken dan Rangga sedikit agak aneh dari tadi dengan sikapnya yang terlihat tenang-tenang saja meski proyeknya tidak berjalan dengan baik akhir-akhir ini, ternyata mereka berdua sudah tahu kalau aku akan sangat disambut oleh penduduk disini ,saat aku mengusulkan untuk liburan ke desa ini mereka sama sekali tidak keberatan ,malah setuju begitu saja !sialan !dua rubah tua itu ! semakin pinter bersandiwara tapi anehnya kenapa aku selalu tidak tahu !!payah kau jila ..(batin jila) ngedumel sendiri didalam hatinya yang sedikit kesal melihat kedua punggung pria dihadapannya yang sok keren itu


Tak berselang lama..


Mereka semua berjalan masuk kepintu utama dimana rumah yang begitu terkenal di kabupaten


krakkk!!..(suara pintu )


"ayo , silahkan masuk mari -mari !" ujar Baskoro yang mempersilahkan tamu-tamunya berjalan masuk kediamannya ,dan mereka yang tanpa sungkan lagi berjalan masuk dengan antusiasnya sembari melihat bangunan disekelilingnya yang cukup antik

__ADS_1


"umur rumah ini seperti nya sudah tua sekali ?" tanya jila menoleh melihat Baskoro


"benar sekali ,rumah ini sudah berumur lebih dari ratusan tahun !" saut Baskoro tersenyum ramah membuat jila pun sedikit terkejut luar biasa melihat pondasi yang masih kokoh dan tentunya dirawat dan dijaga seperti monumen


"aku sebenarnya cukup penasaran, bagaimana bisa desa bunga lolos dari malapetaka saat zaman perang dulu ?" tanya jila sekali lagi dengan wajah keponya membuat Baskoro pun menundukkan kepalanya


"ngomong -ngomong , semuanya harus berterima kasih kepada keluarga Mahesa ,saat itu ,tuan besar dari keluarga Mahesa menukar buku klasik yang sudah tidak dicetak lagi demi keamanan desa bunga sebab itu, keluarga Mahesa benar-benar adalah pahlawan bagi desa bunga " saut Baskoro yang memberitahukan lagi jasa-jasa keluarga Mahesa kepada desa bunga ,dan jila pun yang mendengar itu terdiam sejenak


"apakah kau tidak merasa kalau orang-orang dari desa bunga begitu sangat ramah pada kita? " tanya Renata yang sedikit curiga

__ADS_1


"apakah itu tidak baik?"saut Rena santai


"apakah kau tidak merasa aneh ? kepala desa bukan hanya tidak menolak kedatangan kita tapi ,malah menyambut kita dengan begitu megah , penduduk desa pun ikut menyambut !" ujar Renata menatap lurus kearah jila dan kepala desa yang tidak jauh dari pandangannya


"lalu! memang nya kenapa?kita juga membawa banyak orang, apakah kita masih takut pada mereka?"cetus Rena yang tak ambil pusing ,dan Renata yang mendengar itu pun sedikit kesal mendengar jawaban dari saingannya


"aku tentu saja tidak takut pada mereka!aku hanya khawatir saja pada jila ! bukankah kau juga sahabatnya!.." bentak Renata yang amat kesalnya


"emmm...benarkah?..

__ADS_1


"desa bunga berhutang Budi kepada keluarga Mahesa,tapi kepala desa dan lainnya seharusnya tahu tujuan kita datang kemari,aku selalu merasa kalau desa bunga membuka sebuah jaring ,dan jaring itu bukan untuk kita ,mangsa mereka adalah jila !" ujar Renata yang sedikit waspada dengan sikap penduduk didesa Bunga dan kepala desa yang sedikit mencurigakan ,dan Rena pun yang mendengar itu memperhatikan disekitarnya dan mengingat kedatangannya didepan sana


"iya kau benar ,saat pertama kali masuk desa ini ,sikap warga desa terlalu antusias ,lalu apa yang mereka inginkan dari jila ?jika benar-benar ada rencana jahat dibalik ini semua yang tidak kita ketahui! Maka biarkanlah mereka datang !kita juga bukannya mudah ditindas kan ?tidak usah membicarakan hal lainnya, dengan kedudukan keluarga Jhonson diprovinsi di negara Y ,hal kecil semacam ini bukanya dabat dibereskan bukan? " saut Rena dengan entengnya melipat kedua tangannya didadanya dengan sombongnya membuat lagi-lagi Renata pun semakin kesal mendengarnya


__ADS_2