
beberapa jam kemudian..
akhirnya dina dan rose pun sudah datang menuju lokasi dan tentunya zidan pun sudah menyambutnya dengan wajah senangnya, yang membuat rose pun sangat terkejut melihat mantan kekasih anaknya itu
"zidan ramaja! kau ternyata bersama dina menghianati jila? " tanya rose dengan wajah sedih dan kecewanya melihat kedua orang itu di depannya , yang membuat zidan pun yang mendengar itu langsung menatap dina sembari merangkul pinggangnya yang begitu erat
"aku menghianatinya? ckkk... bukanya dia yang lebih dulu menghianatiku disaat aku berada di luar negeri! " cibir zidan dengan suara cetusnya, yang membuat dina pun kaget dan langsung menghindar pegangan tangannya dari pinggangnya
"apa yang kau lakukan? " cetus dina dengan tatapan tak sukanya, yang membuat zidan pun langsung mengkerutkan halisnya dengan tatapan dinginya
"bukankah, kita sudah sepakat! setelah mendapatkan uangnya, kau akan pergi jauh bersama ku, bukan? dina, aku melakukan sesuai dengan perintahmu! kenapa? apa kau akan merencanakan diluar pemikiran ku, setelah mendapatkan uangnya, kau akan membuangku begitu saja? "tanya zidan dengan tatapan melototnya yang membuat dina pun sedikit terkejut dengan sikapnya itu yang tak bisa dibohongi olehnya
"zidan, kau ternyata begitu naif menginginkanku!? kau hanyalah bidakku ! tapi, aku hanya bersabar sekarang, setelah aku benar-benar menghancurkan jila putri sampai abis... pasti aku bisa... menghancurkan mu juga.. (batin dina) yang sudah tersenyum licik menatap zidan dengan rayuannya
"jangan bercanda dulu, ada nenek tua yang sedang melihat kita ?.. " bujuk dina dengan rayuannya membelai pipi zidan dengan lembutnya yang membuat zidan pun terdiam luluh terkena rayuannya,yang membuat rose pun yang masih berdiri melihat dan memperhatikan mereka berdua dengan sedihnya dan sakit hati dengan sikap dan tingkah mereka pada anaknya dan dirinya yang begitu kejam
__ADS_1
"seorang pria berjanji untuk menjaga jila selama sisa hidupnya? dan seorang wanita terus mengatakan kalau dia akan menjadi saudara yang baik sepanjang hidupnya? tapi, setengah tahun ini , sebenarnya apa yang kau alami nak.. hingga ibumu ini sangat kecewa dan sedih melihat mantan kekasihmu dan mantan sahabatmu itu yang telah menghianati mu begitu kejam.. (batin rose) yang hanya bisa berdiri melihat mereka yang begitu mesra
"kau takut apa? cepat lambat kau akan menjadi wanita ku! beberapa tahun yang lalu aku sudah tertarik pada mu, tapi, bagaimana pun kau terus memberikanku jila putri! dan apa enaknya jila daripadamu ? "ujar zidan dengan suara khasnya yang sudah terbawa suasana menatap dina yang begitu dalam , yang membuat dina pun langsung membuang wajahnya ke arah lain agar zidan tidak terlalu mendekati wajahnya yang ingin mencium bibirnya itu
"untuk apa kau terburu-buru , jila sudah datang menunggu kita di depan dengan membawa uangnya yang kita peras itu, sebaiknya kita bergegas aku tak mau tamu kita menunggu lama di luar sana.. "pinta dina dengan suara lembut dan manjanya sembari membisikkan kearah telinganya dengan nafasnya yang begitu mengoda yang membuat zidan pun semakin yakin dan percaya padanya dengan otak rakusnya, dengan cepat zidan pun menoleh dan berteriak kepada beberapa orang suruhannya yang tak jauh darinya
"cepat bawa orangnya pergi dulu ! " triak zidan memangil beberapa suruhannya yang sudah muncul dan berjalan menghampiri rose yang sudah berdiri ketakutan sembari membawa tali dari tanganya
"maaf, bibi.. sebaiknya kau menurut kalau tidak aku akan kasar padamu bibi tua.. " ujar salah satu preman itu dengan wajah seramnya sembari menarik tangan rose yang begitu kasar beberapa kali
"tidak! lepaskan aku....ku mohon.. ihkss... " triak rose dengan wajah ketakutannya yang sudah pasrah dengan tangan dan tubuhnya yang sudah diikat begitu kuat oleh beberapa perman itu
" tolong... tolong...
"hahaha... berteriak terus sampai tenggorokan mu putus nenek tua, sebaiknya cepat jalan dan ikuti kami bila ingin selamat.. " ancam preman itu dengan wajah galaknya yang sudah menyeretnya mengikuti arahan tuannya itu
__ADS_1
"jila, maafkan ibu nak, ibu terlalu percaya pada mereka berdua , yang selama ini telah menghianati mu dengan kejinya . . (batin rose) yang sudah panik dan cemas berjalan mengikuti beberapa preman itu yang sudah memeganginya
tak berselang lama..
mereka pun akhirnya mucul berjalan menghampiri jila yang dari tadi menunggunya dengan wajah cemasnya
"uangnya sudah kubawa!mana ibuku? " triak jila dengan wajah marahnya namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang yang tak lain adalah mantan kekasihnya itu bersama mantan sahabatnya , yang membuat jila pun semakin marah dan kesal
"zidan kau!? bersamanya.. (batin jila) yang terdiam bengong melihat kedua ular itu datang menghampiri dirinya dengan angkuhnya
"sayang, sebaiknya jalan pelan sedikit.. " pinta zidan dengan wajah kesalnya melihat dina yang sudah berjalan begitu tergesa-gesa menghampiri musuhnya itu
"tampaknya ide penculikan ibuku ini tidak lepas dari usul zidan laki-laki berengsek itu ! (batin jila) yang sudah menatap mereka dengan wajah seramnya
"owh.. datang juga ternyata.. " cetus zidan yang sudah menatap jila dengan juteknya yang sudah berdiri sejajar dengan dina di sampingnya sembari melipat kedua tangannya didadanya
__ADS_1
"dasar kalian berdua bajingan!!! beraninya kau menculik ibuku!! " triak jila dengan murkanya menatap kedua orang itu dengan kesalnya
"apakah kau mengoles kotoran di mulutmu? bau sekali, cepat bawa uangnya ? " triak dina dengan wajah kesalnya menatap musuhnya itu, yang membuat jila pun langsung menyuruh supirnya untuk membawa uangnya dari mobilnya dengan cepat