sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
mengenang persahabatan


__ADS_3

"kenapa wanita itu begitu picik, orang itu sudah berlutut tapi dia masih tetap tidak mau memaafkannya!


" ya kau benar sekali!


"wanita itu katanya lagi sakit parah kasihan sekali dia! .. " ucap salah satu pengunjung bersama temanya yang sama-sama memperhatikan mereka berdua dengan wajah geregetan dan penasarannya


"jila, aku benar-benar tahu kesalahanku! aku hanya berharap dalam sebulan ini kamu berada disisiku sebagai teman, dan melihatmu hidup dengan bahagia .. " ucap dina dengan histerisnya menangis sejadi-jadinya yang membuat orang-orang yang melihat pun mersa iba padanya yang membuat jila pun yang masih terdiam dan melihat sekelilingnya yang sudah memandang dirinya penuh dengan tatapan imindasi


"benarkah, dia hanya punya waktu sebulan untuk hidup? apa lagi yang tidak bisa aku lepaskan .. (batin jila) dengan hati beratnya


"bangunlah dan jangan berlutut lagi seperti itu, aku menyetujuinya dan aku memaafkanmu.. " ucap jila dengan suara lembutnya yang membuat dina pun yang mendengar itu langsung terkejut bahagia dan dirinya pun beranjak bangun dari sujudnya dengan cepat dirinya pun langsung memeluk sahabatanya itu


"jila, terimakasih banyak , aku sudah tahu sejak kecil sampai dewasa hanya kamu yang baik padaku ! .. " ucap dina dengan rasa harunya memeluk temannya itu erat yang membuat orang-orang di sana pun bertepuk tangan ria


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘prok... prok... prok...

__ADS_1


"akhirnya , mereka benar-benar Damai!


" endingnya cukup bagus!


"iya kau benar, baru ini persahabatan sejati! . . " ucap salah satu pengujung dan yang lainnya sama-sama ikut merayakan drama yang memilukan hati


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘.. prok... prok... prok...


............


beberapa menit kemudian..


"masih bisa rencakan apa lagi! ? menggunakan waktu sebulan ini untuk menembus semua hutangku pada orang-orang! aku sudah pergi ke berbagai tempat bertahun-tahun, tapi saat aku mencapai akhir hidupku, aku menemukan tempat yang paling aku ingin aku tinggali adalah kota ini.. karena disini ada kamu! saat mengingat kamu sebelum menikah , kita pernah tidur satu ranjang yang sama dan makan semangkuk mie instan berdua , aku mengingatnya sampai hari ini, uang pertama yang aku hasilkan sebagai model untuk membelikan dua sarung tangan, satu untukku dan satunya lagi untukmu . . " ucap dina yang pajang lebar dengan wajah sedihnya sembari nostalgia mengingat momen-momen dulu bersamanya di saat susah sembari mengulurkan tangannya kearah Sahabatnya itu yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut terdiam di saat Sahabatnya itu terus bicara tentang masa lalunya bersamanya


"saat itu . . pas turun salju dia memberikan sebuah hadiah dengan napasnya yang sudah engos-engosan mengejarku , dan dia berkata padaku !..(batin jila ) yang sudah mengulurkan tanganya dan mereka pun berpegangan tangan begitu erat dengan saling tatap penuh haru dengan sontak mereka pun berkata berbarengan

__ADS_1


"kita akan menjadi sahabat yang baik seumur hidup kita, dan tidak akan terpisahkan selamanya!.." ucap mereka berdua yang tak sadar mengeluarkan air mata yang sudah terjatuh di pipi mereka dengan rasa dukanya


"ternyata dia masih mengingat masa lalu itu ! dia tidak melupakan masa-masa tersulit kami berdua dulu , dina kenapa kamu baru mengerti, bertapa pentingnya perasaan ini sekarang? jika... jika saat itu kamu tidak berbuat hal itu... mungkin hubungan kita lebih baik dari sekarang ini..(batin jila) yang sudah membenarkan duduknya sembari mengusap air matanya yang penuh haru sama halnya dengan dina dia juga mengusap air matanya yang dari tadi menangis yang membuat mata indahnya pun bengkak dan merah dan mereka pun saling lempar seyuman dengan bodohnya yang tiba-tiba suara henponepun berbuyi di dalam tas milik jila


dret... dret.... dret... (suara HP)


"halo..


"nyonya muda, tuan muda menelepon dan bilang kalau malam ini dia tidak akan pulang untuk makan, dan agar nyonya muda makan sendiri. . " ucap bibi nia di sebrang sana


"baiklah, kalau begitu aku juga tidak akan pulang untuk makan, aku akan makan di luar bersama Sahabatku dina . . " ucap jila yang sudah menutup teleponnya dan melihat dina dengan wajah berharapnya


"kita sudah lama tidak makan bersama iya'kan? . " ucap jila dengan wajah tersenyumnya sembari memasukan henponenya ke dalam tas miliknya


"baiklah, karena kita ingin makan bersama, ayo kita pindah ketempat lain! kau tau sendiri disini suasana kurang bagus untuk kita hehehe... " ucap dina dengan antusiasnya yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari tangan satunya mengambil tasnya dan satunya lagi menarik tangan jila yang masih posisi duduknya

__ADS_1


"iya, baiklah sepertinya kamu semangat betul! hahaha...


" ayo kita pergi! .." ucap dina dengan senangnya yang sudah berjalan sembari bergandengan tangan begitu erat bersama sahabat sejatinya itu


__ADS_2