
malam pun tiba dikediaman mansion batara grup..
mereka bertiga pun berjalan masuk yang sudah disambut oleh beberapa pelayan rumah yang sudah berdiri sembari menundukkan badannya sedikit dengan hormat
"tuan muda, nyonya muda selamat malam.. " sontak mereka berbarengan dengan wajah ramahnya dan tak lupa bibi nia pun menyapa ibu dari nyonya mudanya itu ,yang sudah terkejut dengan wajah bengongnya melihat isi rumah menantunya itu
"selamat datang, nyonya rose.." sapa nia dengan wajah ramahnya
"wahh~~
"ibu, ini adalah bibi nia , dia khusus bertanggung jawab untuk mengurus pelayan wanita, sekaligus kepala pelayan dirumah ini, dan di sebelahnya lagi pak budi dia pengurus rumah, dia juga bertanggung jawab atas pelayan pria dan seluruhnya urusan rumah .. " ujar jila dengan ramahnya memperkenalkan beberapa pelayan dirumahnya itu dengan wajah senangnya yang membuat rose pun sedikit canggung
"halo, halo!
"senang bertemu dengan mu nyonya rose.. " sapa budi sembari menundukkan wajahnya tersenyum ramah , yang membuat rose tanpa sengaja melihat ruang depan yang begitu apik dengan dekorasi yang mewah
"dulu aku hanya tahu kau jatuh ke sarang keberuntungan, tapi aku tidak tahu sarang keberuntungan seperti apa itu, akhirnya sekarang ibu merasa cukup tenang.. " ujar rose dengan suara lembutnya menatap anaknya itu yang sudah berdiri disampingnya dengan tatapan harunya
"ibu... untuk apa bicara seperti itu? " saut jila dengan wajah sedihnya menatap ibunya itu sembari memegang bahunya dengan lembut
"ibu... maaf, tadi aku marah padamu dirumah sakit . . " ujar jila dengan rasa bersalahnya memegang kedua tangan ibunya itu yang begitu lembut sembari menundukkan wajahnya dengan rasa menyesalnya
"anak bodoh , bagaimana mungkin ibu menyalahkanmu? ibu menghormati keputusanmu nak.. " saut rose yang sudah memegang pipi anaknya itu dengan tatapan lembutnya , yang membuat jila pun langsung mengadahkan wajahnya menatap ibunya itu yang sudah tersenyum lega
"iya, ibu..
"sepertinya terjadi sesuatu pada mereka ibu dan anak ?. . (batin dolken) yang sudah berdiri disamping istrinya itu sembari melihat dan memperhatikan mereka berdua , yang membuat salah satu pelayan pun datang menghampiri majikannya itu
"tuan muda, nyonya muda, makan malam sudah siap , dan sudah dapat makan kapan saja .. " ujar pelayan itu dengan senyum ramahnya
"baik, aku sudah tahu.. " saut dolken melihat pelayan itu yang sudah pamit dan pergi dari hadapan majikannya itu
"bu, hari ini sangat melelahkan bukan? ayo, sebaiknya kita makan.. "ujar jila dengan wajah senangnya mengajak ibunya itu kedalam ruang makan dengan antusiasnya yang membuat dolken pun yang masih berdiri memperhatikan istrinya itu tersenyum senang melihat wajah cerianya yang tak biasa itu
"sudahlah, jarang-jarang sekali aku melihatnya begitu senang!.. (batin dolken) yang sudah tersenyum berjalan mengikuti mereka melangkah dari belakangnya
tak butuh lama mereka pun dengan laparnya langsung melahap makanan yang ada di mejanya yang begitu antusias termasuk jila yang sibuk melihat ibunya itu yang sudah duduk disampingnya
"bu, makan banyak sedikit... ini makanlah biar ibu ada tenaganya.. "saran jila sembari mengambil beberapa menu kearah ibunya itu yang masih mengunyah makanannya
__ADS_1
"iya, baik, baik...
"dolken, kau mengambil dagingku lagi! " tanya jila yang sudah melihat dangingnya yang berkurang di dalam piringnya , yang membuat dolken pun hanya bisa terdiam dengan santainya melahap makanannya kedalam mulutnya itu
"tidak, mana ada! sebaiknya kau juga makan! nanti dangingmu lama -lama akan berkurang!..
" dolken!!... "ujar jila dengan wajah juteknya langsung melahap makanannya yang membuat rose pun yang melihat itu sangat bahagia melihat mereka ..
1 jam kemudian..
mereka pun yang sudah selesai dengan makan malamnya, yang membuat jila pun langsung bergegas berjalan menuju kamar tamu bersama ibunya itu
krakkk... (suara pintu)
"ini dia, bu.. malam ini sebaiknya tinggallah disini? " pinta jila yang sudah memegang kedua tangan ibunya itu dengan wajah berharapnya
"jila, meskipun pernikahanmu dengan dolken sangat mendadak, tapi ibu sangat suka pada dolken anak itu, dia berasal dari anak bangsawan, dan dia juga sangat baik padamu, sekarang anak didalam kandungmu, sudah sebesar ini, maka baik-baiklah hidup bersama dolken! . . " saut rose dengan suara lembutnya menatap anaknya itu yang penuh kasih sayang , yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat sedikit kesal
"dia mana ada baik padaku , tiap hari hanya menindasku ! wajahnya tampan memangnya hebat, ibu , sepertinya membantunya bicara padaku ! .. (batin jila) dengan pikiran negatifnya
"apa yang terjadi hari ini jika bukan karena dolken , akibatnya . .. ahhh sudahlah, tidak usah dibicarakan lagi, hatimu sendiri tahu ,saja sudah cukup bukan?! "ujar rose yang sudah memperingatkan dan memberitahu kepada anaknya itu tentang suaminya, yang membuat jila pun dengan tiba-tiba terdiam termenung
"jila, ibu hanya ingin kau bahagia dengan keinginan mu ,itu sudah cukup bagi ibu .. " ujar rose dengan suara lembut nya mengusap rambut anaknya itu beberapa kali dengan wajah sedihnya yang sudah memeluknya yang begitu erat , yang membuat jila pun langsung terdiam dengan tatapan sedihnya yang sudah mencium pundak ibunya itu sembari mengelus punggungnya dengan tangannya beberapa kali
"aku pasti , dan akan bahagia dengan apa yang aku inginkan ibu..
"rencanaku ingin meninggalkan batara grup, lebih baik tidak usah dibicarakan pada ibu dulu.. (batin jila) dengan perlahan melepaskan pelukanya dan menatap ibunya itu dengan wajah tersenyum senangnya
" ibu, besok aku akan membawamu bersenang-senang yah! lihatlah taraaa!! dolken memberiku banyak kartu anggota loh, dia bilang untuk berbakti pada ibu mertua . . apa ibu suka.. "tanya jila dengan antusiasnya mengeluarkan dari saku celananya dan dipamerkan kartu berlapis emas kepada ibunya itu yang sudah tersenyum senang melihat tingkah anaknya itu
"hahah... anak ini.. baiklah, sepertinya ibu tak sabar lagi hahah...
beberapa jam kemudian..
klik.. (suara pintu)
jila pun yang sudah amat senang dan bahagia dengan hati leganya yang saat ini sudah merasakan tubuhnya yang sudah pres dan wangi yang sudah berjalan menuju ranjangnya
" enaknya setelah mandi... rasanya badanku terasa ringan dan pres.. " ujar jila dengan wajah senangnya namun. dengan tiba-tiba jila pun kaget dengan mata melototnya yang sudah melihat suaminya itu yang sudah duduk diatas ranjangnya yang sudah memakai baju tidurnya sembari membaca buku kesukaannya
__ADS_1
"eh? apa malam ini dia akan tidur disini ? ah! buku itu... (batin jila) yang sudah berjalan menghampiri suaminya itu
"apa kau juga suka buku itu?.. " tanya jila yang sudah duduk di samping suaminya itu
krakk...
"tidak bisa di bilang suka, tapi tampaknya kau menyukai buku ini? "saut dolken dengan santainya
"tuan dolken, apakah kau bersiap untuk mengatakan kata-kata cinta untuk istrimu itu?.. (batin dolken) dengan diamnya, yang membuat jila pun langsung merebut bukunya dari tangan suaminya itu
"tidak tahu kenapa, aku merasa ada banyak kata di dalam buku ini, yang membuatku merasakan hal yang sama , menakjubkan , bukan? meskipun buku ini diberikan oleh yuri katy untuk Renata, tapi aku merasa ada beberapa kata yang ditunjukkan untukku, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa merasakan hal seperti itu ?! " ujar jila sembari melihat dan mengamati isi buku itu dengan wajah sedikit penasarannya yang membuat dolken pun langsung mengelus pucuk rambut istrinya itu begitu lembut beberapa kali
"jangan berpikir terlalu banyak, tidurlah lebih awal, ayo, sebaiknya kita ucapkan selamat malam pada bayi kita . . " saut dolken dengan sontak langsung menurunkan kepalanya kearah perut istrinya itu dengan wajah senengnya sembari mengelusnya dan menciumnya beberapa kali
"selamat malam beby kecilku..
yang membuat jila pun sedikit terkejut melihat ekpresi wajah suaminya itu
"ternyata kau lucu sekali seperti anak kecil saat mengucapkan selamat malam... (batin jila) .. yang membuat dirinya pun terkejut merasakan tendangan bayi di dalam perutnya itu termasuk dolken dengan wajah bengongnya yang sudah merasakan dengan tangannya beberapa kali
"hahaha.. ternyata bayi ini tahu kalau orang tuanya sedang bicara padanya
..hahahha.... " ujar dolken dengan wajah senangnya menatap istrinya itu yang membuat jila pun ikut senang mendengarnya
"hahahha... iya kau benar.. hahaha...
namun dengan tiba-tiba dolken pun langsung mengecup jidat istrinya itu yang begitu lembut
" cuppπ.. selamat malam.. "ujar dolken dengan suara lembut langsung membalikan tubuhnya sembari mematikan lampunya yang membuat jila pun langsung terdiam membeku dengan sikap dolken padanya yang tiba-tiba, sembari memegang selimutannya itu dengan gugupnya
"dolken..
" hMmm...
"itu... aku ada sedikit pertanyaan yang sangat ingin aku tanyakan padamu.. apa kau . .. terhadapku... apakah kau suka padaku? . . " tanya jila dengan rasa keberaniannya menutup matanya itu dengan gugupnya yang sudah menampakkan wajah (βββ’βΟββ’ββ) malunya , namun dengan tiba-tiba kamar pun menjadi sunyi ~~~~
"akhirnya aku bisa mengucapkannya.. (batin jila) yang sudah amat lega dengan wajah (βββ’βΟββ’ββ) malunya yang secara perlahan membuka matanya sembari menoleh kearah suaminya itu dengan wajah bengongnya yang tak ada tanggapan dari suaminya itu
" ehh? dolken? ..
__ADS_1
"apa dia sudah tidur? ya ampun.. aHh! kenapa aku bisa bertanya pertanyaan bodoh seperti ini? sungguh memalukan sekali! apa yang aku pikirkan , lebih baik aku cepat tidur saja ahhh!.. (batin jila) yang sudah amat kecewa dengan wajah bodohnya itu sembari menyelimuti tubuhnya dan bersembunyi didalam selimutnya , yang membuat dolken pun yang pura-pura tidur itu pun tersenyum senang digaris bibirnya itu