sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
meledek Rena yang emosi


__ADS_3

" hai salam kenal !aku 21tahun namaku zero shaleman !" saut zero yang penuh semangat


"biasanya wanita yang lebih tua dariku , pikirannya akan lebih dewasa dan pengertian ,lebih hebat dan setia aku tak sabar lagi ingin menjadi miliknya ..(batin zero) dengan PDnya dan begitu sangat berlebihan tersenyum lebar menatap Rena dengan penuh cerianya


"hahaha!..jika aku tahu sejak awal kau masih muda , mungkin aku tidak akan menggodamu setiap saat!" ucap Rena tersenyum canggung dan dipojokkan sana jila dan Renata pun tersenyum ledek melihat sahabatnya


"hhppppptttttt!!.. .. rupanya dia suka daun muda !! Xixixix!.."aku juga gak menyangka dia suka pria yang lebih muda darinya hhppppptttttt!!..." bisik mereka berdua yang sudah saling tersenyum ledek ,namun Rena yang jeli dengan pendengarannya menoleh melihat kedua wanita dibelakangnya dengan tatapan emosinya


"hei!kalian sedang tertawakan apa ?.." tanya rena dengan muka kesalnya yang berapi-api membuat jila dan Renata pun langsung menutup mulutnya dengan rasa ketakutannya


"ahhh! tidak ada ,ampunn!! hehehe !." sontak mereka berdua dengan kompaknya mengancungkan kedua tangannya dengan wajah melasnya ,dan Rena pun yang melihat itu langsung menurunkan emosinya sembari menghelang nafas beratnya

__ADS_1


"~~uhu~~kalian!!..


namun tak berselang lama beberapa bodyguard Rangga dan Dolken pun berjalan masuk membawa beberapa hadiah setiap orang dengan cepatnya , membuat semua orang yang ada diruang tamu pun langsung terdiam melihat itu termasuk kepala desa yang sedikit terkejut menoleh melihat Dolken dan Rangga secara pergantian


Tak ..tak...tak..


"kalian berdua benar-benar terlalu sungkan,bisa datang kedesa bunga saja sudah bersyukur dan merupakan keberuntungan bagi desa bunga ,tapi , ijinkan aku bertanya beberapa pertanyaan pada kalian , harap tidak menyalahkan! " ujar Baskoro yang sedikit ragu


"dari tatapan nya pria ini sungguh sangat berbahaya..(batin Baskoro) menatap gugup


"meskipun para tamu mempersilahkan untuk berkunjung kedesa kami ,tapi harap jangan menginjakkan kaki diaula leluhur kami dibawah lingkup 6 kepala keluarga , terkecuali ...nona dari keluarga Mahesa !" ujar Baskoro memberitahukan dan memperingatkan kepada mereka semua terkecuali jila yang hanya bisa terdiam dengan wajah bengongnya

__ADS_1


"apa kecuali aku? apakah karena hubunganku dengan keluarga Mahesa?..(batin jila) terdiam lurus melihat kepala desa dengan seriusnya


" terimakasih banyak atas peringatan kepala desa !" saut Rangga tersenyum ramah yang sudah tahu akan hal itu dengan santainya


" lagian tujuan kedatangan kalian aku sudah tahu , hanya saja masalah ini sangat besar dan tidak bisa diputuskan begitu saja oleh kepala desa! Aku mungkin tidak bisa menerima isi hati semuanya ,harap bawalah balik semua hadiah ini!" tolak Baskoro dengan tegasnya namun dengan cepat Dolken pun meyakinkannya


" kepala desa ,kau salah paham,kami hanya datang untuk liburan , mengerjakan bisnis hanya sekalian saja ,tapi tujuan utama kami hanya ingin liburan didesa Bunga!" saut Dolken dengan santainya sembari menyuruput teh nya secara perlahan ,dan Baskoro yang mendengar itu pun sedikit lega memegang dadanya secara perlahan


"~~uhu~~syukurlah ,rupanya begitu!..


"tapi ,kudengar kalau pemerintah bermaksud untuk merelokasi desa bunga,tidak tahu apakah kabar ini benar atau tidak ? Oia , apakah ceo Rangga pernah mendengar masalah ini? " ujar Dolken dengan sengaja menoleh dan bertanya pada Rangga dengan taktiknya , membuat Baskoro pun amat kaget dan bingung mendengarnya, menoleh melihat kedua pria yang sangat sedikit membahayakan itu

__ADS_1


__ADS_2