sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
daging panggang


__ADS_3

1 jam kemudian..


Tak..tak..tak..


jila dan Rena yang sudah mengganti baju adat didesa bunga yang begitu cantik berjalan dengan senangnya menuju kursi yang sudah disiapkan dan tak lupa beberapa makanan yang enak-enak disedap mata pun sudah dihindangkan begitu banyak diatas meja membuat mereka pun tercengang dengan mata bulatnya tak berkedip yang tak sadar dalam bersamaan mereka berdua pun mengeluarkan air liur disudut bibirnya yang tak sabaran ingin melahapnya kedalam mulutnya mereka masing-masing yang begitu megahnya, semua penduduk pun ikut serta memeriahkan api unggun dengan antusias nya dan tak lupa musik khas desa bunga pun dinyanyikan oleh beberapa anak muda mudi dengan bahagianya didepan api unggun dengan lantuna dan suara begitu merdunya dalam bersamaan, membuat jila , Rena dan tak lupa Rangga dan Renata pun begitu amat sangat menikmatinya yang sudah duduk dikursinya masing-masing

__ADS_1


"wahh!!ternyata disini juga ada makanan dan cemilan yang begitu enak !apa lagi ini aku suka sekali daging panggang rasa barbekyu !emmm....ammmemmmm...jila ,gila ini enak sekali! Ayo ceria dikit wajahmu kenapa tiba-tiba kusut begitu dihadapan makanan?" ujar Rena dengan lahapnya mengunyah , menikmati setiap gigitan kedalam mulutnya


"tunggu,apa kita bisa begitu santai seperti ini? " tanya jila menoleh melihat sahabatnya yang mengingat sesuatu didalam kepalanya


"yah, meskipun kau datang kesini untuk urusan bisnis,tapi sekarang kita bukan dikantor! bahagia adalah hal yang paling penting untuk kita ,apa lagi seperti ini sekali dalam hidupku berpesta dengan penduduk desa kabupaten bunga yang banyak sejarah nya !emmm..ammmm...." saut Rena dengan santainya sembari mengunyah makanannya dan jila pun yang mendengar itu hanya bisa menghelang nafas beratnya

__ADS_1


"kenapa daging ku tiba-tiba jadi tidak enak , kenapa kau mengungkitnya disaat aku lagi makan ..malam ini aku berencana untuk melihat apakah ada pria tampan dipesta api unggun,dan aku akan langsung membawanya pulang saat itu juga !lagipula bila dia datang rencanaku akan gagal total! " saut Rena yang mulai sedikit kesal yang tanpa sadar pangeran pun secara perlahan berjalan menghampiri mereka berdua yang sedang asik membicarakan dirinya membuat dirinya pun hanya bisa berdiri terdiam dengan rasa geregetan yang tertahankan tanpa suara sedikitpun


"apakah kau begitu sangat membenci bos'mu itu ? " tanya jila heran


"benci sekali! dia sendiri saja tidak bisa menikah tapi ,malah menghalangiku setiap kali aku mencari jodoh !" saut Rena dengan juteknya yang sesekali menggigit daging panggang kesukaan nya dengan rasa geregetan ,namun jila yang tak sengaja menoleh melihat arah belakangnya , yang sudah melihat pangeran berdiri terdiam menahan rasa kesalnya ,dan jila pun yang melihat itu amat sangat terkejut dengan reflek mencubit pinggang Rena berulang kali untuk menghentikan ocehan Rena yang sedang memaki pangeran dibelakang nya

__ADS_1


"aku sudah beerusia 25 tahun !jika aku masih belom bisa menemukan jodohku tahun ini ,maka cepat atau lambat aku akan jadi perawan tua yang ber'uban aku tidak mau itu !ehit..diamlah kenapa mencubit pinggangku terus ,ada apa? Kenapa dengan matamu itu ?apa kram?" ujar Rena dengan santainya menoleh melihat sahabatnya sembari menggigit dan mengunyah makanannya kedalam mulutnya yang sedikit palepotan setiap ujung bibirnya yang penuh bumbu daging panggang kesukaan nya yang belom menyadari adanya pangeran yang sudah berdiri dibelakangnya dan jila pun hanya bisa terdiam memberikan kode matanya yang begitu kuat kearah sahabatnya yang sedikit cemas melihat pangeran yang sudah menampakkan wajah suram dibelakang sana


__ADS_2