
"nenek, sudahlah lagian dia bukan anak kecil lagi , dia pasti mengerti harus bagaimana!.. " ujar dolken yang sudah membela istrinya itu didepan neneknya
"baiklah , kamu emang anak sangat berbakti pada keluarga mu, nenek ijinkan tapi kau harus di temani beberapa orang untuk menjaga mu nanti di saat perjalanan dan nenek juga membawa dokter dan perawat bila hal tak di inginkan terjadi di saat di jalan!.. " pinta Ratna dengan berat hatinya mengizinkan jila untuk pulang kekampung halamannya yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat senang sekali dengan sontak memeluk neneknya itu yang begitu erat
"terimakasih nenek aku sangat senang sekali, baiklah terserah nenek yang penting aku pulang dengan selamat ke rumah neneku di kampung!?..
"ehmm..oia..cucuku, biarkan raja yang mengantarkan jila ke kampung nya , biar nanti kalau ada apa-apa dia bisa hubungi nenek secepatnya!" pinta Ratna pada cucunya itu
"baiklah.."
" kelihatan nya dia senang sekali di saat aku memohon pada nenek..( batin dolken) dengan sontak memperhatikan jila dengan wajah penuh kemenangan..
1 hari kemudian..
jila yang sudah sampai dengan beberapa orang di sampingnya berjalan masuk ke halaman rumah nenek nya dengan hati yang dag.. dig.. dug bercampur cemas dengan hatinya yang sudah sangat gugup..
" kalian di sini dulu aku tak akan lama , aku hanya perlu bicara pada keluarga ku?.." pinta jila pinta kepada beberapa bodyguard yang sudah berdiri hadapannya
__ADS_1
" maaf kan saya nyonya, saya sudah di tugaskan oleh direktur untuk menemani mu dimana pun dan kapanpun kau berada karena aku menjaga keturunan keluarga batara gruop ke 4 saya tidak mau terjadi apa-apa padanya apapun itu karena nyawa taruhan nya!.. "protes salah satu bodyguard itu dengan hormat
" baiklah aku lupa aku sedang hamil anak orang kaya.. ( batin jila)
" baiklah setidaknya ada tuan raja yang menemaniku , yang lainnya tetap di luar aku tak mau nenek ku kaget dan sangat terancam bila kalian masuk semuanya?.."pinta jila yang sudah menatap raja yang tidak jauh darinya
" baiklah, kalau begitu kami disini kalau ada apa-apa nyonya bisa teriak saja!
" dikira nyonya mu ingin perang dia lagi ketemu keluarga nya dan tak mungkin akan hal terjadi seperti itu, tenang saja aku ada di samping nya kalau emang benar itu terjadi aku akan mengatasinya!.." saut raja yang sudah berjalan menghampiri istri tuanya itu yang sudah berdiri sejajar dengannya
"sudah... sudah sebaiknya aku masuk dulu dan jangan lupa hadiahnya?.." pinta jila yang sudah beranjak masuk
"oia.. nyonya ternyata kau tinggal disini?" tanya raja yang sudah membawa hadiah begitu banyak di kedua tangannya..
" diamlah, ayo masuk!"protes jila yang sudah masuk dengan gugupnya, yang sudah melihat ibu, nenek dan kaka tirinya yang selalu di manjakannya itu , yang sedang duduk di meja tamu dengan canda tawa tidak termasuk ibunya yang selalu menjadikan budak di rumah nya itu..
"jila.. sayang kamu pulang nak?.." tanya ibunya jila dengan terkejutnya melihat anaknya yang sudah pulang berdiri di depan pintu , yang membuat nenek tua itu pun menoleh dan melihatnya dengan tatapan tak sukanya
__ADS_1
"benih liar dari luar, beraninya pulang ke rumahku hah!.. " ucap rita yang sangat marah melihat jila datang di hadapan nya dengan tiba-tiba
"nenek jangan bilang seperti itu?" protes ibunya jila yang sudah amat sedih mendengarnya
" diam kau, kalian berdua bagiku sama saja cih...
"nyonya muda sebaiknya aku taruh hadiahnya di sini, aku akan segera keluar sebentar.." ucap raja yang sudah melihat situwasi sedang memanas
" ahh.. baiklah tuan raja terimakasih banyak?
" tidak masalah nyonya ini sudah tugasku!dan jangan panggil tuan aku hanya bawahan mu saja! panggil aku raja ok!
" baiklah kalau itu maumu!..
" harus cepat memberi tahu tuan muda.. (batin raja)
raja pun yang mendengar dan melihat perilaku nenek nya terhadap jila membuat sedikit kesal tapi dia tahan dengan tanpa di sadari keluarga rita dan jila, raja pun menghubungi dolken dan merekamnya setiap nenek dan kaka tirinya itu menghinanya ..
__ADS_1
"nenek, aku membawa hadiah untuk semua yang ada di rumah ini, terserah nenek mau membaginya gimana . ." ucap jila yang sudah menunjuk beberapa bingkisan yang sudah ada di atas kursinya
"jangan pikir dengan membelikan ku hadiah rongsokan mu , kau bisa menutupi skandalmu! dasar tidak tau diri bikin malu saja ! keluarga besan sebenarnya akan datang besok, untuk melamar kakamu ini , jika sampai terjadi sesuatu dan kalian menghancurkannya gara-gara kalian aku tak segan untuk mengusir mu di rumah ku ini! .." ancam nenek tua itu dengan suara kerasnya