
1 jam kemudian..
ting... (suara lift terbuka)
"nyonya muda dan ceo rena! tuan muda sudah memerintahkan, setelah kalian tiba, langsung pergi ke ruang rapat dengan segera.. " ucap salah satu bodyguard itu yang menyambut mereka berdua di depan pintu lift
"dolken itu sungguh menarik juga ! ternyata dia dapat menebak aku akan datang .. " ucap rena dengan rasa sombongnya berjalan mengikuti beberapa bodyguard itu termasuk jila yang sudah berjalan di sampingnya
tak berselang lama..
tok.. tok.. tok..
"masuk..
"ceo... ceo rangga selamat pagi.. " ucap jila dengan sopanya menundukan tubuhnya sedikit kepada mereka berdua berbeda dengan rena hanya bisa menyapa dengan tangannya yang sudah keatas seperti teman pada umumnya
"halo.. selamat pagi semuanya! ..
yang membuat kedua laki-laki itu langsung melihat kedua wanita itu dengan tatapan ramahnya termasuk dolken yang sudah menatap jila tapi dengan sadar jila pun membalikan wajahnya dengan semu merah di pipinya dengan hatinya yang sudah dag.. dig.. dug mengingat ciuman tadi malam
"ehh! dia kenapa? . . (batin rena)
"apakah ceo rena juga tertarik pada hal ini.." tanya dolken pada rena dengan wajah datarnya
__ADS_1
"heheh.. bosku bilang , jarang-jarang dapat kesempatan melihat ceo dolken terpojok, sebab itu aku datang . . " ucap rena dengan blak-blakan nya hanya terseyum simpul, yang membuat dolken hanya bisa terdiam mendengar itu tetapi dengan sekilas matanya pun memperhatikan rangga yang hanya terdiam tak berkedip
"matanya terus menatap jila , ckk.. (batin dolken) dengan tatapan tak sukanya pada laki-laki itu
"ceo rangga apa kau mengenal istriku? . . " tanya dolken pada rangga yang langsung membuyarkan tatapannya pada istri nya itu, yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat terkejut
"ini adalah pertama kalinya dolken mengakui identitasku kepada orang luar, bukankah dia ingin merahasiakannya?.. (batin jila) dengan wajah tak percayanya
"owhh.. rupannya ini adalah nyonya batara, nyonya sangat mirip dengan teman lamaku . . " ucap rangga yang langsung terseyum ringan ke arah jila
" duduklah di samping ku . . " titah dolken pada jila yang sudah berjalan menghampiri kursi yang sudah dolken perintahkan dan juga rena sama -sama berjalan mengikuti jila dari belakangnya
"kemarin malam aku juga sudah menyelidikinya dengan jelas pernikahan jila putri dengan dolken batara hanyalah karena anak yang tidak di sengaja datang ke dunia ini, jadi terpaksa menikah keduanya bukan hanya tidak ada perasaan, bahkan pernah ada masalah lari dari pernikahan, jika bukan karena dolken batara memaksa jila, mungkin jila putri saat ini belom menikah akan mungkin lebih baik.. (batin rangga) dengan mata biru indahnya hanya bisa menuju pandangannya ke arah jila yang saat ini sudah duduk di samping suaminya itu, yang membuat rena pun merasakan sesuatu di antara mereka bertiga
"apa pendapat ceo dolken terhadap ideku?
"ceo rangga benar-benar bercanda! akar keluarga batara bukan di kota ini, tapi ceo rangga ingin berkerja sama denganku , apakah keluarga Johnson tidak takut menderita kerugian?
"tidak masalah , aku sanggup membayarnya !
"karena ceo rangga berkata demikian, jika aku menolaknya maka aku jadi tidak tahu diri tapi, keluarga batara juga sanggup membayarnya !
"dolken batara mengapa matamu berubah menjadi rubah tua . . (batin rena) yang sudah memperhatikan mereka berdua , sama halnya dengan jila dia juga memperhatikan kedua laki-laki itu yang semakin memanas
__ADS_1
"bukankah rena bilang hanya bicara tentang bisnis? tapi kenapa mereka seperti bertengkar.. (batin jila) dengan wajah terkejutnya yang membuat rena pun dengan sadarnya
"keadaannya tidak baik... aku harus cepat.. (batin rena) dengan cepat bangun dari duduknya dan langsung menarik tangan jila dengan tiba -tiba
"jila, ayo, temani! aku keluar sebentar ! .. " ucap rena dengan wajah manisnya terseyum ke arah jila yang sudah menampakan wajah kebingungannya
"ahh!??. . tunggu!
wushhh... (secepat kilat)
yang membuat kedua laki-laki itu terkejut melihat tingkah kedua wanita itu yang pergi begitu saja
"rena kau cukup pintar.. (batin dolken)
"ppfttt... wanita ini benar-benar imut juga.. (batin rangga) yang sudah menyembunyikan senyumannya dan beralih pandangannya ke arah dolken dengan wajah dinginnya
"ehmm.. katakan apa syaratnya?.. " tanya rangga pada dolken yang masih sama -sama terdiam
"keluarga Johnson memberikan sepotong kue yang begitu besar kepada keluarga batara, tentu saja, pasti bukannya tanpa syarat 'kan? . . " ucap dolken yang sudah menampakan wajah dinginnya yang penuh menahan kekesalannya di wajahnya kepada laki-laki itu
"ceo batara orang yang pintar ! karena semuanya orang pintar , maka aku tidak akan bicara omong kosong , aku memang punya permintaan dan aku mengusulkan agar nyonya batara yang bertanggung jawab atas kerjasama ini gimana? .. " ucap rangga dengan santainya berbicara seperti itu kepada dolken yang membuat dolken pun terkejut dengan apa yang di katakan barusan padanya
" ckk..rangga yah rangga , ekormu terlihat terlalu cepat sekali.. (batin dolken) yang sudah menampakan raut wajah tak sukanya pada laki-laki itu
__ADS_1