sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
penghianatan dina


__ADS_3

"dina, kamu beritahu aku, kenapa? kenapa harus berbuat seperti itu!?..dina jawab aku..?.." tanya jila dengan tatapan sedunya melihat sahabatnya


"masih tanya kenapa ? untuk apa pura -pura suci, sungguh menjijikan !.. " cetus dina menatap jila dengan tak sukanya, yang tak sengaja matanya pun tertuju pada leher sahabatnya dengan terkejut tidak percaya melihat kalung yang di pakai


"itu.. adalah heart of the ocean, yang aku impikan ! kenapa bisa di pakai oleh dia?.. (batin dina) terdiam seketika


"Kenapa kamu selalu merebut semua! yang aku sukai! kenapa? .. kamu ternyata bertanya padaku kenapa? karena bertahun-tahun! aku sudah muak padamu ! aku sudah muak melihatmu menatapku dengan kasihan! ... " triak dina dengan marahnya mengeluarkan kebohongannya yang selama ini yang pura-pura baik dengan raut wajah tak terima dengan keadaan sekarang ini , yang membuat jila pun semakin sedih mendengar perkataan sahabatnya yang menusuk jantungnya

__ADS_1


"apa kau bilang menatapmu dengan kasihan? tidak! aku bahkan tidak pernah Melakukannya itu kepadamu !.. " jawab jila dengan rasa sedihnya


"jila putri, bukankah kamu hanya punya satu lapisan yang lebih banyak dariku?yang membuatmu merasa sangat tinggi? tapi memangnya kenapa bukankah kamu sekarang tidak punya apa-apa?.. " cetus dina dengan angkuhnya


" dina, apa yang terjadi saat itu.. aku benar-benar minta maaf , tapi aku tidak pernah menatap mu dengan kasihan? aku selalu mengagap mu sebagai saudaraku yang paling baik, berbagi segalanya bersama... aku pikir seluruh dunia dapat meninggalkanku! dan kamu juga tidak akan menghianatiku tapi, pikiranku salah selama ini!.." ucap jila dengan suara sendunya yang tak percaya sahabatnya sediri akan melakukan hal yang membuat nya sakit hati , dolken pun yang ada di depanya hanya bisa terdiam melihat dan mendengar mereka berdua yang sedang mengeluarkan unek-eneknya di dalam hati mereka masing-masing


" tikus tanah.. tenanglah sedikit !..(batin Dolken) yang mulai hilang kendali dan jila pun yang semakin tak terkontol dengan posisinya yang tidak stabil yang dari tadi berdiri dengan kepalanya yang sudah mulai sedikit pusing , membuat dirinya pun ingin terjatuh tapi ,tangannya keburu menahan meja yang ada di belakangnya dengan matanya yang sembab bercucuran air mata yang tertunduk lemas , dan dolken pun dengan rasa cemasnya ingin membantunya tapi di tahan oleh dina yang sudah meneriakinya

__ADS_1


"dolken, aku ada disini , jangan ke Sana..." pinta dina dengan suara kerasnya


jila pun yang mendengar itu mengusap air matanya dan berbalik badan berjalan melewati dolken dan dina tanpa berkata sedikit pun , dan meninggalkan mereka berdua di ruangan itu, dina pun yang belom puas melihat sahabatnya yang amat sangat kesal


" sialan, ingin pergi begitu saja kah? jila putri, jangan berpura-pura sekarang hatimu ingin bangga maka berbanggalah, kamu hanya akan kehilangan sedikit saja, tapi kamu malah merebut pacarku! mengandung dan menjadi istrinya ! jila, kamu kembalikan semunya padaku!, maka hubungan bertahun-tahun kita impas! . . "triak Dina dengan emosinya menatap punggung sahabatnya yang terus berjalan dan tak menghiraukan dirinya ataupun memperdulikan ucapannya barusan , membuat Dina pun semakin marah besar melihat jila yang terus berjalan tanpa melihat ke belakang lagi , dan dolken pun yang melihat itu semakin kesal melihat tingkah dina yang kelewatan, sembari mengempalkan tangannya yang amat sangat geregetan yang tertahankan dan melangkah berjalan yang ingin mengejar istrinya tapi , dolken pun berhenti sejenak menoleh sembari membalikan tubuhnya melihat dina dengan juteknya


"dina! diam cukup! . . "bentak dolken dengan nada tingginya menatap tajam membuat dina pun terkejut dengan mata melotot tidak percaya

__ADS_1


" dolken.. kau!!..


__ADS_2