
beberapa jam kemudian..
di tempat jajan khas di Kota p yang saat ini begitu ramai pengunjung rena dan jila pun dengan antusiasnya membeli beberapa Camilan yang menggugah seleranya dengan rasa senangnya
"aku sangat suka berpergian, hanya saja saat kecil aku terlalu miskin, jadi tidak punya banyak kesempatan untuk keluar! " ujar jila sembari mengunyah makanannya didalam mulutnya sama halnya dengan rena yang begitu rakus memakan cemilan yang seperti tusuk baso itu
"aku juga sangat suka ! jila, lain kali ayo kita pergi bersama lagi! " saut rena yang begitu cepat menghabiskan Camilannya yang ada di tangannya itu
"tapi, ngomong-ngomong , cemilan ini enak juga! hahaha... " saut mereka berbarengan yang ketawa renyahnya sembari mengunyah makanan yang masih ada didalam mulut mereka masing-masing
"aku pergi ke berbagai banyak tempat, tapi tidak pernah makan cemilan seenak ini! rasanya pengen nambah lagi ,apa kau mau beli lagi? " ujar rena yang sudah berhenti berjalan sembari menoleh menatap sahabatnya itu yang sudah tersenyum sembari menganggukan kepalanya, yang membuat rena pun langsung membalikan tubuhnya lagi pergi berjalan menuju kedai yang banyak jajanan itu , yang membuat jila pun langsung menoleh menatap rangga yang masih berdiri memperhatikan mereka berdua makan dari tadi
__ADS_1
"terimakasih CEO rangga, kau telah membawa kami jalan-jalan, dan membiarkan kami memakan beberapa macam cemilan yang begitu banyak hehehe... "ujar jila yang sudah tersenyum lebarnya menatap sahabatnya itu
"tidak masalah, aku hanya melakukannya sebagai tuan rumah, baguslah kalau kalian suka, sekotak cemilan ini juga dititipkan padaku oleh keluarga mahesa untukmu ! " saut rangga yang memberitahukan kepada jila dengan senyum senangnya yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut
"apa? keluarga mahesa... untukku? "tanya jila yang sudah menampakan wajah bengongnya
"kau jangan salah paham dulu, ini diberikan oleh bibi alea alguem, dia pernah bertemu denganmu bukan, sepertinya dia sangat menyukaimu, hanya itu saja! " saut rangga yang sudah memberitahukan kepada jila dengan ramahnya
"ahh.. apakah boleh begitu? aku takut CEO rangga akan sedikit keberatan hehehe...! " saut jila yang amat senangnya sembari tersenyum renyahnya didepan rangga
"oh iya, aku juga membawa seseorang kesini apa kau tahu? " tanya rangga yang ingin memperkenalkan seseorang Wanita kepada jila, yang membuat jila pun sedikit penasaran
__ADS_1
"apa? siapa? " saut jila yang yang sudah menampakan wajah bengongnya
"kemarilan, ini dia adalah juru bahasa situs bersejarah keluarga mahesa, biarkan dia yang menjelaskan sejarah keluarga mahesa kepadamu ! " ujar rangga yang sudah tersenyum ramahnya memperkenalkan seseorang Wanita yang sudah berjalan menghampirinya sembari menujuk dengan jari tangannya , yang membuat jila pun langsung menoleh melihat Wanita itu dengan amat senangnya
"halo, apa kabar, ayo silahkan ikut aku! " sapa Wanita itu dengan ramahnya yang membuat jila pun berjalan menghampirinya dengan antusiasnya
"halo, aku udah tak sabar, ingin mendengar sejarah keluarga mahesa dulu, ayo cepat katakan? dan entah kenapa aku merasa bangga ketika mendengar kau berbicara tentang sejarah keluarga mahesa?" saut jila yang sudah berjalan mengikuti Wanita itu di sampingnya dengan rasa penasarannya didalam dirinya saat ini
"baiklah ! " ujar Wanita itu yang sudah memulai ceritanya sembari berjalan santai menyusuri tempat itu, yang membuat rena pun kembali yang sudah menampakan wajah rasa terkejutnya melihat sahabatnya itu dengan seseorang Wanita
"CEO, apa magsudmu ini? " tanya rena yang sudah menampakan wajah seriousnya menatap rangga yang sudah berdiri dihadapannya
__ADS_1
"kenapa CEO rena begitu panik? aku tidak akan menyakiti semua orang didunia ini, terkecuali dia! "saut rangga yang sudah menampakan wajah datarnya sembari menatap punggung jila yang masih berjalan dengan santainya dengan Wanita itu