sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kecewa


__ADS_3

"apa yang sebenarnya ingin dia lakukan? sialan! sebuah villa terbesar dan ketat penjagaan di group batara, ternyata dapat membiarkan orang menyelinap masuk !.. ( batin dolken) dengan kesalnya melihat Dina yang ingin memarahi istrinya didepan tamu istimewanya


"kau ini, dasar wanita j*lang!.. " bentak dina yang marahnya membuat jila pun sangat amat kaget dengan ucapannya barusan


"wiwi kau..


" CEO dolken, apa yang terjadi?.."tanya president yang sudah beranjak bangun dari duduknya dengan wajah tidak senangnya


"president, nyonya ini hanya sebuah salah paham saja.. " saut dolken dengan sedikit cemasnya beranjak bangun dari duduknya yang ingin menyakinkan president dan istrinya tapi, dengan tiba-tiba dina pun berjalan mendekati dirinya


"dolken, jika ada masalah , kita bicarakan nanti! .. " ucap dina merajuk dengan manjanya ,dan jila yang melihat itu hanya bisa terdiam tak bisa berkata apa-apa


"jila, kau bawa president dan nyonya untuk istirahat dulu!"pinta Dolken tegas


" ah.. baiklah.. " saut jila dengan cepatnya melangkah menghampiri mereka berdua dan tak lupa dirinya pun membungkukan tubuhnya sedikit dengan hormatnya


"aku sungguh minta maaf , karena beberapa masalah pribadi sehingga menggangu makan kalian berdua, mohon kalian berdua ikut bersamaku, nanti kami pasti akan memberikan penjelasan Kepada kalian berdua !" bujuk jila dengan lembutnya


" nyonya batara, aku harap penjelasan mu dapat menyakinkan ku ! .. " saut president yang sudah sedikit kecewa atas kejadian barusan


"apa nyonya batara? kau benar-benar menganggap diri sendiri sebagai istri CEO, kenapa harus dia.. (batin dina) yang tak terima mendengar itu dengan cemburu dan kesalnya pada jila di saat namanya di panggil untuk orang tertentu saja

__ADS_1


"president, nyonya silahkan lewat sini.. ".. bujuk jila sekali lagi yang ingin beranjak melangkah pergi dengan wajah ramahnya melihat mereka berdua, tapi, dengan tiba-tiba..


plakkk...


" ahh!...


president dan istrinya dengan kagetnya melihat wanita itu yang berani sekali menampar nyonya batara di hadapanya


"cuihhh... jila putri, sungguh tidak tau malu! kau adalah sahabat terbaikku, tapi kau ternyata merebut pria ku!" bentak Dina dengan PDnya


" suamiku!.. .


"bukan... aku.. " protes jila yang ingin menjelaskan tapi dina terlalu emosi dan menariknya tangan jila ke arahnya yang ingin memukulnya lagi


plakkk...


"ahhh!!..


" dolken.. kau!!"triak Dina dengan wajah kagetnya melihat Dolken yang tiba-tiba memukul pipinya


" dina, apakah sudah cukup? .. "bentak dolken dengan kesalnya menampar dina dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


"dolken , kamu menamparku ? kamu tak boleh galak padaku apalagi melotot menatapku . . " protes dina yang kaget langsung memukul -mukul dada dolken beberapa kali dengan wajah tak terimanya di perlakukan seperti barusan , jila pun yang sudah sedikit malu di depan president dan istrinya hanya bisa terdiam dengan wajahnya yang sudah tertunduk


"aku tidak pernah melakukan hal yang bersalah padanya? tapi dia malah memukulku dua kali ! yang pertama di saat Pernikahanku yang kedua adalah hari ini, di depan president dan istrinya.. (batin jila) yang sudah tertunduk lemas dengan rasa kecewanya


"dolken! lepaskan aku! aku ingin memberi pelajaran Kepada jal*ng itu! dolken, kamu tak boleh berbuat seperti itu padaku! aku yang seharusnya yang menjadi istrimu ! kamu bagaimana bisa menikahi sahabatku ? . ."triak dina yang tidak terima sembari berontak Sana Sini dengan kedua tangannya yang sudah di pegang erat oleh dolken agar tidak meraja lera pada istrinya


"huuuuaaaaa...... dolken kau tega sekali padaku.. huuuaaaaaa....."triak Dina menangis histeris tidak karuan


"kenapa kamu yang menangis, hari ini jelas-jelas yang seharusnya menangis adalah aku! .. (batin jila) terdiam kesal menahan perih di pipinya dan hatinya, yang membuat dolken pun menoleh melihat jila dengan tatapan ibanya dan dirinya pun menoleh lagi melihat dina yang saat ini sedang menangis sejadi-jadinya di hadapannya yang membuat dirinya pun sedikit kesal dibuatnya


" dina, aku peringatkan lagi sudah cukup!" bentak Dolken yang menahan kesabarannya


"heh.. aku tidak percaya kamu akan melakukan sesuatu padaku.. (batin dina) yang tak mau menyerah agar dolken bisa simpati padanya


" huaaaaa.... maaf, maaf ,kamu jangan salahkan aku huuaaaa...."bujuk Dina yang masih terus menangis dengan akting nya


"raja, kau antarakan president dan nyonya istirahat lebih dulu!.. " pinta dolken menoleh melihat sekretaris nya yang sudah datang berjalan menghampiri nya , dengan wajah kesalnya Dolken pun masih melihat tingkah dina yang tak mau berhenti menangis seperti anak kecil


"baik , tuan muda!" saut raja singgap


"aku harap CEO dolken, memberi kami penjelasan yang memuaskan! perusahaan korea tidak akan berkerja sama dengan pria yang tidak setia dan Berkhianat!.. " ancam president dengan tegasnya dan marah pada mereka bertiga

__ADS_1


__ADS_2