sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
mengikuti jila


__ADS_3

"heh, karena kau ingin sekali pergi ,maka aku tidak bisa antar kau sampai depan pagar 'yah, karena aku masih harus kedapur untuk menyiapkan makanan ringan untuk Dolken !" triak Maria yang sengaja memanas-manasi jila dengan niatnya dan jila pun yang mendengar itu tidak perduli sama sekali


"terserah padamu aku tidak perduli ehMm!.." saut jila yang terus berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi dan didalam kamar Dolken pun masih termenung berdiri didepan jendela dan tentunya sudah ditemani seketarisnya yang setia menemaninya


"apa kau tahu jila mau pergi kemana?" tanya Dolken dingin


"tadi CEO Rena bilang... katanya mereka ingin pergi berlayar dikapal pesiar !"saut raja memberitahukan niat mereka pada majikannya


" coba kau periksa , perusahaan kapal pesiar Yang mana ingin mereka tempati?" tanya Dolken serius dan sedikit penasaran dan raja pun yang sudah tahu hal itu dirinya pun bergegas pergi meninggalkan majikannya seorang diri,dan didepan gerbang jila pun terdiam cemberut berjalan menghampiri Rena yang sudah menunggunya didepan mobil

__ADS_1


"jila , ada apa dengan pakaian mu ?" tanya rena heran


"tidak apa-apa,aku hanya ditabrak ,oleh seekor anjing betina !" saut jila enteng


"hMm?aku baru tahu di mansion keluarga group Batara ada anjing?" tanya rena yang semakin bingung dan jila pun yang melihat ekspresi sahabatnya hanya bisa tersenyum kecil sembari mengelus perutnya berulang kali


"raja , satu lagi tolong bantu aku atur secepatnya ,aku juga harus membuat pelayaran jila menjadi sangat menyenangkan dan indah" pinta Dolken pada seketarisnya yang begitu tiba-tiba dan diam-diam ingin mengikuti perginya wanita yang amat dicintainya itu , dan tak lupa dirinya pun masih berdiri memperhatikan istrinya yang sudah masuk kedalam mobilnya bersama Rena yang selalu menemaninya , membuat dirinya pun merencanakan niat yang tak sabaran didalam pikirannya


Sore pun tiba ..

__ADS_1


Ditempa lain yang saat ini Rangga pun sedang berdiri dengan rasa gelisah mengunjungi seseorang wanita paruh baya yang amat terpercaya dalam ramalan masa depan bagi kaum bangsawan seperti dirinya


"kesempatan antara keluarga Mahesa dan keluarga Jhonson,tentu saja kami akan ingat ,hanya saja apa kau nyakin ingin menikahinya ? dia masih belom tahu asal usulnya,jika dia tahu yang sebenarnya, mungkin dia tidak akan memenuhi kesempatan keluarga Batara dan keluarga Jhonson .." ujar nenek paruh baya itu dengan santainya memberitahukan keinginan Rangga yang masih kukuh dengan keputusan


"dulu aku sangat sabar menunggu Yuri Katy, sekarang aku juga akan sabar menunggu jila putri untuk menjadi pendampingku meskipun berat melawan keluarga Batara !"saut Rangga yang masih kukuh dengan pendiriannya


"bagaimana jika dia tidak bersedia,apa kau akan memaksanya menikah denganmu ?"tanya nenek balik membuat Rangga pun sedikit terdiam dengan sedikit ragunya


"kalau tidak... perjanjian kedua keluarga, apakah aku masih punya pilihan ?nenek Yuan Shao,selama kau bisa membantuku ,tentu saja aku akan berterima kasih ,ya sudahlah ini terlalu lama sebaiknya aku pergi dulu , sampai jumpa nenek Yuan !" ujar Rangga yang memohon meminta bantuan dari nenek Yuan dengan wajah berharapnya namun sekilas Yuan pun hanya bisa terdiam dengan wajah tertuduk , membuat Rangga pun sedikit lega akan tahu hal itu dan dirinya pun dengan cepat undur pamit dari hadapannya dan pergi kepintu utama tanpa menoleh kebelakang lagi

__ADS_1


__ADS_2