
sore pun tiba nenek Ratna batara pun datang ke sebuah villa yang kini jila berada, dengan senang dan sumringah di wajah nya , berjalan masuk ke ruang utama yang sudah di sambut oleh beberapa pelayan di villa itu dengan hormat..
"selamat sore nyonya direktur!.." sapa dokter itu dengan ramahnya
" sore, gimana berkembangan mantu ku apa dia sehat bersama calon cucuku?.."tanya ratna yang sudah terseyum pada dokter itu
" semuanya sehat dan nyonya muda semakin bertambah berat badanya dan calon bayi nya pun sehat dengan detak jantung yang sangat kuat!.." saut dokter itu yang sudah berdiri di hadapannya
"emm..kerja bagus , dimana mereka?
" nyonya muda dan tuan muda ada di meja makan!..
"baiklah kalian boleh pergi! aku ingin bertemu dengan mereka!..
"baiklah direktur kami undur pamit! "ujar dokter itu dan beberapa perawat lainnya berjalan pergi keluar
__ADS_1
dan nenek Ratna pun berjalan menghampiri meja makan yang sudah ada jila dan dolken..
"gimana kabarmu? apa cucuku menyusahkan mu selama ini? apa aku harus bilang padanya lagi agar selalu menjaga mu setiap saat! "tanya nenek itu yang sudah duduk di samping jila
"ah.. tidak nenek, tuan dolken baik dan sekarang nenek bisa lihat aku tak boleh istrahat sebelum aku makan ini semuanya!..
" hahah... kau benar sekali! tidak baik juga makan terlalu banyak nanti kamu bisa sakit!
"tidak nenek dia belom makan banyak, dan aku pun tidak mau anak ku di dalam sana sangat kelaparan! " ucap dolken datar
" nenek..
" oia! berhubung kalian sudah menikah nenek akan datang ke rumah mu untuk membawa beberapa hadiah sebagai maskawin, bukanya kalian menikah tanpa pesta ataupun hadiah dari orang lain! jadi nenek berinsiatif untuk datang ke rumah mu sekaligus bersilaturahmi pada calon besan!
"nenek tidak usah repot-repot biar aku saja nanti yang akan pergi kesana!.. " ucap dolken yang ingin menolaknya
__ADS_1
"tinggal 10 hari lagi presiden dan istrinya datang ke negara ini, setidaknya ada salah satu keluarga dari istrimu untuk hadir di acara nanti, nenek gak mau nanti presiden akan berpikiran buruk tentang keluarga ini yang tidak rukun sama keluarga istri mu!..
"baik.. baiklah nenek aku mengerti!.. " ucap dolken dengan pasrahnya mengiyakan apa yang neneknya itu katakan
"yang benar saja apa dia mentujuinya saran nenek nya itu, lalu aku harus bagaimana, dan bahkan aku belom memberitahukan keadaanku sekarang ini yang sudah menikah dengan laki-laki itu meski aku dan dia hanya sebatas menikah kontrak !bahkan kalau nenek Ratna ke kampungku apa yang akan terjadi bila nenek ku mendengar semuanya pasti ibuku akan di siksa dan di tindas lagi...(batin jila)merasa bingung dan cemas
"nenek, aku... apakah aku boleh pulang lebih dulu untuk memberitahukan kepada keluarga ku, sebelum keluarga batara grup datang ke rumah nenekku dikampung?.." tanya jila pada nenek Ratna dengan wajah memohonnya
"tidak boleh! kamu sekarang sudah tidak sendiri lagi , nenek takut anak di dalam kandungan mu terjadi sesuatu di saat kau pergi dengan perjalanan yang cukup lama itu, nenek tidak mengizinkan itu! lagian kau akan tetap disini sampai kau melahirkan cucuku nanti dan tenang saja hidup mu akan aman dan makmur di keluarga ini!.." ucap Ratna yang menolak usulnya itu
"nenek, status dan kekuatan finansial keluarga batara gruop tentu tidak akan merugikanku, aku tidak akan cemas dan meragukannya , tapi aku hanya tidak ingin mengagetkan ibu dan nenek ku di kampung, aku jamin, tidak akan terjadi hal apapun pada calon cucu mu aku bisa menjaga nya! . . "pinta jila dengan wajah melasnya sembari memegang tangan nenek Ratna dengan lembut..
"bagaimana ini? nenek sama sekali tidak ada respon ataupun menatap ku dia hanya diam saja dari tadi.. ( batin jila) dengan sontak melihat dolken dengan tatapan memohonnya yang sudah menampakan wajah melasnya ,yang membuat dolken pun dengan sadar memperhatikan tatapan jila yang penuh magsud kepada nya..
"apakah dia! sedang memohon padaku?.. ( batin dolken)
__ADS_1