
"Aku dengar kalau tuan gosto mengundang banyak pendamping pria ke pernikahannya, apakah kau juga salah satunya? " tanya jila yang tiba-tiba mengganti topik pembicaraan kepada rangga saat ini
"benar, kau... seharusnya bukan kelompok pendamping pengantin kan? " tanya rangga balik yang sudah menatap jila dengan seriusnya
"justru Aku belom pernah mendengar wanita hamil menjadi pendamping pengantin, Aku hanya tamu istimewa disini ! " saut jila yang sudah tersenyum kikunya sembari menggaruk rambutnya yang tidak gatal itu
"ohh iya, kenapa hanya kau sendirian disini? dimana yang lainnya? " tanya rangga yang sudah menatap dengan herannya , yang membuat jila pun dengan sadarnya langsung beranjak bangun dari duduknya
"barusan Aku kehilangan mereka.. baiklah, Aku masih ada urusan , Aku akan pergi mencari asistenku.. dah.. " ujar jila yang pamit langsung membalikan tubuhnya yang sedikit canggungnya meninggalkan rangga seorang diri yang masih berdiri dengan diamnya
"sungguh memalukan membuatnya melihat Sisi jelekku.. (batin jila) yang terus berjalan dengan hati sedikit malunya menuju keluar ruangan, yang membuat rangga pun terdiam sembari menatap tangannya itu yang abis memegang pipi lembutnya jila
"barusan tanpa sadar... kenapa perasaan ini muncul lagi.. (batin rangga) yang termenung terdiam yang sudah merasakan perasaan yang begitu rumit
tak... tak... tak..
" tunggu! nyonya batara.. " triak pelayan itu yang sudah berlari dan mengejar wanita itu sembari memangil namanya, yang membuat jila pun langsung berhenti dan menoleh dan mendengar suara itu berasal
tak... tak... tak..
"uhu~~nyonya batara, tuan gosto mengundang ada untuk makan bersama? " ujar pelannya itu yang sudah memberitahukan kepadanya dengan senyum ramahnya yang membuat jeje pun sedikit terkejut menatap pelayan itu
"apa? gosto ? ahhh.. baiklah Aku akan segera datang , tapi apa boleh menujukan tempatnya dimana? Aku masih baru ditempat ini? " pinta jila yang sudah tersenyum ramahnya kepada pelannya itu, yang membuat pelayan itu pun langsung menundukan kepalanya
" baik, nyonya tak usah sungkan mari ikut saya! " saut pelayan itu yang sudah berjalan lebih dulu menujukan tempat dimana para tamunya yang sudah berkumpul untuk makan malam, dan jila pun hanya bisa terdiam dengan pikiranya saat ini
tak... tak... tak..
dan jila pun yang sudah sampai alangkah terkejutnya melihat suaminya dengan wanita itu yang begitu lekat dan hangat , yang membuat dirinya pun sedikit kecewa dan gugupnya yang sudah meremas gaunya yang sedikit geregetan yang tertahankan sembari berjalan dengan perlahannya menghampiri mereka
__ADS_1
"dolken duduk bersamanya? sudahlah, lihat posisimu sendiri , dan lakukan apa yang harus kau lakukan jila , Ayo jila pasti kau bisa!.. (batin jila) yang sudah memejamkan matanya beberapa kali agar jangan terlalu membawa perasaan saat ini sembari berjalan cepat menghampiri mereka yang sudah menampakan wajah yang ceria seperti biasanya
tak... tak... tak...
"maaf, semuanya Aku datang agak terlambat, jalanan kesini agak rumit , Aku jalan-jalan dan tersesat hahah... " sapa jila yang cerianya sembari berjalan menghampiri kursi yang kosong didekatnya
"semua salahku, Aku lupa menyediakan seorang pelayan satu untukmu , sungguh Aku minta maaf atas tidak kenyamanannya! "ujar seseorang wanita yang sudah duduk disamping gosto saat ini yang membuat jila langsung menoleh dengan tatapan bengongnya
"hMm...?
" halo Aku adalah kekasih gosto sekaligus calon pengantin , namaku geisha raum ! " sapa geisha dengan senyum ramahnya menatap jila yang masih berdiri dengan wajah bengongnya
"bukankah seharusnya sehari sebelom pernikahan , pengantin pria dan wanita tidak boleh bertemu?.. (batin jila) dengan wajah terdiam bingungnya
"halo juga, tidak masalah Aku saja yang tidak tahu arah hehe... "saut jila yang sudah tersenyum cerinya yang membuat Maria pun hanya bisa terdiam dengan wajah juteknya melihat istri dari mantan kekasihnya sekaligus sahabatnya itu
" hpMm...
"kalau begitu Aku duduk.. maaf yah!.. "ujar jila dengan kepura-puranya langsung duduk dengan senyum cerianya namun didalam hatinya menahan rasa kecemburaan kepada suaminya itu
"kenapa dia tidak mengatakan ingin duduk bersamaku.. jila putri... ada apa denganmu?.. (batin dolken) yang sudah memperhatikan dan menatap istrinya itu yang sedikit kecewanya
tak berselang lama..
kedua orang itu pun datang dengan suasana gaduhnya yang tak lain adalah rena dan pangeran yang sudah berjalan begitu tergesa-gesanya
" jalan begitu jauh nya, kita jadi terlambat kan? " ujar rena yang sudah menampakan wajah kesalnya kepada bosnya yang lebih pendek darinya
"bukankah itu juga karena mu yang terlalu banyak bicara yang begitu lama.. "saut pangeran yang sudah menampakan wajah santainya berjalan menghampiri teman-temanya itu
__ADS_1
"hei? ada apa ini? kalian pergi kemana saja? ehmm.. " sindir gosto yang sudah tersenyum sembari melirik teman kecilnya itu
"gosto, bisakah Aku membicarakan sesuatu denganmu? apakah boleh kamarku tidak boleh bersebelahan dengan bosku ini? "protes rena yang sudah menampakan wajah kesalnya yang membuat gosto pun mengkerutkan halisnya menatap sahabatnya itu
" kenapa? "tanya gosto yang sudah menoleh menatap seketaris sahabatnya itu
"dimana keberuntungannya? apakah kalian tidak tahu, selama bosku disana, bungaku tidak akan pernah mekar! Aku sudah umur 25 tahun, kalian sudah menikah satu persatu, Aku pun tidak bisa terus -terusan jadi jomblo akut? "protes rena yang menyindir bosnya itu yang selalu menempel padanya terus , yang membuat pangeran pun tak mau kalah debat dengan anak buahnya itu
"orang-orang itu memandangmu dengan mata yang tidak normal, apakah kau mau rugi dulu baru puas? " protes rangga pada anak buahnya itu
"tolong! bos! sejak kapan aku bisa rugi? bagaimana pun aku adalah wakilmu, siapa yang berani kepadaku? begini saja , aku dan jila sekamar , boleh, kan? lagipula aku juga merasa, dolken tidak punya niat untuk memperdulikan jila kali ini, biarkan saja aku yang menjaganya gimana? "pinta rena kepada teman-temanya itu yang sudah menatap dengan wajah penuh keberanianya sembari duduk disamping sahabatnya itu , yang membuat jila pun sangat terkejut dengan permintaan rena itu yang dia inginkan saat ini yang sudah menatap dengan wajah bengongnya
"HMm... ?
yang membuat dolken pun Langsung terdiam dengan tatapan dinginya mendengar perkataan rena kepadanya
"apa yang sebenarnya yang ingin dilakukan rena dan jila ? . . (batin dolken) yang sudah terdiam memperhatiakan mereka berdua
"benar, aku tak punya teman dekat sama sekali disini selain rena, aku juga sama sekali tidak keberatan, tidak tahu apakah tuan gosto merasa nyaman dengan permintaan ku ini heheh...? "ujar jila yang sudah menambahkan permintaan sahabatnya itu dengan senyum ramahnya yang membuat dolken pun semakin mengkerutkan halisnya dengan rasa curiganya
"apa maksud perkataanya? . . (batin dolken) yang masih terdiam memperhatiakan mereka berdua yang tak bicara sepatah katapun
"nona jila benar-benar lucu, aku mana bisa mengontrol wakilku , nona jila bisa membagi kamar dengan siapapun yang disukainya, bukan?" protes pangeran kepada istri sahabatnya itu, yang membuat rena pun langsung memeluk sahabatnya itu dari dekapanya
"jila, kalau begitu sudah diputuskan ! kita akan Satu kamar ! yee... " ujar rena dengan senangnya dan tak perdulikan bosnya itu yang sudah menatap tak sukanya
"aduh mukaku sampai didesak sampai miring begini.. (batin jila) yang sudah menampakan wajah malunya yang tak bisa bergerak ditekan oleh kedua buah dada milik rena yang begitu montok dan besar
" ayo jalan! " ujar rena yang sudah melepaskan pelukanya dan tersenyum kepada sahabatnya itu , yang membuat jila pun langsung menganggukan kepalanya dengan wajah senangnya
__ADS_1
"terimakasih rena, terimakasih banyak kau penyelamat hidupku saat ini.. (batin jila) yang sudah menggenggam tangan sahabatnya itu