
Dan didalam sana jila pun langsung menghelang nafas beratnya melihat uang yang cukup banyak dibawah kakinya yang bertumbuk dirinya pun dengan tatapan tak sukanya memundurkan tubuhnya sedikit ,menghindar dari uang yang dilempar oleh mertuanya kepadanya
"maaf sekali,aku tidak tertarik dengan uang mu !"tolak jila dengan raut wajah tegasnya membuat Dolken pun yang mendengar diluar sana yang masih menguping percakapan Mereka amatlah senang
"bagus sekali! Memang tikus tanah ini adalah paporitku ..(batin dolken) tersenyum puasnya
"sepertinya kehangatan dan rasa berbakti-ku tidak bisa ditukar dengan pengakuan nyonya Emily ,aku mengerti apa maksudmu ,aku tidak akan memaksakan diri untuk tinggal dirumah Batara , nyonya Emily bisa tenang tanpa harus mengusir ku dengan hinaan!" ujar jila menatap lurus tanpa tersenyum sedikit pun , berbeda dengan Dolken mendengar itu amatlah terkejut
"apa maksudnya, dia bicara seperti itu ?! ..(batin Dolken) terdiam tertegun mendengar berkata istrinya pada ibunya
__ADS_1
"cih ,dasar wanita berengsek,kenapa kau tidak ambil uang nya dan pergi jauh dari rumah ini ,tapi pikirannya begitu keras kepala!..(batin Maria ) tersenyum sinis dengan juteknya
"meskipun aku rakyat miskin, setidaknya aku juga masih butuh harga diriku ,tapi masalah perceraian ini , tolong biarkan Dolken yang menggugatnya secara langsung kepadaku !lagi pula pernikahan ini adalah urusan kami berdua ,tapi , perceraian adalah urusan keluarga !" ujar jila dengan rasa keberaniannya menatap mertuanya yang amat sedikit geregetan dan dibalik pintu Dolken pun yang mendengar itu amatlah terkejut dengan muka marahnya yang langsung menerobos masuk tanpa permisi
Brakk!!
"aku tidak setuju! Ibu !apa kau tahu apa yang sedang kau lakukan!!" protes Dolken dengan wajah marahnya pada ibunya,Maria dan Emily pun sangat terkejut mendengar dan melihat raut wajah Dolken yang tiba-tiba datang begitu saja
" apakah dia sudah mendengar semuanya dari luar Sana ?..(batin jila) terdiam sejenak melihat suaminya yang sudah berdiri disampingnya ,dan Dolkenpun yang tak terima menoleh melihat istrinya
__ADS_1
"jila ,kenapa kau bisa dengan mudahnya mengatakan kata cerai ? apakah kau tidak tahu ,aku tidak pernah bermain-main denganmu?" tanya Dolken menatap dengan seriusnya yang tak terima dan jila pun yang melihat itu langsung menoleh melihat arah lain tanpa menatap suaminya yang sudah ada dihadapannya
"karena presiden Dolken sudah datang kemari,aku tidak akan menggangu percakapan kalian lagi ,aku akan mengemasi barang-barang ku dan pergi dari rumah ini secepatnya!" saut jila yang berusaha tenang menghadapi suaminya sekaligus mertuanya dan Dolken pun yang amat sangat marah dirinya pun meraih dan menggenggam lengan istrinya yang amat kuat
"kau tidak boleh pergi dari rumah ini! Ibu ,apakah kau akan memaksa anakmu untuk mati begitu kau kembali?apakah setelah semua pengorbanan dan kesabaranku bertahun-tahun ,itu telah menjadi senjatamu untuk melukai anak kandungmu sendiri ?" proses Dolken dengan wajah emosinya menoleh melihat ibunya tapi tangannya masih menggenggam tangan istrinya yang tak boleh pergi dari sampingnya
"kau tahu apa ,aku melakukan ini untuk kebaikanmu juga !" saut Emily yang tak mau kalah debat dengan keputusannya
"apa ,demi kebaikanku , apakah ibu pikir aku masih anak 6 tahun yang lalu yang bisa ibu bodohin ?" sindir Dolken yang berani menentang ibu kandungnya, membuat Emily pun amat sangat terkejut dengan sikap anaknya itu
__ADS_1
"mengapa dia mengungkit 6tahun yang lalu ...apa dia mengetahui sesuatu?..(batin Emily) terdiam sejenak dengan wajah bengong tidak percaya dengan apa yang Dolken katakan padanya