
"jila, kau kenapa Maria tidak bermagsud lain ? " tanya dolken dengan suara khasnya menatap istrinya dihadapanya dengan wajah bingungnya sembari memegang tangannya yang begitu erat
"aku juga tidak ada maksud lain, hanya terlalu lelah saja! "cetus jila dengan juteknya melepaskan pegangan tangannya dari suaminya itu dengan paksa, dan Maria pun dengan cepat menahan dan merangkul lengan dolken
" sudah , sudah, aku dan dolken hanya menghawatirkanmu tidak makan, sebab itu kami datang untuk melihatmu ! "ujar Maria dengan sengajanya menahan dolken agar tak menahan istrinya itu, yang membuat jila pun semakin marah dibuatnya
"benarkah? sungguh baik sekali tuan muda dolken ingat padaku! " sindir jila dengan juteknya buang muka kearah lain sembari membalikan tubuhnya yang tidak mau melihat mereka berdua yang begitu mesra didepannya , yang membuat dolken pun tersadar dengan sikap istrinya itu
__ADS_1
"tunggu! apa dia sedang marah! apakah dia sedang marah padaku? apakah karena beberapa hari ini aku selalu menemani Maria dan dia sangat cemburu padaku? aku mengerti jila, selama kau mengatakannya aku tidak perduli apapun yang terjadi , aku akan menemanimu! .. (batin dolken) yang sudah tersenyum senangnya melepaskan pegangan Maria dari lengannya, dan meraih tangan jila sekali lagi yang begitu erat
" ayolah, katakanlah cepat aku menunggumu jila!.. (batin dolken) yang sudah menampakan wajah berharapnya , namun jila pun merasa terhina melihat sikap suaminya berulang kali menahannya
"kau aneh sekali tidak ingin aku pergi dan ingin membiarkanku terus melihat kalian bermesraan ? aku tidak akan menuruti keinginanmu lagi!.. (batin jila) yang tersenyum kecut langsung menepis pegangan tangannya dari dolken dan menoleh melihat suaminya dengan wajah datarnya
"ohh iya, ada satu hal yang ingin aku diskusikan denganmu, 3 hari kedepan pastinya akan ramai, dan aku tentunya tidak ingin bergabung dengan keramaian , aku sepertinya ingin jalan -jalan dengan tenang, tuan muda dolken pastinya kau juga akan sama bukan ! "sindir jila dengan suara khasnya memberitahukan keinginannya kepada suaminya itu dengan tatapan dinginya yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat terkejut bukan main melihat jila yang sudah membalikan tubuhnya lagi dengan juteknya
__ADS_1
" jila, ada apa denganmu kenapa kau berubah menjadi sedingin ini?..jelas-jelas ada didepan mata...tapi,kenapa rasanya tak tersentuh ?..( batin dolken) dengan diamnya menatap punggung istrinya itu
"jila, aku..
"dolken, sudahlah, lagian jila sudah bilang ingin pergi jalan-jalan , sebaiknya kau biarakan saja dia pergi, beri dia kebebasan , ayo sebaiknya kita pergi kegudang anggur untuk mengambil angur yang akan kita minum bersama dengan yang lainnya , kalau tidak gosto tidak bisa menjamu para tamunya ! " bujuk Maria dengan suara lembutnya memotong kalimat dolken dengan sengajanya, sembari menahannya dengan tatapan berharapnya, yang membuat dolken pun yang mendengar itu tak bisa berkata apa-apa lagi
"jila, kita bicarakan ini nanti, sekarang aku pergi dulu ingin membantu gosto untuk mengatur para tamu dulu! jika ada masalah, kau cepat langsung menghubungiku yah ! " ujar dolken dengan suara khasnya menatap punggung istrinya yang ingin beranjak pergi
__ADS_1
"aku mengerti! " saut jila singkat
"dolken, ayo cepatlah.. " pinta Maria dengan suara manjanya menyeret dolken dengan cepat berjalan disampingnya sembari memegang lengan dolken yang begitu erat dari dekapanya yang tidak ada jarak sedikit pun diantara mereka berdua, yang membuat jila pun yang melihat itu sangat amat kesal yang sudah duduk kembali diatas sopanya