sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
perut jila


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


di apartement rena


brukk...


"ah , akhirnya pulang juga !.. " ujar jila yang sudah berbaring diatas ranjangnya dengan bebasnya


"ini , apel untukmu.. " saut rena yang sudah berdiri sembari menyodorkan sebuah apel pada sahabatnya itu , yang membuat jila pun langsung bangkit dari perbaringannya dan mengambil apel dari tangan rena


"terimakasih, rena..


"kau benar-benar tidak tahu kemana semua makanan yang kau makan, tapi kenapa kau tidak menjadi gemuk?.. " tanya rena pada jila sembari memperhatikan badanya dan perutnya


"apa kau lupa jelas-jelas kau makan begitu banyak di hotel tadi, bahkan aku saja sampai kaget dikira kau kerasukan jin penghuni hotel disana .. " ujar rena yang mengingat kejadian tadi kepada sahabatnya itu yang begitu rakus , yang membuat jila pun langsung berdiri sembari memegang perutnya


"tidak ko , aku sudah mulai gemuk sejak awal jika tidak percaya coba aja kau lihat sendiri? Aiyy.. ternyata perutku mulai membesar!.. " saut jila yang sudah membuka bajunya kearah atas dan memperlihatkan kepada sahabatnya itu yang sudah berdiri didepanya dan rena pun langsung berjongkok dengan wajah terkejutnya melihat perut sahabatnya itu

__ADS_1


"mungkinkah kekeyangan? .. " tanya rena yang sudah menujuk perut sahabatnya itu dengan jarinya


"lambung disini! dan banyinya didalam sini! aku hanya merasa hanya 2 hari tak melihat perutku , tapi sepertinya semakin besar.. " ujar jila yang sudah menaruh tangan sahabatnya itu di perutnya beberapa kali yang membuat rena pun tercengang dengan mata melototnya


"lihatlah, perutku benar-benar menonjol keluar'kan ? . . " tanya jila pada rena


"sudah 3 bulan lebih, apanya yang aneh kalau kelihatan?


"tidak boleh membiarkan jila berpikir kalau aku tidak mengerti apa-apa ! tapi aku benar-benar belum mengalaminya ! sungguh beruntung sekali dia.. (batin rena) yang sudah menampakan wajah gengsinya


"tuan, tebakan anda benar! sehari setelah ceo rangga pergi, dia mengundang nyonya muda dan ceo rena untuk bertemu, setelah mereka bertiga makan siang bersama, nyonya muda, pergi bersama dengan ceo rangga. . " ujar raja yang sudah berdiri di belakang tuannya sembari memberitahukan tentang mereka tadi siang yang membuat dolken pun sedikit kesal mendengar itu


"di permukaan, dia menggunakan proyek kerjasama antara dua perusahaan untuk mengalihkan perhatianku, tapi sebenarnya, dia diam-diam mempunyai niat pada jila, tapi tidak masalah, siapapun yang berani menentangku harus siap dihukum olehku! sebentar lagi aku akan berlatih tinju, kau kirim orang untuk mengirimkan buah dan blender untuk nyonya nanti. . " ujar Dolken yang sudah menyuruh raja sekretarisnya itu yang sudah berdiri dengan wajah lelahnya dan dirinya pun melangkah berjalan pergi keluar ruangan dengan wajah dinginya


"baik, tuan.. " saut raja yang sudah menundukkan kepalanya beberapa kali dengan hormatnya


"huh... akhirnya aku tidak perlu lembur lagi.. (batin raja) yang sedikit lega di dalam hatinya yang sudah menampakan mata pandanya yang begitu tebal

__ADS_1


1 jam kemudian


di tempat apartement rena..


yang saat ini rena pun sedang bersantai membaca buku paporitnya namun dengan tiba-tiba henpone pun berbunyi di atas meja yang sudah tergelak di sampingnya


kring... kring.. kring...


"HP jila? dina ?! (batin rena) yang sudah melihat layar nama panggilan , namun tanpa sepengetahuan jila yang sudah tertidur pulas diam-diam rena pun mematikan panggilan teleponenya


"dasar wanita yang tidak tahu malu, dia benar-benar sudah keterlaluan ! .. (batin rena) yang sedikit amat kesal sembari melanjutkan lagi membuka bukunya namun henponenya pun berdering lagi beberapa kali yang membuat rena pun sedikit kesal


"dasar wanita gila! . . (batin rena) yang amat kesal langsung mematikan panggilan itu lagi dan tanpa sengaja tergeser ke menu yang membuatnya langsung terkejut sembari mengkerutkan halisnya dengan wajah tidak percayanya


" ini.. laporan medis wanita itu (batin rena) dengan wajah penasarannya rena pun membacanya hingga akhir dan alangkah terkejutnya melihat nama dokter yang ditanganinya


"ckk.. rupanya teman lama.. " ujar rena yang sudah tersenyum miring yang penuh arti

__ADS_1


__ADS_2