
pagi pun tiba di keluarganya batara grup yang saat ini jila pun sedang berjalan dengan hati-hati menuruni anak tangga
tãp... tap... tap...
"emmm... dasar dolken gila, membuat ku merasa canggung begitu lama sehingga aku tak bisa tidur dengan baik.. ooaaammm... (batin jila ) sembari mengucek-ngucek matanya yang kurang tidur Itu
"pagi, nyonya muda.. " sapa Salah satu pelayan Itu dengan wajah ramahnya
"pagi, dimana ibuku? " tanya jila pada pelayan Itu dengan wajah penasarannya sembari celingak -celinguk sana sini
"nyonya rose sedang Ada dihalaman belakang menyiram bunga , nyonya rose sepertinya sangat suka dengan bunga-bunga Itu.. " saut Salah satu pelayan Itu memberitahukan kepada majikanya dengan ramahnya , yang membuat jila pun langsung melihat dan menoleh dari kaca luar sana melihat ibunya Itu
__ADS_1
"beritahu supir kalau sebentar lagi kami Akan pergi, siang juga tidak perlu menyiapkan makanan , kami Akan makan diluar, jika tuanmu datang , ingat untuk minta pengurus rumah memberitahukan kepada seketaris rajá !.. " pinta jila pada pelayannya yang sudah berdiri dihadapanya
"baik, nyonya muda.. " saut pelayan Itu sembari menundukan wajah nya sedikit lalu bergegas berjalan menuju dapurnya
1 jam kemudian..
mereka pun sudah sampai tujuan dengan antusias berjalan Sembari bergandeng tangan ibunya dengan wajah senangnya menuju pintu utama mall yang begitu besar dan megah milik keluarga batara group, yang membuat rose pun langsung berhenti melangkah dengan wajah tercengang yang baru pertama Kalinya mengijak mall yang begitu besar dan megah itu
"jila, apakah kita akan benar-benar masuk kedalam Sana? tempat yang bagus begini ,pasti akan menghabiskan banyak uang bukan? " tanya rose dengan wajah sedikit ragunya menatap anaknya itu
"nyonya muda egois sekali! aku ditinggalkan begitu saja!.. nasibku menjadi babu.. (batin wawan) dengan perasaan lebaynya yang terus berjalan mengikuti langkah majikanya menuju sebuah salon yang sudah banyak pengunjung
__ADS_1
tap... tap... tap...
"selamat datang disalon kami nyonya.. " sapa pelayan itu dengan senyum ramahnya menyamput customer yang sudah berjalan masuk dengan wajah antusias nya namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang dengan gaya sombongnya dengan beberapa bodyguardnya dibelakangnya yang sudah membawakan beberapa belanjaanya
"owhh, bagaimana bisa ada orang kampungan ditempat ini? bukankah ini akan menurunkan gaya hidup kita? aku bilang, kami ini adalah orang yang membayar biaya keanggotaan $8 juta pertahunnya , apakah orang desa seperti mereka bisa keluar masuk dengan sesuka hatinya? "cibir wanita itu dengan gaya gelamornya melirik jila dan ibunya itu dengan tatapan tak sukanya sembari berjalan melewatinya dengan angkuhnya, yang membuat jila pun tak terima melihat punggung wanita itu yang sudah menghinanya dengan wajah kesalnya
"maaf, wanita itu juga adalah anggota yang memiliki kartu keanggotaanya disini! . . " ujar pelayan itu dengan wajah tak enak hatinya menatap jila dan ibunya yang masih berdiri dengan wajah diamnya yang membuat wanita itu yang masih tak puasnya berhenti berjalan Sembari membalikan tubuhnya dengan gaya sombongnya
"sungguh menakjubkan! bahkan kuncing dan anjing juga datang untuk menikmati hidup! meskipun dia punya kartu keanggotaanya, pastinya juga hanya level terendah bukan? sungguh menyedihkan! sudahlah, sungguh sial! melihat orang seperti ini, bahkan niat untuk belanja pun tidak ada! " cetus wanita itu dengan jutek dan sombongnya membalikan tubuhnya lagi Sembari mengibaskan rambutnya itu kearah belakangnya , yang membuat rose pun yang mendengar itu sangat terhina dengan perkataanya itu
"sudahlah, sebaiknya , kita pergi dari sini, ibu tidak mau cari masalah lagi dengan orang lain.. "pinta rose dengan wajah memohonya Sembari memegang tangan anaknya itu, yang membuat jila pun merasa kesal dan marah melihat tingkah wanita itu dengan gayanya yang begitu angkuh
__ADS_1
"kenapa kita harus pergi? ada banyak sekali anjing didunia ini, bisahkah kita menghentikan mereka yang sedang menggonggong? berikan ibuku gaya rambut yang keren . . " pinta jila dengan suara tegasnya menatap pelayan itu Sembari mengeluarkan dan menyodorkan kartu keanggotaanya yang membuat pelayan itu terkejut dengan mata melotonya melihat kartu yang berlapis emas itu
"apa!! kartu keanggotaan tertinggi ! .. (batin pelayan) terdiam dengan wajah shoknya