sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
mencairkan uang


__ADS_3

"bagaimana ibu bisa berada ditangan dina? .. (batin jila) yang sudah amat marah langsung dengan cepat menghubungi dina mantan sahabatnya itu


" haloo... dina, trik apa yang ingin kau mainkan lagi! "tanya jila dengan suara cetusnya


" ternyata kau begitu cepat sekali menghubungiku ! ckk..bukan apa -apa , hanya saja ibumu sangat merindukanmu , jadi dengan insiatifnya aku menjemputnya dari kampung halamanmu , jila, bukankah kau selalu sangat berbakti ? ibumu adalah tamuku sekarang, jadi apakah kau ingin bertemu dengan ibumu ? "saut dina di sebrang sana dengan wajah liciknya, yang membuat jila pun amat sangat geregetan yang masih berdiri dianak tangga dengan wajah kesalnya


"dina, apakah hatimu sudah dimakan seekor An*ing , kau bisa menyerangku , tapi kenapa kau melakukan ini pada ibuku ? bahkan jika kau tidak baik dan tidak setia padaku, bagaimana kau membalas budi ibuku dengan kejahatan ? dimana ibuku? " bentak jila dengan rasa cemasnya sembari berpegangan tangan kepada besi di sampingnya itu


"tentu saja ada bersamamu , jila , aku akan memberimu kesempatan, dan bawa 100 juta dolar padaku, dan aku akan membiarkan kalian ibu dan anak bersatu , dan jika dolken mengetahuinya atau kau memanggil polisi , maka kau tinggal menunggu untuk mengambil mayat ibumu itu! "ancam dina di sebrang sana dengan suara sinisnya yang membuat jila pun langsung terdiam sejenak dengan pikiran kacaunya

__ADS_1


"apa 100 juta dolar! aku mana ada uang 100 juta dolar! ibu, aku harus bagaimana? . . (batin jila) yang amat bingung dan gelisah harus berbuat apa disaat situasi seperti ini


"bagaimana ini ?aku tidak punya uang sebanyak itu ! meskipun aku terus berkerja sampai matipun! tapi, laki-laki itu tak pernah membayar gajih sepeserpun ! . . (batin jila) yang sudah amat dongkol yang membuat wawan pun masih berdiri memperhatikan majikannya itu dengan wajah cemasnya


"nyonya muda, anda kenapa? apakah anda tidak enak badan?" tanya wawan dengan rasa cemasnya memperhatikan majikannya itu yang masih berdiri diatas tangga dengan wajah gelisahnya , yang membuat jila pun langsung membalikkan tubuhnya dan melangkah turun dengan hati-hati


tap... tap... tap...


"nyonya muda, bukankah tuan muda memberimu sebuah kartu hitam? kartu itu bisa digesek tanpa batas, dan bisa juga untuk tarik tunai ? " saut wawan dengan wajah bengongnya memberitahu kegunaan kartu hitam yang dari tadi dia pakai untuk shopping majikannya yang membuat jila pun terdiam sejenak

__ADS_1


"benar, aku hampir lupa, kartu itu bisa aku cairkan! meskipun aku tidak ingin menggunakan uang dolken, tapi aku sama sekali tidak punya banyak uang ! maaf , dolken, aku akan meminjam uangmu dulu , kedepannya aku pasti akan membayarmu kembali! . . (batin jila) yang langsung bergerak cepat berjalan keluar


"wawan cepat minta supir untuk mempersiapkan mobilnya aku akan keluar sebentar lagi! " pinta jila dengan wajah terburu-burunya yang membuat wawan pun sedikit heran dengan wajah bingungnya


"baik..


beberapa jam kemudian..


jila pun yang sudah berada diruang khusus di bank sentral dengan wajah cemasnya yang saat ini sedang menunggu uangnya yang sudah di cairkan sebelumnya , dan menyuruh beberapa bodyguard untuk membantu membawanya

__ADS_1


"nyonya muda, uangnya sudah disiapkan.. " ujar salah satu bodyguard itu sembari membuka kopernya ditujukan kepada majikannya itu


"baik, ayo kita berangkat.. "saut jila yang sudah siap dan beranjak bangun dari duduknya langsung berjalan cepat menuju lokasi yang sudah diberitahukan oleh dina sebelumnya dan tak lupa membawa asistennya dan beberapa bodyguard yang sudah menemaninya


__ADS_2