sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
rena yang begitu senangnya


__ADS_3

pagi pun tiba jila yang sudah membuka matanya beranjak bangun dengan wajah sedikit ngatuknya namun dengan tiba-tiba beberapa pelayan dirumahnya pun berdatangan silih berganti dan berdiri dengan rapih menyapa majikanya


"selamat pagi nyonya muda! " sapa salah satu pelayan tersenyum Ramah, dan jila pun yang mendengar itu langsung beranjak bangun dan duduk melihat mereka dengan wajah bengongnya


"eh? kenapa kalian datang? " tanya jila dengan rasa penasaranya menatap salah satu pelayan yang sudah berdiri dihadapanya


"nyonya muda, tuan muda bilang akan tinggal beberapa waktu disini, jadi kami datang untuk melanyani anda! bibi nia juga sudah membawa yang lainnya untuk membersihkan kamar , kita bisa pindah hari ini ! " saut pelayan itu yang memberitahukan semuanya dengan detailnya


"apa? dolken ternyata begitu cepatnya sudah membeli rumah disini? .. (batin jila) yang terdiam sejenak sembari beranjak bangun dari ranjangnnya

__ADS_1


"nyonya muda, sebaiknya aku akan melanyani anda mandi lebih dulu! " ujar pelayan itu dengan ramahnya langsung bergegas menuju kamar mandi sembari mempersiapakan semuanya


"baiklah! " saut jila singkat menganggukan kepalanya pelan dan melangkah mengikutinya dibelakangnya


beberapa menit kemduian..


namun dengan tiba -tiba rena pun datang dengan wajah bahagianya


"ternyata pangeran meninggalkanmu sendirian, benar-benar diluar dugaan ! " sindir jila dengan suara khasnya tersenyum kecil melihat sahabatnya

__ADS_1


"apanya yang diluar dugaan? aku sudah bebas , kau seharusnya merasa senang untukku kali ini ! "protes rena dengan juteknya langsung melipat kedua Tangannya didadanya , namun dengan tiba-tiba Maria pun datang dan berjalan masuk kedalam kamar tanpa permisi dengan wajah senangnya


"jila, kau sudah bangun? aku disini untuk melihat apakah kau sudah selesai membereskan barang-barangmu? nanti kita akan pindah kerumah baru bersama! " ujar Maria dengan antusianya yang membuat jila dan rena yang mendengar itu sedikit terkejut dengan wajah bengongnya


" apa? kita!?.. "sontak mereka berdua yang sudah saling tatap satu sama lainnya


"oohh iya, kau masih belom tahu'kan? aku adalah manager pemasaran gruop keluaraga batara dicabang kota P, dolken ingin agar aku tinggal bersama dengan kalian! dia bilang begini agar ramai dirumah baru, dan dapat mengurus urusan bisnis dan pribadi! " ujar Maria yang panjang lebar dengan PDNya memberitahukan statusnya kepada mereka berdua dengan wajah sedikit malunya, yang membuat jila dan rena yang mendengar itu menatap dengan wajah kecutnya


"baiklah, aku akan pergi bertemu dengan dolken dulu , aku akan melihat apakah masih ada yang kurang dirumah baru, dan aku dengan cepat akan menambahkannya! jila, jika kau ada kurang sesuatu, kau bisa mengatakannya kepadaku dah..! " pamit Maria dengan senyum puasnya sembari membalikan tubuhnya melangkah pergi meninggalkan mereka berdua dengan liciknya , yang membuat rena yang melihat sikap wanita itu amat sangat kesal

__ADS_1


"ahh, dia ternyata sedang menyatakan perang padamu jila! kau seharusnya tidak boleh kalah dari dirinya! " protes rena dengan kesalnya langsung beranjak bangun dari duduknya dan melangkah menghampiri sahabatnya sembari memegang kedua lengannya dengan rasa geregetanya


"menyatakan perang? dia sama sekali tidak menganggapku sebagai lawannya , dan tanpa persetujuan dolken, bagaimana Maria bisa tinggal divilla? dan bagaimana bisa dia menjadi manager pemasaran dicabang kota P? " saut jila dengan wajah santainya tersenyum kecil menatap sahabatnya sembari melepaskan pegangan tangan rena dari kedua lengannya dengan perlahan, dan rena pun yang mendengar itu langsung protes dengan wajah sedikit tak terima


__ADS_2