sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
alasan rangga menelepon jila


__ADS_3

beberapa menit kemudian..


jila pun yang udah sampai villa berjalan masuk dengan wajah murungnya menuju kamarnya, namun dengan tiba-tiba wawan pun berjalan cepat menghampiri majikan


tak.. tak... tak


"nyonya muda, anda sudah kembali? " tanya wawan dengan wajah herannya menatap majikannya yang sudah menampakan wajah murungnya


"aku sedikit lelah dan ngantuk, aku hanya ingin tidur sebentar, kau pergilah bermain bersama yang lainnya ,kau tidak usah menemaniku , dan jika ada urusan, aku akan meneleponemu! " saut jila dengan suara khasnya terus berjalan menuju kamarnya yang tanpa menoleh melihat asistenya itu


"tunggu! nyonya muda, apakah anda bertemu dengan hal yang tidak menyenangkan ? " tanya wawan yang sedikit cemas menatap punggung majikannya yang terus berjalan yang sudah mengabaikan dirinya


brakk....(suara pintu)

__ADS_1


dan jila pun yang sudah masuk Kedalam kamarnya dengan wajah diamnya langsung duduk diatas sofa yang empuk itu dan dirinya langsung membaringkan tubuhnya dengan rasa kecewanya mengingat perkataan Maria dan dolken kepadanya sembari menutup matanya yang ingin menenangkan pikiranya dalam sekejab namun tak berselang lama ponsel jila pun berbunyi diatas mejanya berulang kali yang membuat jila pun terbangun dan membuka matanya dari tidurnya itu


kring... kring... kring..


"rangga? ada apa dia meneleponku? bukannya dia juga sedang menemani gosto diacara sulang pernikahan?.. (batin jila) dengan wajah sedikit penasarannya langsung mengangkat panggilan telephone dari rangga yang sudah duduk bersandar dengan santainya


"halo..


"halo, jila aku ingin minta maaf tentang masalah hari ini! " ujar rangga disebrang Sana dengan suara sedikit rasa bersalahnya


" terimakasih, tapi, sebenarnya.. keluarga mahesa juga ingin meminta maaf kepadamu karena masalah ini.. dan mereka ingin mengundangmu bertamu kerumah keluarga mahesa. . aku tidak tahu apa kau akan bersedia atau tidak !"ujar rangga yang sedikit ragu meminta kepada jila disebrang Sana yang membuat jila pun terkejut mendengarnya


"apa? bertamu kerumah keluarga mahesa? "saut jila yang sedikit agak ragu dengan pikiranya

__ADS_1


"keluarga mahesa mengundangku bertamu demi sebuah kesalah paham, apakah ini tidak terlalu berlebihan? . . (batin jila) yang sedikit bingung


" aku...


"tidak masalah ini tidak perlu kau putuskan sekarang, kau bisa dapat mempertimbangkan pelan-pelan ! " ujar rangga yang memotong kalimat jila dengan sengajanya yang akan tahu dirinya pasti akan menolaknya


"hmm... baik! " saut jila singkat yang langsung mematikan ponselnya dengan wajah diamnya, dan diluar Sana rangga pun langsung terdiam sembari menatap ponselnya itu


"rangga, bagaimana? apakah dia bersedia? " tanya mahesa dengan wajah penasarannya menatap rangga yang sudah berdiri dihadapanya


"tidak! "saut rangga singkat


" tapi, tenang Saja aku sudah punya cara agar dia bersedia! "ujar rangga dengan suara khasnya menoleh melihat mahesa dan alena yang sudah tersenyum ramahnya, yang membuat mahesa dan alena pun amat senang mendengarnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya dengan wajah berharapnya

__ADS_1


"baguslah kalau begitu! "sontak mereka berdua dengan wajah kompaknya , dan didalam kamar jila pun menghelang nafas beratnya sembari menyandarkan kepalanya diatas sofa


" uhu~~ada begitu banyak masalah dan menyebalkan hari ini.. ahh.. lebih baik aku pergi jalan-jalan itu lebih baik bukan! "dumel jila dengan wajah penatnya langsung beranjak bangun dari duduknya sembari merengangkan tangan otot-ototnya yang sedikit pegal itu, dan diluar Sana ada seseorang gadis kecil berdiri dibalik tembok yang sedang menunggunya keluar dari kamarnya dengan perasaan ragunya


__ADS_2