sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
di usir dengan paksa


__ADS_3

"jika tidak, apakah kau pikir aku adalah orang mudah diajak bicara seperti apa yang kau mau! sudahlah, waktumu sudah habis , kau tidak mengatakan hal yang membuatku puas, sebaiknya kau pergilah dari hadapanku sekarang! .. " ujar dolken dengan menahan kekesalanya dengan segera melirik beberapa bodyguardnya yang sudah berdiri yang tidak jauh darinya


dengan cepat bodyguard pun yang sudah tahu kode mata tuannya, dengan segera melangkah berjalan menghampiri wanita itu yang masih bersujud di bawah dengan wajah memohonya , yang membuat Dina pun terkejut dengan wajah tidak terimanya melihat beberapa bodyguard yang sudah mengakat badanya dan menyeret keluar dengan kasar


" hei!lepaskan aku! dolken, kau tidak boleh memperlakukan aku seperti ini! dolken,apa kau mendengarku? dolken tidak akan lama lagi istrimu itu akan meninggalkanmu , kau akan menyesal dan akan kembali lagi padaku !dolken...." ujar dina yang berteriak beberapa kali memangil nama kekasihnya itu dengan ancaman di bibirnya sembari berontak sana -sini namun hanya sia-sia saja di saat melawan ke dua orang yang tenaganya lebih kuat darinya


"hei, diamlah!..


" ckk...tuan dolken, tidak akan melihatmu lagi sebaiknya kau cepat pergi dari sini!.."cetus salah satu bodyguard itu dengan tatapan tak sukanya sembari menyeretnya tubuh wanita itu keluar dengan paksa

__ADS_1


"kalian, berani sekali kau! apa kau tidak tahu siapa aku hah!.. lepaskan aku! aku belom selesai dengan tuanmu itu!.. " triak dina dengan tatapan nyolotnya melihat kedua bodyguard itu yang masih terus menyeretnya hingga pintu gerbang


di taman belakang..


"maaf, awalnya aku ingin kau tinggal untuk bersenang-senang , tapi tidak disangka akan terjadi hal seperti ini.. " ujar jila pada rena dengan suara pelannya namun seketika jila pun terdiam sejenak mengingat berkata dolken yang belom selesai itu


"barusan apa yang dia ingin katakan padaku? semakin penasaran aja! apa mungkin dia akan bilang... tapi sekarang dia bersama dina saat ini mungkinkah mereka akan... sudahlah sebaiknya harus banyak bersiap kalau kemungkinan itu akan terjadi padaku! mungkin ini sudah takdirku!.. (batin jila) dengan rasa kerisauan yang membuat dirinya pun merasa gelisah yang membuat rena pun yang merasa curiga langsung melirik sahabatnya itu


yang membuat rena pun langsung menepuk-nepuk budak jila beberapa kali yang seperti sahabat terbaiknya yang sudah duduk di sampingnya

__ADS_1


pak... pak.. pak..


"tenang saja aku sudah menganggapmu sebagai temanku , tapi kau tidak perlu khawatir meskipun dadaku jauh lebih besar daripada wanita itu , aku tidak akan pernah melakukan hal seperti menikam teman dari belakang. . " ujar rena dengan PDnya membanggakan dirinya yang lebih sempurna dari wanita itu di hadapan jila


yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung tersenyum


"ppptttffff.... baiklah! meskipun kita sudah saling melihat sisi terburuk dari pihak lain, tapi kita tidak boleh saling meremehkan satu sama lain , apa kau mengerti?..


" iya, baiklah aku tidak akan seburuk itu! bila tidak di curangi lebih dulu .. dil.. apa kita sudah sepakat!.. " ujar rena sembari menatap jila dengan semangatnya dan mengulurkan tangannya kearah jila untuk berjabat tangan dan jila pun mengiyakan dan setuju menjadi Sahabatnya mulai hari ini, dan mereka pun akhirnya berteman dengan janji mereka masing-masing..

__ADS_1


tak berselang lama..


dolken pun yang sudah melihat mereka ada di taman belakang dengan segera berjalan melangkah menghampiri mereka dengan beberapa bodyguard dan tak lupa raja pun ikut di sampingnya


__ADS_2