sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
hipnotis


__ADS_3

"karena hati kita sudah terpaut.." senyum Dolken dengan rayuan nya


"ditempat seperti ini ,jangan coba menggodaku.." protes jila yang masih menahan rasa malunya mendengar rayuan dari suaminya


"Oia ,apa kau tahu tadi zero bilang padaku kalau wanita dilukisan ini setuju menikah dengan seorang pangeran yang tidak dicintainya ,baru dia bisa melindungi dan menyelamatkan tempat ini !" ujar jila yang mulai bicara serius


"iya aku tahu ,dia adalah nona keluarga Mahesa , sekarang adalah seluhur nenek moyang keluarga Mahesa ! ternyata memang benar dia wanita cantik , pahlawan menolong wanita cantik bukanlah satu hal yang aneh kan?" saut Dolken yang bicara apa adanya dan jila pun yang mendengar itu langsung tertunduk terdiam dengan rasa mindernya


"memang benar dia adalah wanita paling cantik!aku , almarhum Yuri Katy dan juga leluhur keluarga Mahesa jelas-jelas sangat begitu mirip ..tapi ,aku tidak perduli leluhur keluarga Mahesa ataupun almarhum Yuri Katy, semuanya adalah orang yang sangat berbakat setiap hal, yang mucul sekali dalam seratus tahun , yang pertama adalah seseorang permaisuri dan pahlawan bagi desa bunga, yang kedua adalah seorang bunga diuniversitas M yang banyak bakat , sedangkan aku..hanya jila putri yang biasa saja ,kita bertiga begitu mirip tapi tak sama dalam hal apapun ..(batin jila) terdiam termenung dengan pikirannya ,dan Dolken yang sudah tahu hal itu dengan cepat menjentikkan jidat istrinya dengan jarinya yang sedikit lumayan sakit


Takkk!!..

__ADS_1


"ahh!..aduhh!!..


"kau jangan iri pada mereka !kau juga tidak buruk.." bujuk dolken yang membangun kepercayaan istrinya


"benarkah itu ...apa aku juga tidak seburuk itu?" tanya jila tertegun memastikan ucapan suaminya sembari memegang jidatnya yang lumayan sedikit sakit


"iya ! sekali lagi kau jangan iri pada mereka yang lebih beruntung darimu, mungkin itu sudah sebuah takdir yang mereka jalani sampai akhir !kau tegas , berani,kuat ,dan baik hati itu kelebihanmu ,kau tidak lebih buruk dari pada mereka !"puji Dolken yang tersenyum manisnya menyakinkan dan membangkitkan kepercayaan istrinya yang sedikit berubah-ubah


"dipuji sedikit saja sudah tidak tahan kah?hei ,tikus tanah tenang sedikit kita ada ditempat para leluhur!" sindir Dolken dengan sengajanya mengangkat kedua halisnya dengan tatapan juteknya


"kau sebaiknya menjadi pria lurus saja jangan kau puji lalu kau banting seenak saja !apa kau tidak waras!!" bentak jila dengan kesalnya

__ADS_1


" oohh..aku hampir lupa satu lagi ,apa yang kau cari ditempat Aula leluhur ini?" tanya jila jutek


"hanya sedang mencari beberapa syarat negosiasi yang menguntungkan untuk proyek kita !" saut Dolken yang bicara apa adanya


"kalau begitu kau masuk diam-diam, apakah kau menemukan hal yang beguna ?" tanya jila dengan keponya


"~uhu~masih belom ,aku ingin pergi ke Aula leluhur yang lainnya untuk bisa melihat apakah aku bisa mendapatkan sesuatu ataupun yang lainnya !" saut Dolken yang sedikit rasa kecewa didalam dirinya sembari menghempaskan nafas beratnya beberapa kali


"kalau begitu ayo kita pergi,aku juga ingin melihat -lihat apakah ada yang berbeda disana !" ajak jila dengan antusias meraih dan memegang tangan suaminya dengan senangnya ,dan Dolken pun hanya bisa tersenyum puasnya dikala jila memegang tangannya yang begitu erat yang ingin membalikan tubuhnya peranjak pergi dari tempat itu namun dengan tiba-tiba penglihatan jila pun sedikit kabur dengan kepalanya pun sedikit pusing membuat dirinya pun berjalan sedikit sempoyongan yang tidak dapat terkendalikan


"jila ,kau kenapa?" tanya Dolken yang mulai cemas memegang tangan istrinya yang begitu erat

__ADS_1


__ADS_2