
beberapa jam kemudian di RS keluarga grup batara..
"nyonya muda, gelas yang kau minum barusan adalah air putih , jadi kau dan bayi di dalam perutmu sama-sama aman " ujar dokter itu yang sudah memberitahukan kepada pasiennya dengan senyum ramahnya yang sudah duduk terbaring diatas ranjangnya yang membuat jila pun merasa terkejut dengan wajah bengongnya mendengar itu
"apa? air putih?
"iya.. baiklah saya permisi dulu , nyonya muda sebaiknya istirahat saja " ujar dokter itu dengan wajah ramahnya langsung berjalan keluar ruangannya dan meninggalkan pasiennya yang masih terdiam dengan pikirannya
"siapa yang diam-diam menolongku? dan juga bagaimana dolken bisa muncul tepat waktu? mungkinkah... dolken sudah tahu sejak awal dan menebak tindakan dina !? (batin jila) yang masih termenung dengan pikirannya itu namun dengan tiba-tiba..
__ADS_1
tak... tak... tak...
" jila, kau tidak Apa-apa kan? semua salah ibu, ibu yang menyusahkanmu !"tanya rose yang sudah berjalan menghampiri putrinya itu dengan wajah cemasnya
"dasar kau anak ini benar-benar bodoh, kenapa kau tidak memberitahu ibu sejak awal?seandainya kau memberitahu ibu sejak awal masalah mu dengan dina , mungkin ibu tidak akan tertipu! " ujar rose yang sudah duduk di pinggir ranjang menatap anaknya itu sembari memegang tangannya yang begitu haru, yang membuat jila pun yang mendengar itu pun sedikit bersalah pada ibunya , dengan perlahan bangun dari pembaringannya Dan duduk menatap ibunya itu
"maafkan aku ibu, semua ini adalah salahku?sudah cukup masalah dirumah nenek, aku tidak ingin ibu direpotkan lagi dengan masalah ku! "saut jila dengan wajah sedihnya
"ibu.. ikhss... ikhss...
__ADS_1
"anak baik, jangan menangis , jila, jangan salahkan ibu karena egois yah, tapi apa yang terjadi hari ini, membuat tiba-tiba ibu sadar, ibu tidak memiliki kemampuan untuk melindungimu, tapi orang lain pasti ada ! "ujar rose dengan suara khasnya sembari mengelus-ngelus punggung anaknya itu beberapa kali dengan wajah seriusnya yang membuat jeje pun langsung mengusap air matanya dengan wajah bingungnya
"ibu, apa yang kau katakan? aku tidak mengerti sama sekali? " tanya jila yang sudah melepaskan pelukannya dari ibunya dan menatapnya dengan wajah penasarannya
"jila, apa kau ingin tahu asal usul mu yang sebenarnya? " tanya rose yang sudah memegang kedua bahu anaknya itu dengan wajah seriusnya yang membuat jila pun yang mendengar itu terdiam dengan wajah bengongnya
"tapi, ibu benar-benar tidak tahu siapa kedua orang tua kandungmu! disaat ibu menemukanmu, yang masih terbungkus, dibuang dirurumputan dipinggir jalan, yang masih berlumuran darah segar dengan ari-ari yang masih menempel di perutmu itu, dan peris jelas yang baru lahir , tetapi ibu tetap menyimpan selimut kecil itu yang sudah membungkusmu disaat kau dibuang nak, mungkin saja selimut itu adalah bukti untuk mu menemukan keluargamu . . " ujar rose yang panjang lebah memberitahukan kepada anaknya itu rahasia dibalik masa lalunya , yang membuat jila pun yang mendengarnya terdiam tegang menatap ibunya itu
"ibu, sudahlah, bukankah aku sudah bilang? aku sama sekali tidak tertarik asal usulku yang sebenarnya! aku sudah cukup memiliki ibu seutuhnya ! "saut jila dengan suara tegasnya membuang muka kearah lain dengan kesalnya yang membuat rose pun terdiam membisu dengan keputusan anaknya itu yang sudah duduk dengan wajah kecewanya
__ADS_1
"baiklah, bila tidak suka mendengarnya , makan ibu juga tidak akan bicara lagi masalah itu, yang kau katakan itu benar , sudah cukup selama kau bahagia..