sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
jila yang lemas


__ADS_3

" lihat, kau saja masih khawatir padaku kan? " sindir maria tersenyum tipis menatap dolken yang begitu paniknya


"maria, kau turunlah dulu, ayo cepat turunlah dari Sana kita bisa diskusikan baik-baik, apapun yang kau pinta aku akan memenuhinya ! " bujuk dolken sekali lagi berdiri sedikit perjalan kearah maria dan jila pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam dengan tatapan datarnya


"dolken, aku mau kita kembali bersama lagi! berikan aku kesempatan untuk berjuang secara adil ! " pinta maria yang masih kukuh dengan keinginannya , yang membuat dolken pun dengan rasa berat hatinya mengiyakan apa yang diinginkan maria


"baik, aku janji padamu ! apa kau puas sekarang sebaiknya kau cepat turun dari Sana! "ujar dolken dengan suara tegasnya menatap Maria dengan rasa kesalnya didalam hatinya yang tertahankan yang membuat jila pun yang mendengar keputusan dari suaminya langsung terdiam kaku dengan rasa kecewa dan maria langsung tersenyum amat senangnya dan turun berlari kearah dekapan dolken yang begitu eratnya


" terimakasih dolken, kau sungguh menderita! aku akan menggunakan seumur hidupku untuk menembusnya aku janji! apa kau tahu !dolken, selama sehari saja kau tidak perduli padaku ! maka aku akan meninggalkan dunia ini tanpa ragu lagi! " saut maria yang amat senang tersenyum puasnya berdiri didalam dekapannya yang begitu lekat, yang membuat mereka berempat pun sedikit kaget melihat sikap maria yang begitu memaksakan diri dengan kelicikannya

__ADS_1


"ayo, sebaiknya kita pergi! " sontak jila yang sedikit kelelahan berdiri dari tadi menyaksikan drama yang dibuat maria barusan dan dirinya pun dengan cepat membalikan tubuhnya namun dengan tiba-tiba kepalanya pun sedikit pusing yang membuat tubuhnya pun kurang menjaga keseimbangannya dan semua orang yang melihatnya sedikit terkejut dengan wajah kagetnya


"jila!..


" jila!..


"jila!..


" jila!..

__ADS_1


"maaf, tampaknya aku tidak bisa berkerja hari ini.. dan aku sepertinya akan tinggal dirumah kediaman mahesa beberapa hari, aku ingin istirahat dengan baik ! " ujar jila dengan suara lemasnya yang tak sanggup melihat suaminya bersama wanita lain , dan dolken pun dengan wajah bingung tidak berdaya hanya bisa memasang wajah pasrahnya melihat istrinya yang sudah ada didekapan laki-laki lain selain dirinya


"CEO rangga, maaf.. aku benar-benar tidak punya tenaga sama sekali! apakah boleh kau mengendongku dan membawaku pergi dari sini ..ihks...? " pinta jila dengan suara paraunya menangis didalam dekapan rangga , dan rangga pun yang melihat wanita yang dicintainya merasa iba yang begitu dalam


"baik, jika kau ingin pergi ketempat lain, aku juga bisa membawamu sekarang juga! " saut rangga dengan suara khasnya dengan cepat mengendong tubuh jila dari dekapannya yang penuh hati-hati , dan jila pun dengan cepat berpegangan tangan dibahu rangga yang begitu eratnya


"terimakasih..ihks..." ujar jila dengan diamnya menahan rasa sakit didalam hatinya yang begitu dalam yang tak lupa air matanya pun ikut keluar dan mengalir dipipinya berulang kali dan dolken pun yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan rasa bersalahnya


"jila, kumohon tinggalkanlah dolken dan pergilah bersamaku! dia tidak pantas untukmu!.. (batin rangga) dengan wajah berharapnya menatap jila dengan rasa sedihnya , dab berjalan cepat menuju lantai dasar bersama yang lainnya, dan tak lupa rena pun melirik Maria dengan juteknya

__ADS_1


" cihh! menyebalkan sekali dia! " dumel rena dengan juteknya berjalan cepat mengikuti rangga dibelakangnya dan maria pun yang melihat mereka pergi dari lokasi tersenyum kemenangan


__ADS_2