
"seketaris raja, maaf, apakah CEO ada?
"silahkan pergi, CEO sekarang tidak mau bertemu denganmu! .. " ucap raja dengan suara tegasnya dengan cepat mengusir dola di depan pintu itu dan menutupnya lagi dengan kasar , yang membuat karyawan lain pun berbisik -bisik dengan yang lainnya melihat dola di usir begitu saja dengan tatapan terheran-heran ada juga yang beberapa karyawan lainnya merasakan kepuasannya
"bukankah itu manager departments penjualan! dia ternyata di usir oleh CEO!?
"hahah... kasihan sekali dia!
" biarkan saja dia harus di gituin kali-kali!..
" benar juga! apa yang kau bilang!..fffppttt...
dola pun yang mendengar dan di perhatikan oleh beberapa karyawan lainya sedikit kesal dan marah bercampur malu
"tuan dolken tidak ingin bertemu dengan ku , pasti karena si jila bodoh itu dasar pengacau, awas saja kau nanti! tidak akan ku maafkan..(batin dola) dengan rasa kesalnya mengempalkan tangannya dengan geregetan yang begitu kuat
beberapa menit kemudian.. jila pun yang sudah selesai , bergegas pamit lebih dulu keluar ruangan dan meninggalkan mereka bertiga, yang masih membicarakan tentang project yang mereka bahas yang membuat jila semakin pusing dan belom paham semuanya
"sebenarnya aku sama sekali tidak bisa masuk bercakapan antara dua CEO, sepertinya masih banyak hal yang harus di pelajari.. (batin jila) dengan dilemanya berjalan menuju pintu keluar kantin itu tapi dengan tiba-tiba
" jila putri!!..
"ahh.. manager!?
__ADS_1
"trik apa yang kau mainkan sehingga membuat CEO tidak ingin bertemu dengan ku? dasar siluman rubah ! aku adalah manager dengan penjualan terbaik di seluruh perusahaan ! kenapa aku bisa di pecat! pasti karena kamu kan! ?.. " tanya dola pada jila dengan wajah kesalnya yang tak terima kenyataan
"tidak ada hubungannya dengaku ,lebih baik aku pergi dulu . . " jawab jila yang sudah berbalik badan untuk pergi tapi dengan tiba-tiba
"sialan! wanita ini ternyata tidak memperdulikanku!.. ( batin dola) dengan replek menarik lengan jila begitu kuat
" ahh..
"ingin pergi? tidak akan semudah itu! tidak bicara dengan jelas , jangan harap bisa pergi?
" bagaimana ini.. (batin jila) dengan wajah Panik nya melihat dola seperti kesetanan, yang sudah di lihat banyak orang yang ingin tau juga
"maaf tidak ada komentar, lebih baik lepaskan aku!
plakk...(suara tamparan)
"awwchh...
"seperti nya aku susah melarikan diri .. (batin jila) yang sudah melihat beberapa karyawan lainya menertawakan dirinya ada pula yang hanya diam dan menjadi penonton saja
" hahah...π
"astaga..π―
__ADS_1
" dia benar-benar gila!π―
dola pun yang belom puas, ingin sekali lagi menampar jila yang sudah memejamkan matanya tapi dengan tiba-tiba dolken pun datang tepat waktu yang sudah memegang tangan dola sekuat-kuatnya yang membuat karyawan lain pun kaget dengan aksinya itu
" ahh... sakittt.. " ucap dola yang kaget di saat dolken memegang tangannya kuat-kuat dengan tatapan tajamnya , dolken pun langsung melemparkan dan menghempaskan dola sampai jatuh tersungkur di bawah sana hanya dengan Satu tangan nya..
"awww...
"astaga...π
" itu!π―
"aduh.. pasti sakit!sekali! π..
beberapa karyawan pun saling berbisik-bisik satu sama yang lainya melihat aksi yang sangat menegangkan itu
"sungguh hebat , aku bahkan tidak tau kalau ada aturan tambahan dalam tanggung jawab apartment penjualan, untuk mengatur orang-orangku untukku, dan kamu kenapa diam saja di saat dia memukul mu , dia itu siapa? bahkan membawa sepatumu yang kau pakai saja tidak pantas ! . . " ucap dolken dengan suara tegasnya menatap jila dan membisikkan kearah telinganya sembari melihat dan menatap dola dengan tatapan tajamnya yang sudah jatuh tersungkur di bawah sana, dengan wajah yang penuh keringat bercampur ketakutan, yang membuat beberapa karyawan lain pun sangat terkejut tidak percaya saat seorang CEO berkata kepada karyawan yang lebih rendah dari mereka
" hei, apakah kamu dengar, jila putri itu..π
"CEO bilang kalau manager bahkan tidak pantas membawakan sepatu untuknya!π
" gila sungguh gila! bahkan aku iri padanya!.. π
__ADS_1
karyawan lain pun berbisik -bisik Sana sini mendengar apa yang dolken katakan pada jila, yang membuat dola pun semakin tersudut dengan sikapnya yang arogan dan menindas terhadap karyawan yang lebih rendah darinya